Share Like
Simpan

Ketika Ayah dan Ibu memutuskan untuk membangun sebuah keluarga, tentunya tidak lepas dari keinginan memiliki buah hati. Salah satu hal yang dinanti-nanti setelah menikah biasanya adalah kabar baik mengenai kehamilan Ibu. Agar Ibu siap memasuki masa kehamilan, sebaiknya Ibu memahami betul seperti apa tanda-tanda kehamilan itu.

Tanda-tanda kehamilan yang dialami Ibu seringkali membingungkan. Terutama apabila ini merupakan kehamilan pertama bagi Ibu. Salah satunya yang mudah dikenali adalah berhentinya siklus menstruasi. Akan tetapi, yang umum terjadi biasanya ditandai dengan munculnya flek yang keluar dari alat kelamin  pada celana dalam Ibu. Namun, normal atau tidaknya flek yang muncul seringkali membuat Ibu bingung dan khawatir.

Jangan khawatir, Bu. Salah satunya yang mudah dikenali adalah berhentinya siklus menstruasi. Akan tetapi, yang umum terjadi biasanya ditandai dengan munculnya flek yang keluar dari alat kelamin  pada celana dalam Ibu. Agar Ibu tidak keliru, berikut adalah perbedaan antara menstruasi dan flek karena hamil:

Ketika menstruasi, darah yang keluar berwarna merah terang. Sedangkan flek biasanya berwarna lebih muda atau cokelat.

Apabila darah yang keluar cukup banyak, itu adalah menstruasi. Sedangkan flek tidak keluar dengan jumlah yang banyak.

Mungkin Ibu masih bertanya-tanya apa penyebab munculnya flek ketika hamil. Di usia kehamilan yang masih sangat muda, munculnya flek atau spotting biasanya tidak berbahaya. Flek ini muncul biasanya beberapa hari sebelum atau bahkan bertepatan dengan jadwal menstruasi. Walaupun belum benar-benar bisa dipastikan apa penyebabnya, namun diperkirakan dua hal ini adalah hal yang memicu munculnya flek:

Hormon yang mengontrol siklus menstruasi diperkirakan memicu terjadinya pendarahan besar.

Telur yang sedang dibuahi dapat menyebabkan terjadinya pendarahan kecil atau spotting.

 Walaupun munculnya flek ini merupakan salah satu dari banyaknya tanda kehamilan, namun Ibu tidak perlu khawatir dan takut jika Ibu tidak mengeluarkan flek. Pada beberapa kasus, Ibu yang mendapati dirinya hamil tidak mengalami flek dan hal ini masih tergolong aman.  

Tidak hanya sebagai salah satu tanda kehamilan, seringkali flek yang muncul justru sebagai tanda adanya masalah pada mulut rahim Ibu. Beberapa masalah yang dapat memicu munculnya flek, yaitu:

Iritasi di bagian rahim. Hormon yang meningkat saat hamil dapat mengubah lapisan pada dinding rahim yang justru memicu terjadinya pendarahan.

Polip yang tumbuh pada mulut rahim.

Infeksi pada mulut rahim.

Infeksi pada alat kelamin atau mulut rahim.

Apabila selama mengeluarkan flek, Ibu merasakan kram atau nyeri di sekitar perut, sebaiknya segera periksakan ke dokter ya, Bu. Pada beberapa kasus, flek yang mengeluarkan lebih banyak darah biasanya merupakan indikasi terjadinya keguguran. Kasus ini sangat rentan terjadi ketika usia janin masih kurang dari 12 minggu. Akan lebih baik apabila Ibu langsung berkonsultasi dengan dokter jika terjadi hal semacam itu.

Salah satu penyebab terjadinya flek yang juga sering terjadi adalah pada kehamilan ectopic atau hamil di luar kandungan. Pada jenis kehamilan yang seperti ini, embrio berhasil dibuahi namun tidak di dalam rahim. Biasanya embrio ini masuk ke dalam saluran telur dan bila dibiarkan terlalu lama, saluran telur bisa pecah. Walaupun kehamilan ectopic ini terbilang berbahaya, namun kemungkinan terjadinya sangatlah kecil. Hanya sekitar 2% dibandingkan dengan kehamilan yang normal.

 Ibu mungkin merasa khawatir dan resah ketika Ibu mengeluarkan flek. Selama tidak dibarengi dengan rasa nyeri pada perut bagian bawah atau intensitasnya cukup sering bahkan terus menerus, flek yang keluar dapat dikatakan normal. Jangan terburu-buru berspekulasi dan panik. Tetaplah tenang dan cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan. Oleh karena itu, perbanyak terus informasi Ibu mengenai tanda-tanda kehamilan serta cara mengatasinya ya, Bu. Jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan Ibu agar janin dapat berkembang dengan baik.