Whatsapp Share Like
Simpan

Sebelum memasuki sekolah formal untuk menempuh pendidikan, anak usia dini perlu untuk diajari beberapa prinsip dasar penting. Prinsip ini adalah sebagai langkah untuk pembentukan karakter si Kecil. Namun sebagian dari Ibu mungkin masih belum memahami dengan benar tentang makna dari anak usia dini tersebut. Untuk mengetahui lebih jelas, informasi berikut ini akan menjelaskannya pada Ibu. Yuk, langsung simak informasinya:

Pengertian Anak Usia Dini

Secara umum, anak usia dini bisa diartikan sebagai anak yang berusia di bawah 6 tahun. Berdasarkan UU Sisdiknas, pemerintah mengartikan anak usia dini ialah anak yang memiliki rentang usia antara 0 hingga 6 tahun. Sementara Biecheler dan Snowman mengartikannya sebagai anak prasekolah yang berusia antara 3-6 tahun.

The National Association For The Education of Young Children (NAEYC) beserta para ahli menggunakan batasan masa awal anak yaitu sejak anak lahir hingga berusia 8 tahun. Masa ini juga dikenal sebagai golden age, yakni masa yang akan sangat menentukan karakter, mental, fisik, dan kecerdasan anak saat ia tumbuh dewasa kelak.

Sedangkan untuk hakikat dari anak usia dini adalah seseorang yang mempunyai tahapan tumbuh kembang yang terdiri dari fisik, sosio emosional, kognitif, bahasa, komunikasi, dan kreativitas khusus berdasarkan usia. Berdasarkan beberapa definisi tersebut, peneliti akhirnya mengambil kesimpulan bahwa anak usia dini merupakan anak yang memiliki rentang usia 0-8 tahun dan sedang berada dalam tahap tumbuh kembang.

Baca juga: Proses dan Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Anak Asia 4-6 Tahun

Artikel Sejenis

Prinsip Penting yang Harus Diajarkan pada Anak Usia Dini

Robert Fulghum, seorang penulis dan pendidik dari Amerika Serikat mengatakan bahwa si Kecil yang tergolong anak usia dini perlu pembentukan karakter. Caranya adalah dengan mengajarkan 10 prinsip penting berikut ini:

  1. Tidak boleh menyakiti orang lain. Ajarilah si Kecil untuk tidak menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun lisan. Jelaskan padanya bahwa hal tersebut dapat membuat orang lain terluka dan bisa menumbuhkan rasa tidak suka padanya.
  2. Bermain sesuai dengan peraturan. Si Kecil perlu untuk dibiasakan mentaati peraturan, termasuk saat bermain. Ini supaya ia tidak terbiasa bermain curang dan merugikan orang lain.
  3. Tidak boleh mengambil milik orang lain. Mencuri atau mengambil milik orang lain merupakan perbuatan yang sangat tercela. Tanamkanlah prinsip ini pada si Kecil sejak dini. Ajari ia untuk meminta izin jika ingin meminta sesuatu dari orang lain. Saat tidak mendapatkan izin, maka tidak boleh memaksa. Namun bila diberi, maka ia harus mengucapkan terima kasih setelahnya.
  4. Membiasakan untuk berbagi. Di usianya kini si Kecil masih memiliki sifat egois yang tinggi dan belum bisa untuk berbagi pada orang lain. Walaupun begitu, ia tetap perlu dibiasakan berbagi. Ajarkan si Kecil untuk bermain bersama temannya, meminjamkan barang, serta memberikan sedikit rezeki yang ia miliki pada orang yang memerlukan.
  5. Meminta maaf jika menyakiti seseorang. Si Kecil mungkin secara tidak sengaja pernah menyakiti seseorang. Meskipun masih anak-anak, tapi ia perlu diajari untuk meminta maaf sendiri. Jelaskan padanya bahwa yang ia lakukan atau katakan sudah menyakiti perasaan seseorang sehingga ia harus minta maaf supaya orang tersebut tidak memendam amarah padanya.
  6. Selalu mengembalikan barang ke tempat semula setelah dipakai. Biasakanlah si Kecil untuk selalu mengembalikan barang yang telah ia pakai ke tempatnya semula. Ini supaya ia terbiasa rapi dan teratur serta menghindari risiko kebingungan mencari barang yang sedang dibutuhkan.
  7. Hidup secara seimbang, bermain sambil belajar. Anak-anak masih membutuhkan waktu bermain yang banyak, tapi ia juga tetap harus belajar. Oleh karena itu, dampingi ia untuk bermain sambil belajar agar ia tetap mendapatkan keduanya secara seimbang.
  8. Selalu makan makanan bergizi dan minum susu. Di masa tumbuh kembangnya ini si Kecil membutuhkan banyak asupan nutrisi. Berikanlah ia makanan yang bergizi dan minum susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya tersebut. Susu ini telah diperkaya dengan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral serta zat besi, omega 3 dan 6, zinc, selenium, kalsium, dan serat pangan inulin.
  9. Mencuci tangan sebelum makan. Penyakit dapat menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Jadi untuk menghindarkannya dari penyakit, ajari ia kebiasaan mencuci tangan sebelum makan sebab tangan yang kotor merupakan sarana masuknya kuman ke dalam mulut.
  10. Menyiram kloset setelah buang air. Si Kecil juga harus dibiasakan untuk hidup bersih. Salah satunya adalah dengan selalu menyiram kloset setelah buang air supaya ia terbiasa terus melakukannya, termasuk di toilet umum.

Fulghum beranggapan dengan mengajarkan prinsip-prinsip di atas kepada anak usia dini akan memperbesar kemungkinan ia tumbuh menjadi individu dengan kepribadian dan karakter yang kuat.

Orang tua berperan besar dalam mendidik dan membentuk karakter buah hatinya. Maka dari itu prinsip dasar penting harus ditanamkan pada anak usia dini oleh para orang tua. Karena pada dasarnya anak-anak itu ibarat kertas kosong yang masih perlu diisi dengan tulisan. Baik dan buruknya tulisan tergantung pada orang tuanya. Jadi, mulai tanamkan kebiasaan baik pada si Kecil mulai sekarang ya, Bu.

Ingin berkonsultasi seputar masalah anak? Kunjungi saja laman Tanya Pakar, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Edukasi.kompas