Whatsapp Share Like
Simpan

Para ahli menyatakan, fase merangkak pada bayi merupakan tahap awal melatih keseimbangan dan perkembangan motorik. Dimulai dari merangkak, si Kecil akan mengembangkan kemampuannya dengan berpindah tempat ke sana kemari. Ibu tidak perlu khawatir dengan tahap-tahap awalnya. Biarkan si Kecil terus mencoba gerakan baru yang akan berguna untuk pertumbuhannya. Berikan selalu dukungan supaya si Kecil tetap mau belajar. Agar tidak bingung dengan berbagai tahapan dan hal yang dibutuhkan saat si Kecil belajar merangkak, Ibu bisa menyimak ulasan di bawah ini.

Manfaat Merangkak

Karena merupakan tonggak utama perkembangan motorik si kecil, fase merangkak mempunyai manfaat yang cukup banyak. Felice Sklamberg, ahli terapi okupasi pediatrik di New York University’s School of Medicine, menyatakan, merangkak dapat memperkuat anggota tubuh si Kecil, terutama di bagian pergelangan tangan, siku, dan bahu. Ini dikarenakan ketika si Kecil merangkak, ia butuh usaha keras untuk mengoordinasikan otot-otot di bagian tersebut agar dapat menopang berat badannya sendiri. Tidak mengherankan apabila ada pernyataan bahwa bayi akan lebih kuat ketika belajar berjalan jika ia telah melewati tahap merangkak. Selain untuk kekuatan, koordinasi ini pun sangat berguna agar si Kecil dapat mengembangkan kemampuan koordinasi gerakan, menjaga kedua sisi tubuh, sekaligus bereksplorasi. Tubuh bayi yang telah menjelajah juga berpengaruh terhadap keterampilan visual-spasial dan kedalaman persepsi.

Kapan Biasanya Bayi Mulai Merangkak?

Tahap perkembangan bayi berbeda-beda sesuai dengan minatnya untuk bereksplorasi. Bayi mulai belajar mengangkat tubuhnya secara bertahap. Ini akan terjadi apabila mereka telah belajar dan menguasai apa yang dibutuhkan seperti keterampilan neurologis dan kekuatan fisik. Pertama, si Kecil akan terlihat sangat antusias untuk bergerak maju dengan menggerakkan tangan dan kaki untuk meraih benda di sekitarnya. Semakin sering si Kecil melakukan hal ini maka semakin cepat ia bisa merangkak. Si Kecil akan duduk lalu merangkak ataupun sebaliknya. Tahap selanjutnya adalah mengangkat badan untuk berdiri, memulai rambatan, hingga akhirnya bisa berjalan.

Pada umumnya bayi akan mulai belajar merangkak dan berpindah tempat antara usia 6 sampai 10 bulan. Memasuki usia 11 bulan, bayi sudah mampu merangkak ke sana kemari untuk menjelajah.

Yang Membuat Bayi Sulit Merangkak

Ada beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa bayi sulit merangkak. Bisa karena berat badan, mal nutrisi, perkembangan yang lambat, kelainan motorik kasar, gangguan keseimbangan, prematur,  kepribadian bayi, atau malas dan kurang distimulasi. Bayi dengan berat badan berlebih sulit untuk merangkak. Ia membutuhkan lebih banyak usaha untuk mengangkat dan menahan beban berat badannya. Ibu bisa mengatasinya dengan mengatur pola makan dan nutrisi yang diberikan agar si Kecil terhindar dari obesitas. Untuk permasalahan kesehatan dan kelainan pada si Kecil, bisa Ibu konsultasikan ke dokter ataupun fisioterapi.

Artikel Sejenis

Agar si Kecil bisa merangkak di usia normalnya, Ibu bisa menstimulasi dan melatih si Kecil bahkan sejak awal kelahirannya. Cara-cara yang bisa ditempuh antara lain.

  1. Rutin Latihan Tengkurap atau Tummy Time
    Ketika memasuki usia 3 bulan, lakukan latihan tengkurap secara rutin. Kemudian ajak si kecil bermain pada posisi ini agar ia berlatih untuk mengangkat kepala, perut, dan kakinya. Semakin sering si Kecil melakukan tummy time maka akan semakin kuat otot-otot pada tubuhnya.
  2. Berikan Contoh
    Setelah terbiasa tengkurap, si Kecil akan mulai mengangkat bokongnya. Pada saat ini berikan si Kecil contoh tengkurap yang baik. Dengan daya tangkap dan kemampuan merespon yang tinggi, si Kecil pasti akan mudah meniru contoh yang Ibu berikan.

  3. Berlatih dengan Mengambil Benda di Sekitar
    Letakkan benda-benda menarik di samping si Kecil dan ajak ia mengambil benda-benda tersebut. Cara ini akan memotivasinya untuk cepat merangkak. Namun, Ibu harus tetap waspada karena si Kecil rentan terjatuh. Selain itu pastikan lantai yang digunakan tidak licin dan tidak ada barang-barang yang membahayakan untuk mencegah cedera pada bayi.
  4. Hindari Terlalu Sering Menggendong
    Terlalu sering menggendong berdampak pada si Kecil yang malas menggerakkan otot-ototnya. Apabila si Kecil malas dan tidak berlatih maka akan menghambat pertumbuhannya. Letakkan si Kecil dan biarkan ia bereksplorasi dengan lingkungannya.
  5. Kurangi Penggunaan Baby Walker
    Baby walker juga menjadi salah satu penyebab bayi malas bergerak. Selain itu penggunaan baby walker yang terlalu sering rentan terhadap kecelakaan baik terjatuh, terjepit, dan lain sebagainya.

Proses merangkak pada si Kecil memang sangat kompleks. Si Kecil butuh keterampilan untuk mengoordinasikan bagian tubuhnya. Selain itu, dibutuhkan penanganan dan pengawasan yang baik dari Ibu. Latihan fisik yang sering pun tidak akan efektif jika tidak diimbangi dengan gizi yang cukup. Berikan terus ASI eksklusif kepada si Kecil untuk mencukupi nutrisi yang diperlukan.