Whatsapp Share Like
Simpan

Epilepsi atau yang lebih sering disebut ayan di Indonesia merupakan sebuah gangguan pada sistem saraf pusat yang disebabkan ketidaknormalan pola aktivitas listrik otak. Penyakit ini dapat diderita oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Epilepsi yang menimpa anak sebenarnya sudah dapat dilihat sejak bayi. Jika diketahui lebih dini, pengobatannya bisa lebih cepat dilakukan agar tidak mempengaruhi perkembangan anak. Yuk, kenali dulu serba-serbi epilepsi pada anak ini:

Apa Saja Tanda-tandanya?

Seperti yang sudah disinggung sedikit di atas, tanda-tanda epilepsi sudah dapat terlihat sejak anak masih bayi. Tandanya adalah sebagai berikut:

  1. Terdapat bercak coklat lebih dari enam buah di badan yang menyerupai tanda lahir dengan ukuran 1-2 cm.
  2. Adanya bercak kemerahan yang besarnya hampir menutupi sebagian wajah anak.
  3. Bercak di wajah dengan jumlah banyak yang tampilannya menyerupai jerawat.
  4. Mengalami kejang secara tiba-tiba dan akan berhenti dengan sendirinya selama kurang lebih 5 menit.
  5. Anak berhenti beraktivitas dan menatap dengan tatapan mata kosong seperti melamun yang disebut dengan kejang petit mal (petit mal seizure). Kejang ini berlangsung selama 30 detik hingga 1 menit dengan kondisi lengan atau kepala yang lunglai.
  6. Anak mengalami kedutan yang dimulai pada satu jari atau telapak tangan, lalu menjalar ke lengan hingga ke sebagian atau seluruh tubuh.
  7. Beberapa saat sebelum anak kejang, terdapat sebuah aura yang menyebabkan si Kecil merasa sakit tanpa sebab secara tiba-tiba, mencium bau yang tidak ada sumbernya, atau mendengar suara halusinasi. Selain itu ia akan merasa penglihatannya bermasalah atau ada perasaan aneh di bagian tubuhnya, khususnya perut.

Klasifikasi Epilepsi

Epilepsi pada anak ternyata tidak hanya satu jenis saja, tapi diklasifikasikan menjadi empat. Klasifikasi yang umumnya diderita adalah sebagai berikut:

  • Epilepsy partial seizure: pada jenis ini anak akan menampakkan gejala suka melamun tapi masih sadar terhadap keadaan di sekitarnya.
  • Epilepsy generalized seizures: gejalanya adalah anak suka melamun yang berlanjut tak sadarkan diri dan badan lemas selama beberapa waktu. Biasanya gejala ini muncul saat aktivitas jantung meningkat atau anak kelelahan.
  • Epilepsy general tonic clonic seizure: epilepsi ini terjadi jika sudah banyak mengalami kondisi gangguan organik di otak. Gejalanya adalah anak tidak sadarkan diri yang disertai dengan kejang-kejang selama 1-3 menit.
  • Unclassified epileptic seizures: gejala yang timbul adalah langsung tidak sadarkan diri yang disertai dengan kejang-kejang dan penyebab lainnya yang tidak dapat dideteksi.

Penyebab Epilepsi

Jika didasarkan pada penyebabnya, epilepsi dapat dibagi menjadi dua jenis. Pertama, epilepsi idiopatik atau epilepsi primer yang belum diketahui pasti penyebabnya. Namun beberapa ahli berpendapat epilepsi ini berkaitan dengan faktor genetik alias keturunan dari orangtuanya. Kedua, epilepsi simptomatik yang disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

  1. Adanya kelainan otak. Anak mengalami kelainan otak seperti terdapat kanker atau tumor di kepalanya.
  2. Mengalami cedera otak saat di kandungan. Saat berada di kandungan, bayi memang sangat rentan mengalami cedera otak. Terlebih saat mengalami kondisi ibu terkena infeksi serta bayi kekurangan oksigen dan nutrisi.
  3. Terserang penyakit menular. Anak yang terserang penyakit menular seperti HIV/AIDS, meningitis, dan radang otak yang disebabkan virus dapat terjangkit epilepsi.
  4. Mengalami trauma di kepala. Jika secara tidak sengaja anak terkena benturan keras di kepala, maka dapat memicu timbulnya epilepsi.
  5. Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur berisiko mengalami pendarahan di dalam otak yang dapat menyebabkan kejang dan perdarahan intrakranial.
  6. Kekurangan nutrisi tertentu dalam darah. Saat anak memiliki kadar natrium, kalsium, dan glukosa dalam darah rendah, maka dapat memicu epilepsi.

Bisakah Epilepsi Diobati?

Diperlukan diagnosa dokter untuk bisa mengobati epilepsi pada anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan kondisi saraf anak, tes elektroensefalografi (EEG) yang diikuti dengan sejumlah tes untuk mengetahui kondisi abnormal pada otak anak. Setelah terdiagnosis, maka perlu untuk diobati secepatnya untuk dapat menstabilkan aktivitas listrik dalam otak dan mengendalikan kejang-kejang pada bayi.

Artikel Sejenis

Berikut ini ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk mengobati epilepsi:

  • Epilepsi yang bersifat sementara ada yang bisa sembuh seiring berlalunya waktu.
  • Melakukan perawatan untuk mengurangi kemungkinan serangan kejang, seperti tidak membiarkan anak terlalu kelelahan, cukup nutrisi, dan cukup tidur.
  • Memberikan obat antiepileptic dan anticonvulsant yang harus diresepkan dengan kombinasi tepat untuk menghindari efek buruk.
  • Jika kasusnya sudah ekstrim, maka jalan operasi dapat diambil untuk mengobati epilepsi pada anak.

Saat Anak Mulai Kejang

Inilah beberapa hal yang bisa Ibu lakukan saat si Kecil mulai mengalami kejang-kejang:

  1. Jangan panik, tenangkan diri Ibu lebih dulu agar bisa menolong anak.
  2. Memastikan anak dalam keadaan aman, tidak terdapat benda tajam dan keras di area jangkauannya.
  3. Baringkan tubuhnya secara menyamping, boleh ke kanan atau kiri supaya cairan di dalam mulutnya tidak masuk ke saluran napas dan bisa keluar.
  4. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulutnya selama terjadi serangan kejang karena dapat menghambat jalan napas.
  5. Cek kondisinya di saat dan setelah kejang, apakah ia bernapas atau tidak. Bila ia tidak bernapas setelah kejang, segera bawa ia ke UGD di rumah sakit.
  6. Memberikan anak istirahat yang cukup dan tidak memberikan obat tambahan, kecuali dengan saran dokter.

Demikianlah beberapa informasi penting seputar epilepsi pada anak yang sangat penting untuk Ibu ketahui. Jika sudah terdapat beberapa tanda di atas, maka segeralah berkonsultasi pada dokter agar mendapatkan diagnosa dan pengobatan secepatnya. Dengan rutin melakukan pengobatan, maka ada kemungkinan si Kecil bisa sembuh, Bu.

Sumber: https://www.halodoc.com, https://doktersehat.com, https://lifestyle.kompas.com, https://nakita.grid.id