Whatsapp Share Like Simpan

Ciri-ciri anemia pada ibu menyusui perlu diketahui oleh Ibu yang sedang berada di fase ini. Proses menyusui, apalagi untuk pertama kalinya, tidak selalu mudah dan menghadirkan tantangan yang harus dilewati oleh Ibu.

Anemia bisa menjadi salah satu gangguan kesehatan seperti mengalami anemia. Anemia adalah kondisi tubuh kekurangan darah yang mengandung hemoglobin. Kurangnya sel darah merah ini mengakibatkan penyebaran oksigen ke seluruh organ tubuh menjadi berkurang.

Saat tubuh mengalami kekurangan oksigen dalam peredaran darah, maka organ tubuh tak bisa bekerja dengan maksimal. Oksigen dalam sela darah merah ini sangat penting untuk menggerakan organ tubuh seperti otak, jantung, usus, dan lainnya. Oleh karena asupan nutrisi harus didapatkan oleh ibu menyusui.

Ibu membutuhkan gizi harian yang lebih tinggi dibandingkan biasanya. Sebab, saat menyusui, si Kecil juga mendapatkan asupan nutrisi dari ASI, sehingga Ibu perlu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi berbagai nutrisi, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral untuk Ibu menyusui. 

Ciri-ciri Anemia pada Ibu Hamil

Ibu bisa mengenali ciri-ciri anemia ketika ada dalam masa menyusui melalui beberapa ciri berikut ini:

Artikel Sejenis

Ciri-ciri Anemia: Mudah Kelelahan

Kelelahan menjadi ciri-ciri anemia yang paling umum terjadi, termasuk saat Ibu menyusui. Memang cukup sulit untuk menentukan apakah tubuh kita mengalami anemia atau tidak jika hanya melihat gejala yang satu ini saja. Karena memang ada banyak faktor yang menyebabkan badan kita terasa lemas dan lesu.

Saat Hb rendah, jantung harus bekerja lebih keras untuk memindahkan oksigen yang mengalir dalam darah ke seluruh tubuh. Hal inilah yang membuat tubuh terasa jadi cepat lelah. Jika kondisi ini terjadi dan merasakan kelelahan yang berbeda dari biasanya, segera kunjungi dokter dan tingkatkan asupan zat besi serta vitamin C dan vitamin B12 yang bersumber dari daging merah, sayuran, buah-buahan atau multivitamin.

Ciri-ciri Anemia: Pusing

Pusing dan perasaan seolah-olah mau pingsan sering dikaitkan dengan ciri-ciri anemia awal. Kondisi ini juga sering menjadi petunjuk pertama dokter dalam mendiagnosa pasien yang mengalami anemia. Bagi ibu menyusui, ciri-ciri anemia yang ditandai dari berkurangnya jumlah sel darah merah atau hemoglobin, pusing cukup umum terjadi.

Anemia terjadi karena adanya penurunan produksi sel darah merah atau hemoglobin, yang bertanggung jawab untuk transportasi oksigen darah ke berbagai jaringan dan organ-organ penting dalam tubuh. Jika darah tidak dapat memberikan suplai oksigen yang sesuai kebutuhan ke seluruh anggota tubuh, maka penderita akan menunjukkan tanda kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, kelemahan otot, peningkatan denyut jantung, kulit pucat, sesak nafas, dan pusing atau perasaan ingin pingsan, bahkan kejang-kejang pun bisa saja terjadi.

Ciri-ciri Anemia: Kulit Pucat

Kulit menjadi pucat adalah ciri-ciri anemia lainnya, kondisi ini biasanya menandakan ada penurunan aliran darah atau produksi sel darah merah yang rendah. Jika Ibu mengalami kulit pucat selama menyusui, segera periksakan diri ke dokter agar dilakukan pencegahan untuk memastikan apakah gejala ini merupakan ciri-ciri anemia atau kondisi lainnya.

Ciri-ciri Anemia: Sakit Kepala

Ciri-ciri anemia juga cenderung menunjukkan gejala seperti sakit kepala hingga napas yang terengah-engah. Ciri-ciri anemia ini biasanya terjadi saat Ibu berdiri mendadak atau sedang melakukan aktivitas fisik. Jika anemia sudah sampai pada tahap yang parah dan dalam jangka panjang, ketidakcukupan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh ini akan menyebabkan sel-sel tubuh mati. Kondisi ini dikenal sebagai iskemia.

Ciri-ciri Anemia: Sulit Berkonsentrasi

Seperti yang sudah dijelaskan, hemoglobin adalah protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Kurangnya hemoglobin tidak hanya memengaruhi produksi sel darah merah dan pengiriman oksigen ke organ tubuh, otot, dan jaringan tubuh saja. Selain itu, kekurangan hemoglobin bisa memengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan dalam berkonsentrasi dan membuat keputusan.

Bahaya Anemia Pada Ibu Menyusui

Ciri-ciri anemia kini sudah Ibu pahami, namun secara umum ciri-ciri anemia seringkali terjadi tanpa disadari. Ciri-ciri anemia yang dijelaskan sebelumnya seperti pusing, insomnia, dan kelelahan sering menjadi situasi yang biasa dialami para Ibu yang baru melahirkan. Padahal jika tidak segera ditangani, anemia sangat berbahaya bagi kesehatan Ibu dan bayi.

  • Perasaan depresi setelah melahirkan karena menurunnya energi dan kinerja fisik Ibu.
  • Respons imun tubuh Ibu menurun, ini dapat menyebabkan saluran ASI tersumbat sehingga berisiko terjadinya peradangan pada kelenjar susu. Jika puting Ibu terluka dalam proses menyusui, penyembuhannya bisa menjadi lebih lama, dimana akan mengganggu produksi ASI.
  • Meningkatnya risiko anemia pada bayi yang diberi ASI, dimana ini dapat berpengaruh pada perkembangan fisik dan mentalnya, seperti tingkat intelejensinya menurun dan daya tahan tubuhnya berkurang sehingga rentan terhadap infeksi.
  • Bayi yang menerima ASI dari ibu yang mengalami anemia juga berisiko kehilangan kesempatan mendapat nutrisi terbaik untuk otaknya dalam periode emas hidupnya di usia 0–2 tahun.

Mengatasi Anemia pada Ibu Menyusui

Setelah Ibu mengetahui ciri-ciri anemia yang bisa terjadi pada Ibu hamil, Ibu perlu memahami pencegahan anemia pada ibu hamil.

Transfusi Darah

Dalam kasus anemia yang parah, terkadang ibu perlu diberikan transfusi darah. Jadi darah yang ada di dalam tubuhnya bisa kembali normal dan ibu bisa menyusui lagi bayinya. 

Mengonsumsi Makanan Kaya Zat Besi

Konsumsilah makanan yang kaya akan zat besi seperti bayam, kacang-kacangan, daging sapi, ayam, dan makanan yang diperkaya zat besi seperti roti dapat meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh. Selain itu, daging merah merupakan makanan yang memiliki kandungan zat besi dalam jumlah tinggi.

Mengonsumsi Suplemen Zat Besi

Dokter Saptawati mengatakan, ibu menyusui harus mengonsumsi suplemen yang mengandung zat besi yang aman untuk dirinya dan bayinya. Sebab biasanya suplemen zat besi terkenal menyebabkan kembung dan sembelit sehingga konsumsinya harus diikuti dengan cukup minum air putih. 

Perbanyak Istirahat

dr Saptawati mengatakan, umumna ibu menyusui yang mengalami anemia akan terlihat lesu, mudah lelah, sehingga tidak bertenaga untuk menyusui. Oleh sebab itu, perlu istirahat cukup dan rajin mengonsumsi suplemen, serta makanan yang kaya zat besi. 

Mengonsumsi Makanan Kaya Vitamin C

Buah-buahan terutama buah jeruk kaya yang vitamin C, akan membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Selain jeruk, Anda juga bisa mengonsumsi makanan dengan vitamin C tinggi lainnya seperti mangga atau tomat. 

Ciri-ciri anemia dan risiko yang bisa ditimbulkan sudah dijelaskan, Ibu bisa mencegah dan mengatasi anemia dengan mengonsumsi makanan bernutrisi karena nutrisi dan vitamin untuk Ibu menyusui wajib dipenuhi setiap hari. Dari beberapa jenis nutrisi dan vitamin, Ibu juga bisa mendapatkannya dalam susu Frisian Flag MAMA. Susu ini diformulasikan khusus untuk Ibu hamil dan Ibu menyusui yang mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium untuk memenuhi asupan gizi harian Ibu dan si Kecil.