Whatsapp Share Like Simpan

Cerebral palsy yang disebut juga lumpuh otak adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan perkembangan otak dan saraf, sehingga menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Penyakit ini biasanya terjadi saat anak masih di dalam kandungan, tetapi juga dapat terjadi saat proses persalinan, atau di dua tahun pertama kelahiran si Kecil. 

Melansir laman resmi healthychildren.org, cerebral palsy merupakan kondisi yang bisa terjadi dengan tingkat ringan, sedang, ataupun parah. Pada dasarnya, penyakit ini terjadi ketika perkembangan motorik anak tidak berkembang dengan baik.

Gejala Cerebral Palsy

Berikut ini beberapa gejala cerebral palsy yang umum dialami oleh anak-anak, di antaranya:

  • Cenderung hanya menggunakan satu sisi tubuh. Misalnya, menyeret salah satu tungkai saat merangkak, atau menggapai sesuatu hanya dengan satu tangan
  • Perkembangan kemampuan gerak (motorik) yang terlambat, seperti merangkak atau duduk
  • Kesulitan melakukan gerakan yang fokus dan tepat, misalnya saat mengambil suatu benda
  • Gaya berjalan anak tampak tidak normal, seperti berjinjit, menyilang seperti gunting, atau berjalan dengan tungkai terbuka lebar
  • Otot kaku, hingga sangat lunglai
  • Bagian badan mudah tremor
  • Gerakan menggeliat yang tidak terkontrol (athetosis)
  • Memiliki respons yang kurang terhadap sentuhan atau rasa nyeri
  • Sulit menahan buang air kecil, sehingga sering mengompol (inkontinensia urine) meskipun usianya di atas 5 tahun
  • Mengalami gangguan kecerdasan
  • Mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran
  • Mengalami gangguan berbicara (disartria)
  • Kesulitan dalam menelan (disfagia)
  • Air liur keluar secara terus menerus
  • Kejang

Penyebab Cerebral Palsy

Cerebral berarti berhubungan dengan otak. Sementara, palsy berarti kelemahan atau kesulitan menggunakan otot. Penyebab cerebral palsy adalah karena adanya cidera pada bagian otak yang mengontrol kemampuan untuk menggunakan otot. Beberapa penyebab lain yang bisa mengakibatkan si Kecil mengalami cerebral palsy di antaranya: 

  • Perubahan pada gen yang memiliki peran dalam perkembangan otak
  • Infeksi saat hamil yang menular pada janin. Contohnya cacar air, rubella, sifilis, infeksi toksoplasma, dan infeksi cytomegalovirus
  • Gangguan pada suplai darah ke otak janin (stroke janin) 
  • Perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan bayi
  • Bayi kembar dua atau lebih. Risiko terjadinya penyakit ini akan meningkat pada salah satu bayi yang selamat, apabila bayi yang lain meninggal saat lahir
  • Berat badan bayi yang rendah saat lahir, yaitu kurang dari 2,5 kilogram
  • Kurangnya suplai oksigen pada otak bayi selama proses persalinan
  • Kelahiran prematur, yaitu lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu
  • Kelahiran sungsang, yaitu lahir dengan kaki terlebih dulu yang keluar
  • Terdapat radang pada otak atau selaput otak bayi
  • Penyakit kuning yang meracuni otak (kernikterus)
  • Cedera parah di kepala, misalnya akibat terjatuh atau kecelakaan

Jenis Cerebral Palsy 

Dilansir dari laman resmi cerebralpalsyguidance.com, terdapat 4 jenis cerebral palsy yang perlu Ibu pahami, antara lain:

Artikel Sejenis

  • Spastic cerebral palsy

    Sekitar 75 persen cerebral palsy adalah jenis spastic. Pada anak dengan kondisi ini, ia biasanya memiliki otot yang menyempit dengan pergerakan yang kaku, terutama pada kaki, lengan, dan punggung. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan dalam mengendalikan otot, sulit bergerak dari satu posisi ke posisi lain, otot kaku dan kejang.

