Whatsapp Share Like Simpan

Kekurangan asam amino pada bayi bisa memberi berbagai dampak tak baik bagi si kecil. Asam amino ibarat sebuah tim yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang positif.

Bicara soal kerja sama, berbagai hal di dalam hidup seperti aktivitas sehari-hari hingga pencapaian dalam hal yang lebih besar, persoalan kerja sama tim sangat penting. Demikian pula dengan sistem kerja asam amino dalam bekerja sama sebagai satu tim untuk memberikan dampak yang besar bagi kesehatan kita dan anak dengan cara yang positif.

Asam amino merupakan senyawa organik yang dibutuhkan oleh semua orang, termasuk bayi. Manfaat asam amino untuk bayi ada beragam, mulai dari mendukung pertumbuhan hingga memperkuat daya tahan tubuhnya. Dengan demikian, kekurangan asam amino pada bayi sudah pasti akan memberi dampak negatif.

Ada 9 asam amino esensial atau 9AAE yang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, seperti pertumbuhan otot dan penyerapan kalsium. Kekurangan asam amino pada bayi ini akan mengakibatkan asam amino lain tidak dapat secara efektif mendukung pertumbuhan optimal bayi Anda.

Oleh karena itu, kita harus memberi asupan makanan bagi anak-anak dengan makanan yang mengandung kesembilan asam amino esensial.

Artikel Sejenis

Di antara 20 asam amino yang dibutuhkan tubuh, 9 di antaranya tidak diproduksi oleh tubuh manusia dan perlu diperoleh melalui pola makan. 9 ini disebut "asam amino esensial" dan sangat penting untuk pertumbuhan otot dan perkembangan tulang. Oleh karena itu, penting untuk memberikan anak Anda protein berkualitas tinggi, yang mengandung 9 asam amino esensial.

Hasilnya adalah anak Anda akan menjadi sehat dan mencapai potensi tumbuh kembangnya. Dari studi ekstensif terhadap lebih dari 16.000 anak oleh Survei Gizi Asia Tenggara (SEANUTS) menemukan bahwa anak-anak yang makan lebih banyak protein berkualitas tinggi cenderung tumbuh lebih tinggi daripada rata-rata. Ada pula studi yang sama mengamati bahwa anak-anak yang mencapai tonggak tinggi untuk menunjukkan tingkat kecerdasan yang tinggi.

Selain berkontribusi pada pertumbuhan otot dan perkembangan tulang, asam amino esensial juga berperan dalam fungsi dasar tubuh, seperti fungsi sel, detoksifikasi, pencernaan, pertumbuhan dan perbaikan, fungsi kekebalan dan pengaturan tidur.

a. Manfaat Asam Amino untuk Bayi- Mengatasi atau Mengurangi Gejala Alergi

Manfaat Asam amino bagi bayi di antaranya adalah membantu mengurangi hingga mengatasi alergi. Beberapa protein, misalnya, protein pada susu sapi bisa memicu gejala alergi pada anak. Gejala alergi itu terbukti bisa berkurang jika protein diberikan dalam bentuk yang sudah dipecah atau dalam bentuk asam amino esensial.

Hal ini tentu saja menjadi bentuk manfaat asam amino bagi bayi yang memiliki alergi susu sapi. Dengan memberi si kecil susu formula yang mengandung asam amino esensial, bisa memberi manfaat protein dari susu tanpa mengalami gejala alergi.

b. Manfaat Asam Amino untuk Bayi- Meningkatkan Imunitas Tubuh

Manfaat asam amino esensial berikutnya adalah meningkatkan imunitas pada tubuh si kecil. Asam amino dibutuhkan untuk membentuk sitokin dan antibodi. Kedua zat ini sangat memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Tidak sampai di situ saja, asam amino juga terbukti berperan besar dalam aktivasi dan pembentukan sel darah putih, yaitu sel yang dibutuhkan tubuh untuk melawan benda asing atau kuman penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

c. Manfaat Asam Amino untuk Bayi- Mendukung Perkembangan Otot

Protein adalah materi utama pembangun otot. Oleh karena itu, asupan asam amino yang cukup akan sangat berguna bagi perkembangan otot bayi sehingga manfaat asam amino sudah jelas sangat membantu untuk aspek ini.

