Whatsapp Share Like Simpan

Di masa pertumbuhannya, setiap anak akan mengalami perkembangan motorik. Terdapat dua jenis perkembangan motorik, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Keterampilan motorik kasar (gross motor skill) adalah kemampuan dalam mengkoordinasikan otot-otot besar, seperti tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya. Sedangkan keterampilan motorik halus (fine motor skill) adalah kemampuan dalam mengkoordinasikan otot-otot kecil, seperti tangan dan jari.

Artikel ini akan berfokus pada keterampilan motorik halus yang banyak dialami oleh anak berusia 1 hingga 3 tahun. Keterampilan ini berkembang secara bertahap, dimulai dari kepala lalu dilanjutkan ke bagian otot lain. Biasanya perkembangan motorik halus anak dimulai saat tubuhnya lebih stabil saat bergerak serta kemampuan sosial dan kognitifnya ikut berkembang. Ibu bisa melihat perkembangannya saat si Kecil mulai menggunakan anggota tubuhnya untuk melakukan berbagai kegiatan. Inilah tahapan perkembangan motorik halus anak usia 1-3 tahun:

Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 1 Tahun

Di usia 1 tahun, si Kecil sedang di awal tahap belajar untuk menggunakan otot-otot kecilnya. Kontrol otot tangan dan jarinya yang sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya disertai dengan rasa ingin tahu membuatnya bersemangat untuk mempelajari banyak hal di sekitarnya. Semua hal yang ia temui terlihat sangat menarik, mulai dari benda bergerak, mainan berkancing, roda, hingga alat musik yang bersuara saat ia goyangkan.

Di usia ini, permainan menyusun balok menjadi jenis permainan favorit. Apalagi jika ia bisa merobohkan menara balok yang ia bangun bersama Ibu. Ia pasti akan tertawa dengan senangnya. Ada beberapa kegiatan yang bisa Ibu berikan untuk membantu perkembangan motorik halus anak usia 1 tahun:

  1. Bermain ‘cilukba’ dan ajari ia untuk meniru gerakan Ibu. meski merupakan jenis permainan yang sangat simpel, tapi si Kecil sangat menyukainya.
  2. Bermain Play Dough. Permainan ini akan melatih kekuatan tangan sekaligus mengajarkan berbagai bentuk dan warna kepada si Kecil.
  3. Menggelindingkan bola. Ibu duduk berhadapan dengan si Kecil, lalu ajari ia untuk menggelindingkan bola ke arah Ibu.
  4. Mengisi dan mengosongkan wadah. Isilah sebuah wadah dengan benda yang beraneka ragam dan ukuran. Ajari si Kecil untuk mengosongkan wadah dan mengisinya lagi sambil mempelajari bentuk dan ukuran benda-benda di dalamnya.
  5. Menunjuk anggota tubuh. Sebutkan anggota-anggota tubuh dan mintalah si Kecil untuk menunjuk anggota tubuhnya sesuai yang Ibu sebutkan.
  6. Menemukan mainan. Ajaklah si Kecil untuk mencari sendiri mainan yang telah Ibu sembunyikan.
  7. Menunjuk anggota keluarga. Tunjukkan sebuah foto keluarga kepada si Kecil dan minta ia untuk menunjuk anggota keluarga yang Ibu sebutkan.

Baca Juga: Stimulasi Kecerdasan Otak Si Kecil Usia 1-3 Tahun dengan 6 Hal Ini

Artikel Sejenis

Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 2 Tahun

Memasuki tahun keduanya soal motorik halus, keterampilan jari dan tangannya semakin baik. Ia sudah bisa menggerak-gerakkan jari secara mandiri dan menggunakannya untuk melakukan kegiatan yang lebih sulit. Contohnya saja memotong kertas dengan gunting khusus anak, memegang peralatan makan, dan menggambar bentuk yang lebih rumit. Keterampilannya berkembang sesuai dengan yang ia pelajari saat berusia 1 tahun. Si Kecil jadi lebih mandiri dan ingin mencoba berbagai macam hal sendiri. Berikut adalah beberapa kegiatan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia 2 tahun:

  1. Letakkan makanan kecil di piring dan ajarkan si Kecil untuk memakannya menggunakan garpu anak. Kegiatan ini akan membantu mengkoordinasikan tangan dan matanya.
  2. Ajak anak untuk ikut mengatur meja makan, seperti menata piring dan alat makannya sendiri di atas meja.
  3. Menyusun menara balok setinggi empat tingkat atau lebih.
  4. Ajari si Kecil untuk melipat kain lap besar.
  5. Berikan Play Dough dengan warna beragam supaya ia bisa belajar membuat aneka bentuk.

Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 3 Tahun

Di usia 3 tahun, tidak hanya kemampuan motoriknya saja yang berkembang pesat, tapi juga kognitif, interaktif, dan verbalnya. Ia sudah mulai bisa memahami percakapan dan merespon dengan jawaban saat diberi pertanyaan. Selain itu, si Kecil juga sudah pandai merangkai kata untuk mengutarakan keinginannya dan memahami manfaat dari menulis. Sesekali mungkin ia akan meminta Ibu untuk menuliskan kata-kata.

Kemampuan koordinasi tangannya pun semakin meningkat. Ia bisa menyusun menara balok hingga lebih dari lima tingkat dan memasukkan benda ke dalam lubang kecil. Berikan beberapa kegiatan di bawah ini untuk membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 3 tahun:

  1. Ajaklah si Kecil untuk bermain Play Dough dan membuat bentuk yang lebih rumit, seperti kue berlapis-lapis.
  2. Ajari ia untuk mengambil potongan kertas menggunakan pinset.
  3. Memasukkan senar atau tali ke manik-manik besar sebagai latihan koordinasi tangan dan matanya.
  4. Memindahkan pasir menggunakan sekop kecil atau sendok dari satu wadah ke wadah lainnya.
  5. Berikan contoh menumpuk kotak plastik beraneka warna dan minta ia untuk mengulanginya.
  6. Menempel stiker pada kotak yang telah disediakan.

Kegiatan untuk Melatih Motorik Halus Anak

Dalam kehidupan sehari-hari, keterampilan motorik halus juga akan membuat anak memiliki kemandirian, seperti mengenakan pakaian berkancing, makan dengan sendok, hingga kegiatan merawat diri lainnya. Itulah mengapa, keterampilan motorik halus sangat perlu dilatih saat anak masuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau bahkan sebelum itu

Ada beberapa jenis permainan atau kegiatan sederhana yang bisa dilakukan untuk melatih motorik halus si Kecil. 

Menggambar dan mewarnai

Untuk melatih motorik halus selanjutnya adalah menggambar dan mewarnai. Tujuan mewarnai dan menggambar bukan sekadar meningkatkan imajinasi dan kreativitas. Namun, kegiatan ini juga menjadi latihan pertama anak untuk memegang pensil dengan benar. Goresan tangan anak saat memegang krayon memerlukan koordinasi mata dan otot halus tangan. Secara perlahan, ajarkan anak untuk memegang pensil atau krayon dengan benar. 

Bermain playdoh

Playdoh atau lilin lunak dapat merangsang motorik halus anak. Saat anak meremas dan membentuk playdoh menjadi sebuah bentuk, maka otot-otot tangan dan mata dapat berkoordinasi sehingga dapat berkembang dengan baik. Bila orangtua ingin anak bermain playdoh tanpa bahan kimia berbahaya, maka dapat membuatnya sendiri dengan mencampur tepung terigu, garam, tepung kanji, minyak goreng serta air hingga kalis. Campur pewarna makanan agar menarik.

Melipat kertas

Untuk melatih motorik halus anak, Ibu bisa menyediakan potongan kertas warna-warni untuk dilipat. Kegiatan ini dapat menguatkan otot-otot jari dan tangan. Agar anak dapat mulai melipat sendiri, ajari anak dengan lipatan-lipatan sederhana dulu, seperti melipat berbentuk persegi panjang (dengan satu langkah lipatan) atau lipatan sapu tangan berbentuk persegi empat (dengan dua langkah lipatan).

Menempel dan melepas stiker Mengajak anak bermain menempel lalu melepas stiker dan menempelkannya lagi di tempat berbeda dapat melatih kekuatan dan kelenturan otot-otot tangan. Menempel stiker sesuai dengan tempatnya, seperti yang terdapat pada buku-buku stiker, juga dapat melatih ketelitian anak dalam melakukan sesuatu.

Melepas dan memasang kancing baju

Praktek memasang dan melepas kancing baju berfungsi untuk memberikan rangsangan kepada jari-jari tangan untuk memegang benda kecil, atau dalam hal ini melatih motorik halus si Kecil. Termasuk melatih koordinasi antara kedua tangan. Agar kegiatan terasa menyenangkan bagi anak, guru dan orangtua perlu melatih kesabaran dan memberi anak kesempatan di lain waktu bila hari ini ia belum menguasainya.

Keterampilan motorik halus anak akan terus berkembang seiring pertambahan usianya. Namun diperlukan dukungan dan bantuan dari Ibu supaya si Kecil bisa dapat berkembang secara optimal. Jangan lelah untuk terus mengajarinya ya, Bu. Selain itu terus berikan nutrisi yang dibutuhkan dalam masa tumbuh kembangnya ini. Salah satu nutrisi yang bisa si Kecil konsumsi adalah susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+ yang mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) secara lengkap, serta diperkaya juga dengan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Kandungan nutrisi dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+ ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang optimal si Kecil. Hadir dengan tiga varian rasa, yaitu vanilla, madu, dan cokelat yang disukai anak-anak.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz