Whatsapp Share Like Simpan

Mendapat kabar positif hamil tentu sangat menggembirakan ya, Bu. Kini tugas Ibu adalah menjaga kehamilan dan mengawasi perkembangan janin. Di trimester kehamilan pertama, yakni pada bulan pertama hingga ketiga, merupakan masa awal kehamilan. Di masa ini zigot (bakal embrio) akan menempel pada dinding rahim dan mengalami perkembangan dari bulan ke bulan. Apa sajakah perkembangan janin di trimester pertama ini?

Bulan Pertama (Minggu ke-1 - ke-4)

Di bulan pertama ini zigot telah berkembang menjadi embrio hingga akhirnya menjadi janin. Beberapa organ vital janin juga mulai tumbuh, mulai dari otak, mata, telinga, hidung, mulut, sistem saraf, hingga sumsum tulang belakang. Begitu pula dengan jantungnya yang sudah mulai berkembang dan berdetak.

Selain organ vital, kantung ketuban dan plasenta juga mulai terbentuk. Kantung ketuban berfungsi untuk membungkus dan melindungi embrio, sementara plasenta berfungsi untuk menyalurkan makanan dari Ibu ke janin sekaligus sebagai saluran pembuangan kotoran janin ke luar. Di akhir minggu ke-4, janin akan berukuran sekitar 2 milimeter atau kira-kira sebesar biji kacang hijau.

Bulan Kedua (Minggu ke-4 - ke-8)

Memasuki bulan ke-2 di trimester kehamilan pertama ini, organ-organ vital sudah mulai terbentuk lebih jelas dan berfungsi secara perlahan. Alat kelamin janin juga mulai terbentuk, tapi masih belum dapat dipastikan jenis kelaminnya. Kemudian, beberapa anggota tubuh, seperti kepala, mulut, bibir, telinga, tangan, dan kaki, juga mulai terbentuk lebih sempurna.

Di akhir minggu ke-7 hingga ke-8, bentuk wajah dan tubuh embrio sudah lebih jelas sehingga sudah dapat disebut sebagai janin. Gerak refleks terhadap ibunya pun mulai nampak. Pada akhir minggu ke-8, janin diharapkan memiliki berat 1,1 gram dan panjang 2,7 cm atau sebesar kacang merah.

Artikel Sejenis

Bulan Ketiga (Minggu ke-8 - ke-12)

Pada bulan ketiga, kuncup gigi janin mulai muncul. Jantungnya telah berfungsi secara sempurna, sementara bagian tubuh lainnya, seperti mulut, jari, kuku, pita suara, kelenjar air liur, dan alat kelamin mulai terbentuk dengan lebih sempurna. Janin juga mulai mampu membuka mulutnya lho, Bu. Selain itu, organ dalam janin turut berkembang. Sistem peredaran darah dan urin mulai bekerja, serta hatinya pun mulai menghasilkan empedu.

Di bulan ini, janin sebenarnya sudah mulai bergerak, Bu, tapi Ibu belum dapat merasakannya. Kemudian, tulang rawan janin mulai digantikan oleh sel tulang. Di akhir minggu ke-12, tulang rawan yang membentuk tulang belakang janin pun akan berganti menjadi tulang keras. Untuk fisik, janin akan memiliki berat yang mencapai 30 gram dan panjang 7 cm.

Wajib Lakukan Pemeriksaan Kehamilan

Di trimester kehamilan pertama, ada beberapa pemeriksaan kehamilan yang wajib Ibu lakukan. Setelah dilakukan pemeriksaan urin atau darah HCG dan dinyatakan positif hamil, Ibu akan mendapatkan pemeriksaan USG guna memastikan janin dalam keadaan sehat dan jantungnya sudah berdetak.

Di samping USG, pemeriksaan kehamilan lainnya yang akan Ibu jalani antara lain:

  • Tes rhesus darah
  • Cek tekanan darah
  • Pap smear
  • Tes TORCH
  • Tes penyakit menular seksual
  • Pemeriksaan kadar tiroid
  • Pemeriksaan risiko anemia
  • Skrining genetik nuchal translucency (NT) guna melihat risiko bayi cacat lahir dan kelainan kromosom

Semua pemeriksaan di atas wajib untuk dijalani supaya kesehatan Ibu dan janin dapat terpantau, sekaligus untuk menghindari adanya risiko komplikasi yang membahayakan sejak dini. Dokter juga akan menentukan kapan hari perkiraan lahir (HPL) calon bayi Ibu.

Risiko di Trimester Kehamilan Pertama

Trimester pertama merupakan masa-masa yang rawan. Sejumlah risiko bisa saja muncul dan perlu Ibu waspadai. Risiko tersebut diantaranya adalah:

  • Demam tinggi. Suhu tubuh yang meningkat merupakan salah satu tanda kehamilan di trimester pertama. Namun waspadalah jika mengalami demam tinggi hingga suhu 38o Celcius yang berlangsung beberapa hari, terlebih jika demamnya diiringi dengan nyeri sendi dan ruam. Ada kemungkinan ini adalah gejala infeksi serius, seperti cytomegalovirus (CMV) dan toxoplasma yang dapat membahayakan kondisi janin.
  • Keguguran. Kram perut dan bercak flek darah merupakan gejala yang normal terjadi di trimester pertama sebagai tanda embrio berhasil menempel pada dinding rahim. Namun apabila kram perut terasa sangat sakit dan pendarahannya keluar dengan jumlah banyak, bisa jadi ini sebagai pertanda keguguran.
    Ini merupakan komplikasi kehamilan yang umum menimpa ibu hamil di trimester pertama. Penyebab keguguran bisa bermacam-macam, Bu, mulai dari gangguan hormon, kelainan rahim, penyakit autoimun, penyakit kronis, hingga penyakit infeksi.
  • Hiperemesis gravidarum. Mual dan muntah saat kehamilan atau yang disebut dengan morning sickness adalah gejala yang umum dialami oleh ibu hamil. Mual dan muntah yang perlu dikhawatirkan adalah yang frekuensinya sering, volumenya sangat banyak, hingga melemahkan tubuh.

Gejala-gejala tersebut mungkin menandakan Ibu mengalami hiperemesis gravidarum. Muntah yang berlebih ini dapat mengakibatkan dehidrasi, penurunan berat badan drastis, ketidakseimbangan elektrolit, hingga kekurangan gizi. Untuk itu sebaiknya Ibu segera berkonsultasi ke dokter saat mendapati gejala-gejala ini supaya tidak terus berlanjut dan mempengaruhi perkembangan janin.

Sangat penting untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan rutin agar bisa menjalani trimester kehamilan pertama dengan lancar. Selain itu, pastikan Ibu selalu mengonsumsi makanan bernutrisi dan diimbangi dengan susu Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA, ya. Susu ini telah diperkaya dengan protein, karbohidrat dan lemak, Serat pangan (Inulin), Tinggi Zat Besi, Tinggi Kalsium, Tinggi Asam folat, serta 29 multivitamin dan mineral. Semoga kehamilan Ibu berjalan lancar hingga masa persalinan nanti.

Jika masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar kehamilan, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar ya, Bu. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu.

Sumber:

Halodoc, Hellosehat