Whatsapp Share Like
Simpan

Memasuki usia 1 tahun, si Kecil biasanya sudah mulai berjalan sendiri. Namun berjalan bukan satu-satunya tanda tumbuh kembang si Kecil di periode penting ini. Di usia 12-24 bulan, terjadi perkembangan otak yang sangat pesat yang ditandai dengan bertambahnya keterampilan bicara, berjalan, atau mengingat. Ulang tahun pertama menjadi tanda bahwa si Kecil sudah meninggalkan masa bayi dan mulai memasuki masa batita dan balita.

4 Tahap Perkembangan Anak Usia 1 Tahun

Selain pertumbuhan fisik, ada empat tahap perkembangan anak usia 1 tahun yang tercantum di bawah ini:

Perkembangan kognitif. Si Kecil mulai memiliki kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat perilaku orang atau kejadian di lingkungannya. Si Kecil juga mulai memahami simbol, mulai meniru, membayangkan, dan bermain pura-pura. Banyaklah berinteraksi dengan anak dengan mengajaknya bermain, seperti role play atau memberikan gambar-gambar yang menarik. Dengan begitu anak bisa mempelajari banyak hal baru.

Perkembangan emosi. Bentuk perlekatan emosi yang kuat pada balita yang ditandai dengan menangis saat dipisahkan dari orang terdekat. Namun seiring waktu, balita biasanya ingin melakukan aktivitas seorang diri. Ini merupakan tahap awal ia belajar tentang konflik, kebingungan, dan kadang-kadang merusak.

Tak jarang anak juga akan menunjukkan tantrum saat ia marah. Ibu pun harus memahami situasi tersebut dengan memberinya waktu untuk meluapkan emosinya. Tak perlu mengajaknya berbicara dulu hingga ia mulai mereda. Setelah itu barulah berikan pengertian bahwa tak apa untuk merasa marah, tapi tidak boleh melempar barang, menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

Perkembangan bahasa. Perkembangan anak usia 1 tahun berikutnya ditandai dengan adanya perkembangan dalam aspek bahasa. Menginjak usia 15 hingga 18 bulan, balita biasanya mulai memahami kosa kata yang semakin banyak, hingga 10 kali lebih banyak dari yang bisa ia katakan. Di ulang tahun kedua, di Kecil sudah bisa mengatakan setidaknya 50 sampai 100 kosa kata.

Ibu bisa terus mengajaknya berbicara dan bercerita banyak hal meski saat itu ia belum bisa merespon. Namun sebenarnya anak sedang berusaha untuk menyerap dan mengingat semua yang Ibu katakan. Samakan posisi Ibu dengan anak dan tataplah matanya agar ia tahu bahwa Ibu sedang berbicara dengannya, bukan dengan orang lain.

Perkembangan sensorik dan motorik. Perkembangan anak usia 1 tahun berikutnya adalah kemampuan sensorik dan motoriknya. Keterampilan motorik terjadi saat otot dan saraf si Kecil bekerja bersama-sama. Balita harusnya sudah mencapai tahap kontrol dan koordinasi sehingga bisa berjalan dengan mantap. Setelah berjalan, keterampilan berikutnya adalah memanjat, lari, dan melompat.

Pada tahap ini Ibu bisa sering mengajaknya beraktivitas di luar ruangan. Si Kecil bisa sangat terpacu untuk menjelajah lingkungan sekitarnya dan belajar semua keterampilan motorik tersebut. Pastikan untuk selalu menjaga keamanan dan keselamatannya ya, Bu.

Perkembangan pada Bayi Prematur

Harus diingat bahwa tumbuh kembang anak sangat individual dan unik. Panduan tadi hanya untuk memudahkan orangtua memantau perkembangan si Kecil. Tentunya tidak semua anak sama. Bagi bayi yang dilahirkan prematur, tentu membutuhkan sedikit waktu lebih lama untuk mencapai tahap-tahap di atas.

Ibu harus mulai waspada dan berkonsultasi ke dokter jika di usia satu tahun si Kecil belum bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Anak belum bisa melangkah
  • Anak tidak bisa berdiri tanpa dibantu.
  • Anak tidak mencoba menemukan benda yang Ibu sembunyikan di hadapannya.
  • Anak belum mengeluarkan satu patah kata pun.
  • Si Kecil tidak menggunakan bahasa gerak seperti menggelengkan kepala untuk menggantikan kata “tidak mau” atau menunjuk.

Pentingnya Peran Ibu
Ibu berperan sangat penting dalam mengetahui tanda-tanda perkembangan anak usia 1 tahun pada buah hatinya. Ibu harus terus mendampingi si Kecil di periode kritis ini, terutama untuk memastikan perkembangan bahasanya. Usahakan selalu memahami perasaan si Kecil untuk membantu dia mengembangkan emosinya. Lakukan kegiatan seperti membacakan buku, bermain ci-luk-ba, cari dan sembunyi, dan permainan lainnya.

Saat di Kecil bertambah aktif, yang tidak boleh dilupakan adalah menyediakan tempat bermain yang aman agar si Kecil bisa bereksplorasi. Amati apa saja kegiatan yang disukai di Kecil dan berikan ia kebebasan menggunakan seluruh inderanya untuk bermain dan mengeskplorasi. Berikan pujian jika si Kecil bersikap manis. Meskipun si Kecil masih terlalu muda untuk memahami peraturan, Ibu bisa mulai dengan menunjukkan perilaku mana yang boleh dan tidak dibolehkan. Cukup katakan “tidak” jika si Kecil membandel.

Jika si Kecil dipercayakan pada pengasuh karena Ibu harus bekerja, bangun kepercayaan si Kecil dengan cara memberikan waktu padanya untuk terbiasa dengan pengasuhnya yang baru. Selalu ucapkan selamat tinggal sebelum berangkat dan berikan pelukan terhangat.

Itulah tadi informasi perkembangan anak usia 1 tahun yang harus Ibu ketahui. Jadikan informasi di atas sebagai pedoman untuk mengawasi tumbuh kembang si Kecil ya, Bu. Berikan susu Frisian Flag 123 untuk menunjang pertumbuhannya karena di dalam susu ini terdapat semua nutrisi yang si Kecil butuhkan. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan DSA yang terpercaya. Semoga buah hati Ibu bisa tumbuh optimal sesuai usianya dan membuat Ibu dan Ayah merasa bangga!