  • Dyskinetic cerebral palsy

    Selain spastic, dyskinetic juga termasuk jenis cerebral palsy yang paling umum dialami oleh anak-anak dengan beberapa tanda, di antaranya sulit menelan dan bicara, postur tubuh yang buruk, gerakan anak sulit dikendalikan, dan melakukan gerakan berulang serta memutar.

  • Ataxic cerebral palsy 

    Kondisi ini memengaruhi seluruh tubuh sehingga anak memiliki masalah keseimbangan dan koordinasi. Ia tampak memiliki pergerakan yang lambat dan tidak terkendali, serta bentuk otot yang buruk yang membuatnya sulit berjalan dan duduk secara tegap.

    Baca juga: Pentingnya 9 Asam Amino Esensial Bagi Anak

  • Campuran cerebral palsy

    Gejala campuran adalah kombinasi dari dua atau tiga jenis cerebral palsy yang sudah dijelaskan di atas. Namun, campuran yang paling umum terjadi yaitu campuran spastic dan dyskinetic.

Faktor Risiko Cerebral Palsy 

Seperti yang telah disebutkan, keluhan cerebral palsy akan bersifat permanen dan mengganggu tumbuh kembang. Berikut ini beberapa komplikasi cerebral palsy yang mungkin dialami pengidapnya, antara lain:

  • Kekurangan nutrisi akibat sulit menelan makanan
  • Stres dan depresi
  • Penyakit paru-paru
  • Kepadatan tulang yang rendah (osteopenia)
  • Mengalami penyakit peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan
  • Gangguan penglihatan

Selain itu, penyakit ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko terhadap aspek kesehatan ibu, janin, dan kandungan.

Kesehatan Ibu Hamil 

Faktor risiko cerebral palsy pada kesehatan Ibu hamil bisa muncul akibat paparan zat kimia berbahaya bisa menjadi racun ketika sedang hamil. Paparan zat ini secara signifikan dapat meningkatkan risiko cerebral palsy pada bayi. Beberapa jenis infeksi yang perlu menjadi perhatian Ibu adalah: 

  • Herpes saat hamil yang ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan
  • Infeksi parasit toksoplasmosis
  • Infeksi virus zika yang bisa menyebabkan ukuran kepala anak lebih kecil dari ukuran normal (mikrosefali) dan bisa menyebabkan cerebral palsy 
  • Ibu mengalami cedera atau infeksi selama kehamilan.
  • Gangguan kehamilan yang membuat janin tidak mendapatkan cukup oksigen di dalam kandungan

Penyakit Bayi Baru Lahir

Selain faktor kesehatan dan kondisi Ibu, ada pula penyakit yang diderita bayi ketika baru lahir yang bisa meningkatkan risiko cerebral palsy, seperti bakteri meningitis dan pendarahan pada otak. Kondisi infeksi bakteri meningitis menyebabkan peradangan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Sementara, kondisi perdarahan otak disebabkan karena bayi mengalami stroke di dalam rahim. 

Cara Mengobati Cerebral Palsy 

Meskipun penyakit ini bersifat permanen, namun pengobatan dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam beraktivitas secara mandiri. Akan tetapi, melansir laman resmi healthline.com, hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan cerebral palsy secara total. Metode pengobatan yang umumnya diberikan pada pengidap lumpuh otak, di antaranya: 

  • Obat-obatan

    Obat-obatan digunakan untuk meredakan nyeri atau melemaskan otot yang kaku, agar pengidap lebih mudah untuk bergerak. Dokter akan memberikan resep obat yang berbeda tergantung dari kondisi masing-masing pengidap. 

  • Terapi

    Selain obat-obatan, berbagai jenis terapi juga diperlukan untuk mengatasi gejala cerebral palsy, seperti fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi bicara. 

  • Operasi

    Operasi diperlukan bila kaku otot mengakibatkan kelainan pada tulang. Contohnya adalah bedah ortopedi dan Selective dorsal rhizotomy (SDR). 

Mengingat cerebral palsy merupakan penyakit yang cukup berisiko, maka sebaiknya Ibu segera membawa si Kecil ke dokter jika mengalami beberapa gejala seperti yang telah disebutkan di atas. Pasalnya, kondisi ini harus diatasi dengan cepat dan tepat agar mendapat pengobatan yang lebih baik oleh tim medis.