Whatsapp Share Like Simpan

Ketika Ayah dan Ibu memutuskan untuk membangun sebuah keluarga, tentunya tidak lepas dari keinginan Ayah dan Ibu untuk memiliki buah hati. Salah satu hal yang dinanti-nanti setelah menikah biasanya adalah kabar baik mengenai kehamilan Ibu. Agar Ibu siap memasuki masa kehamilan, sebaiknya Ibu memahami betul seperti apa tanda-tanda kehamilan itu, juga mengetahui hal-hal apa saja yang harus dihindari untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, semua itu Ibu lakukan demi menjaga kesehatan kandungan dan kesehatan Ibu sendiri. Yuk mari kita bahas lebih lanjut apa tanda-tanda kehamilan seperti flek saat hamil, sampai bagaimana cara menjaga kandungan Ibu.

Tanda-Tanda Kehamilan

Tanda-tanda kehamilan yang dialami Ibu seringkali membingungkan. Terutama apabila ini merupakan kehamilan pertama bagi Ibu. Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah berhentinya siklus menstruasi. Selain itu beberapa tanda kehamilan adalah:

  1. Pendarahan atau Flek Saat Hamil
    Hal yang paling umum terjadi biasanya ditandai dengan munculnya pendarahan atau flek saat hamil muda yang keluar dari alat kelamin pada celana dalam Ibu. Hal ini diakibatkan karena adanya implantasi, yaitu proses penempelan calon janin ke dinding rahim.
  2. Kram Perut
    Pada saat hamil muda, lebih tempatnya hamil pada minggu awal, Ibu akan merasakan kram dibagian perut bawah. Kram tersebut juga diakibatkan karena terjadinya implantasi janin ke dinding rahim Ibu. Kram ini akan terus terjadi selama proses implantasi terus berlangsung. Namun, Ibu harus perhatikan, jika kram perut berulang pada minggu-minggu berikutnya, Ibu harus memeriksakan ke dokter ya, karena kemungkinan kram tersebut menunjukkan adanya pertanda janin yang tidak berkembang.
  3. Perubahan Payudara
    Perubahan paling mudah diketahui yaitu adanya perubahan pada payudara Ibu. Payudara akan lebih sensitif dan nyeri ketika tersentuh. Ukuran payudara juga akan menjadi lebih besar dan tanda lainnya adalah payudara akan menjadi lebih lembut saat diraba.
  4. Telat datang bulan atau telat haid
    Pertanda lain selain hal-hal yang telah disebutkan diatas, yaitu telatnya datang bulan. Karena pada saat hamil, Ibu tidak akan mengalami datang bulan atau haid.

Beda Flek & Menstruasi

Hampir 20 persen atau sepertiga Ibu mengalami flek saat hamil atau pendarahan ringan pada trimester awal kehamilan atau pada 12 minggu pertama kehamilan, dan paling sering terjadi di minggu keenam atau ketujuh. Namun, normal atau tidaknya flek saat hamil yang muncul seringkali membuat Ibu bingung dan khawatir. Jangan khawatir, Bu. Agar Ibu tidak keliru, berikut adalah perbedaan antara menstruasi dan flek saat hamil muda sebagai tanda kehamilan:

  • Ketika menstruasi, darah yang keluar berwarna merah terang. Sedangkan flek pada saat hamil muda biasanya berwarna merah yang lebih muda atau coklat.
  • Apabila darah yang keluar cukup banyak, itu adalah menstruasi. Sedangkan flek pada saat hamil muda tidak keluar dengan jumlah yang banyak atau bahkan hanya berupa beberapa tetes darah dan bercak saja.
  • Siklus menstruasi umumnya berlangsung kurang lebih selama 7 hari. Sedangkan flek tidak berlangsung lama, yakni hanya beberapa jam dan paling lama 3 hari saja. (sumber: www.hamil.co.id)

Jadi Bu, jika darah yang keluar tidak banyak dan tidak disertai gejala lain yang lebih serius maka Ibu tidak perlu khawatir, ini bukan menjadi tanda bahwa Ibu keguguran. Flek saat hamil dapat dicegah jika Ibu mengetahui penyebabnya.