Meski demikian, asupan dari manfaat asam amino itu saja tidak cukup. Ibu juga harus memastikan bahwa kebutuhan tubuh si kecil akan nutrisi lainnya, terutama kalsium dan vitamin D juga harus terpenuhi dengan baik.

d. Manfaat Asam Amino untuk Bayi- Mendukung Pertumbuhan Bayi

Manfaat asam amino berikutnya adalah mendukung pertumbuhan bayi. Penelitian menunjukkan bahwa bayi berusia 6–35 bulan yang mendapatkan asupan asam amino secara cukup cenderung memiliki berat dan tinggi badan yang lebih ideal.

Dampak Kekurangan Asam Amino pada Bayi

Seperti yang sudah dijelaskan, asam amino memiliki peranan penting bagi tubuh sehingga kekurangan asam amino pada bayi bisa memberi dampak negatif. Setelah mengenal manfaat asam amino, berikutnya kenali dampak dari kekurangan asam amino pada bayi.

a. Kekurangan asam amino pada bayi- Imunitas tubuh menurun

Kekurangan asam amino pada bayi dapat menurunkan kekebalan atau imunitas tubuh. Itulah sebabnya, orang yang kebutuhan asam amino tidak tercukupi dengan baik lebih rentan terkena penyakit, khususnya penyakit infeksi.

b. Kekurangan asam amino pada bayi- Pertumbuhan dan perkembangan bayi terhambat

Kekurangan asam amino pada bayi juga berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, protein dalam asam amino merupakan bahan baku berbagai jaringan, hormon, dan neurotransmitter sehingga kekurangan asam amino pada bayi akan mengganggu sistem pertumbuhan.

Jika kekurangan asam amino pada bayi, tentu saja proses pertumbuhan dan perkembangannya dapat terganggu. Salah satu tandanya adalah anak mengalami stunting atau memiliki tubuh yang lebih pendek daripada anak-anak lain seusianya.

c. Kekurangan asam amino pada bayi- Gangguan fungsi otak

Kekurangan asam amino pada bayi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Alasannya adalah karena asam amino yang terdapat pada protein dibutuhkan untuk pembentukan beragam jenis neurotransmitter, yaitu senyawa kimia yang berperan mengantar stimulus atau pesan ke sel saraf otak maupun otot sehingga kekurangan asam amino pada bayi bisa mengganggu sistem tersebut.

Memastikan anak Anda mendapatkan nutrisi lengkap juga bisa mengurangi kemungkinan terkena penyakit degeneratif seperti stunting. Untuk memastikan kekurangan asam amino pada bayi tidak terjadi dan untuk membantu pertumbuhan ototnya Anda bisa membuat makanan yang mendukung pertumbuhan anak. Makanan merupakan elemen penting dalam menjaga tumbuh kembang anak agar optimal. Sebagaimana yang telah Ibu ketahui, makanan punya peranan penting dalam memproduksi 9 asam amino esensial yang sangat diperlukan oleh tumbuh kembang buah hati.

Untuk memastikan kekurangan asam amino pada bayi tidak terjadi, pemberian sumber asam amino juga bisa dipastikan melalui cara lain seperti ASI atau susu formula yang mengandung asam amino. Pemberian ASI sudah mampu memenuhi kebutuhan asam amino bayi yang berusia kurang dari 6 bulan sehingga bisa menghindarkan kekurangan asam amino pada bayi. 

Langkah lain untuk memastikan kekurangan asam amino pada bayi tidak terjadi adalah memberikan MPASI yang mengandung asam amino. Jika usia si kecil sudah menginjak usia 6 bulan, Ibu bisa memasukkan makanan yang mengandung asam amino ke dalam MPASI-nya sehingga bisa menghindarkan dari kekurangan asam amino pada bayi. Asam amino bisa didapatkan dari makanan yang mengandung protein, baik itu protein hewani maupun protein nabati.


Sumber: 

Alodokter

Ernalia, Y, L Dwi Utari, . Suyanto, and T Restuastuti. 2018. “Different Intakes of Energy and Protein in Stunted and Non-Stunted Elementary School Children in Indonesia.” KnE Life Sciences 4 (4): 556. https://doi.org/10.18502/kls.v4i4.2318 

 Sandjaja, Sandjaja, Basuki Budiman, Heryudarini Harahap, Fitrah Ernawati, Moesijanti Soekatri, Yekti Widodo, Edith Sumedi, et al. 2013. “Food Consumption and Nutritional and Biochemical Status of 0·5–12-Year-Old Indonesian Children: The SEANUTS Study.” British Journal of Nutrition 110 (S3): S11–20. https://doi.org/10.1017/S0007114513002109