Penyebab Munculnya Flek Saat Hamil Muda sebagai Tanda Kehamilan

Mungkin Ibu masih bertanya-tanya apa penyebab munculnya flek saat hamil muda. Di usia kehamilan yang masih sangat muda, munculnya flek atau spotting biasanya tidak berbahaya. Flek coklat tanda hamil ini muncul biasanya beberapa hari sebelum atau bahkan bertepatan dengan jadwal menstruasi. Walaupun belum benar-benar bisa dipastikan apa penyebabnya, tapi diperkirakan empat hal ini adalah hal yang memicu munculnya flek saat hamil muda:

Artikel Sejenis

  • Hormon yang mengontrol siklus menstruasi diperkirakan memicu terjadinya pendarahan besar.
  • Gerakan embrio yang menempel ke dinding rahim setelah proses pembuahan dapat menyebabkan terjadinya pendarahan kecil atau spotting. Biasanya terjadi 1-2 minggu setelah pembuahan.
  • Pendarahan setelah kontak seksual dapat menyebabkan terjadinya flek, karena pada saat hamil, mulut rahim menjadi lebih lunak dan aliran darah dalam rahim juga meningkat.

Walaupun munculnya flek ini merupakan salah satu dari banyaknya tanda kehamilan, tapi Ibu tidak perlu khawatir dan takut jika Ibu tidak mengeluarkan flek saat hamil. Pada beberapa kasus, Ibu yang mendapati dirinya hamil tidak mengalami flek dan hal ini masih tergolong aman. Namun, flek yang terjadi juga dapat menunjukkan tanda adanya masalah pada kesehatan Ibu.

Flek Sebagai Tanda Adanya Masalah Kesehatan

Tidak hanya sebagai salah satu tanda kehamilan, seringkali flek yang muncul justru sebagai tanda adanya masalah pada mulut rahim atau mungkin adanya masalah pada kesehatan Ibu. Beberapa masalah yang dapat memicu munculnya flek, yaitu:

  • Iritasi di bagian rahim.
    Hormon yang meningkat saat hamil dapat mengubah lapisan pada dinding rahim yang justru memicu terjadinya pendarahan.
  • Polip yang tumbuh pada mulut rahim.
    Polip serviks pada masa kehamilan dapat terjadi karena kadar estrogen pada saat kehamilan lebih tinggi dari biasanya, juga disekitar leher rahim mengalami peningkatan jumlah pembuluh darah. Maka dari itu menyebabkan pendarahan saat terjadinya kontak pada area ini. Misal, olahraga berat, hubungan seksual.
  • Infeksi pada mulut rahim.
    Infeksi pada mulut rahim disebabkan karena adanya iritasi. Flek yang terjadi merupakan tanda adanya pendarahan pada leher Rahim atau yang biasa disebut serviks. Pendarahan serviks biasa terjadi setelah penetrasi vagina atau pemeriksaan panggul. Darah yang muncul biasanya berhenti sendiri dalam beberapa jam dan biasanya berwarna merah atau coklat.
  • Hamil Anggur.
    Hamil anggur dapat terjadi ketika adanya jaringan-jaringan yang abnormal dan berbentuk seperti anggur dan tumbuh di dalam rahim. Hamil anggur dapat ditandai dengan kadar hormon hCG yang sangat tinggi disertai dengan tidak adanya denyut jantung pada janin.
  • Kehamilan ectopic atau kehamilan di luar kandungan.
    Kehamilan ectopic terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel di luar rahim. Biasanya menempel pada organ lain. Biasanya organ yang paling sering ditempeli oleh sel telur pada kehamilan ectopic adalah Tuba falopi. Terkadang dapat menempel pada indung telur, leher rahim (serviks) atau rongga perut.

Apabila selama mengeluarkan flek saat hamil, Ibu merasakan kram atau nyeri di sekitar perut, sebaiknya segera periksakan ke dokter ya, Bu. Pada beberapa kasus, flek yang mengeluarkan lebih banyak darah biasanya merupakan indikasi terjadinya keguguran. Kasus ini sangat rentan terjadi ketika usia janin masih kurang dari 12 minggu. Akan lebih baik apabila Ibu langsung berkonsultasi dengan dokter jika terjadi hal semacam itu.

Flek yang Disebabkan Kehamilan Ectopic

Salah satu penyebab terjadinya flek saat hamil yang juga sering terjadi adalah pada kehamilan ectopic atau hamil di luar kandungan. Pada jenis kehamilan yang seperti ini, embrio berhasil dibuahi tapi tidak berada di dalam rahim.

Biasanya embrio ini masuk ke dalam saluran telur dan bila dibiarkan terlalu lama, saluran telur bisa pecah. Walaupun kehamilan ectopic ini terbilang berbahaya, tapi kemungkinan terjadinya sangatlah kecil, yaitu hanya sekitar 2% dibandingkan dengan kehamilan yang normal.

Kehamilan ectopic sering dikaitkan dengan adanya kerusakan pada tuba falopi, yaitu saluran yang menghubungkan indung telur dan rahim. Kerusakan tersebut dapat disebabkan karena adanya faktor genetik, bawaan lahir, ketidak seimbangan hormon, peradangan, juga adanya perkembangan abnormal pada organ reproduksi.

Nah, berikut adalah faktor yang dapat meningkatkan adanya risiko terjadinya kehamilan ectopic :

  • Hamil pada usia 35 tahun atau lebih.
  • Mempunyai riwayat endometriosis atau radang panggul.
  • Menderita penyakit menular seksual.
  • Pernah mengalami kehamilan ectopic.
  • Pernah mengalami keguguran berulang.
  • Pernah melakukan operasi pada area panggul dan area perut.
  • Pernah memiliki masalah pada kesuburan.
  • Menggunakan alat kontrasepsi jenis spiral.
  • Mempunyai kebiasaan merokok.

Sebenarnya Bu, flek saat hamil muda dapat dicegah loh. Berikut adalah cara-cara pencegahan terjadinya flek saat hamil muda.

Cara Mengatasi dan Pencegahan Flek Saat Hamil Muda

Ada beberapa hal dibawah ini yang dapat membantu untuk mencegah terjadinya flek saat hamil muda yang mungkin dapat Ibu coba.

  • Rutin melakukan pemeriksaan prenatal.
  • Mengurangi mengonsumsi minuman yang mengandung kafein.
  • Tidak merokok.
  • Makan makanan bernutrisi dan bergizi.
  • Kontrol berat badan untuk mencegah terjadinya resiko pendarahan, pastikan berat badan tidak kurang atau berlebih.
  • Kontrol riwayat penyakit Ibu. Penyakit mempunyai peran yang besar pada saat kehamilan dan dapat mempengaruhi kondisi kehamilan.
  • Rutin berolahraga, konsultasikan kepada dokter kandungan berapa lama durasi yang baik untuk melakukan olahraga supaya bisa disesuaikan dengan kondisi badan Ibu.
  • Jangan terlalu capek, hindari aktivitas atau pekerjaan yang berat dan perbanyak istirahat,
  • Perbanyak minum air putih supaya terhidrasi dengan baik.

Nah Ibu tidak perlu cemas, karena dengan melakukan beberapa tips diatas, maka Ibu dapat mencegah terjadinya flek saat hamil muda. Lalu kapan sih waktunya Ibu harus mengunjungi dokter?

Kapan Saatnya Harus ke Dokter Saat Terkena Flek

Flek saat hamil bukan merupakan hal yang serius jika masih berada dalam kondisi yang wajar seperti yang telah disebutkan diatas. Terkecuali jika mengalami flek saat hamil atau pendarahan yang tidak normal. Nah, berikut adalah kondisi pendarahan yang tidak normal pada saat hamil muda.

  1. Pendarahan yang cukup banyak.
  2. Pendarahan yang disertai rasa nyeri yang hebat, bahkan disertai demam atau meriang.
  3. Pendarahan terjadi dalam beberapa jam bahkan berhari-hari.
  4. Pendarahan disertai dengan gumpalan darah.

Ibu mungkin merasa khawatir dan resah ketika Ibu mengeluarkan flek saat hamil. Selama tidak dibarengi dengan rasa nyeri pada perut bagian bawah atau intensitasnya cukup sering bahkan terus menerus, flek yang keluar dapat dikatakan normal. Jangan terburu-buru berspekulasi dan panik ya Bu. Tetaplah tenang dan cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikannya. Oleh karena itu, perbanyak terus informasi Ibu mengenai flek saat hamil muda dan tanda-tanda kehamilan lainnya serta cara mengatasinya ya, Bu.

Jangan lupa terus menjaga kesehatan Ibu dengan makan makanan yang bergizi agar janin dapat berkembang dengan baik dan perbanyak minum air putih supaya tubuh terhidrasi dengan baik. Selain itu minumlah susu ibu hamil Frisian Flag Mama yang diperkaya oleh protein, karbohidrat, lemak, serat pangan (inulin), asam folat, zat besi, kalsium, 29 multivitamin, dan mineral yang diperlukan oleh ibu dan janin dalam kandungan.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Bu. Dapatkan juga berbagai keuntungan dengan melakukan registrasi member Ibu & Balita.