Whatsapp Share Like Simpan

Si Kecil mudah bersin-bersin saat ada debu? Hati-hati, bisa jadi ia mengalami alergi debu. Alergi debu terjadi saat sistem imun tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap partikel-partikel di dalam debu, seperti tungau, spora jamur, bulu-bulu, bangkai kecoa, dan sel kulit mati hewan. Berbagai macam partikel pemicu alergi debu ini disebut juga dengan istilah alergen. 

Gejala alergi debu pada setiap anak bisa berbeda-beda, ada yang mengalami alergi ringan hingga berat. Alergi debu pada anak tentu akan mengganggu kenyamanan dan kesehatan si Kecil. Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui gejala, penyebab, dan cara mengatasi alergi debu yang dialami oleh si Kecil. Nah, Ibu tidak perlu khawatir karena di artikel ini akan dijelaskan mengenai fakta seputar alergi debu pada anak. Jadi, simak penjelasannya sampai selesai, yuk! 

Apa Saja Gejala Alergi Debu pada Anak?

Seperti yang telah disebutkan, gejala alergi debu bisa berbeda-beda setiap anak, ada yang mengalami gejala ringan, seperti bersin atau ada pula yang mengalami gejala berat hingga asma. Ibu perlu mengetahui beberapa gejala si Kecil mengalami alergi debu dari beberapa tanda berikut ini: 

  • Bersin-bersin 
  • Hidung berair
  • Mata merah, gatal, dan berair
  • Terdapat lendir pada tenggorokan
  • Batuk-batuk
  • Mata bengkak
  • Muncul ruam merah 
  • Gatal-gatal

Apabila si Kecil mengidap asma, alergen pada debu juga dapat menyebabkan beberapa gangguan berupa:

  • Sesak napas
  • Dada terasa berat dan nyeri
  • Napas jadi lebih pendek (mengi)
  • Susah tidur karena batuk dan bersin terus menerus

Reaksi alergi biasanya akan muncul tidak lama setelah penderita terkena pemicunya. Ibu perlu lebih cermat ketika sedang melakukan kegiatan bersih-bersih, seperti menyapu atau mengelap perabotan bersama si Kecil karena kegiatan tersebut bisa membuat gejala alergi debu bertambah parah.

Artikel Sejenis

Hal tersebut disebabkan karena proses bersih-bersih dapat menerbangkan cukup banyak partikel debu ke udara. Partikel debu yang berterbangan tersebut yang akhirnya lebih mudah memasuki sistem pernapasan atau menempel pada kulit si Kecil. 

Apa Penyebab Alergi Debu pada Anak?

Perlu Ibu ketahui bahwa alergi debu tidak sekadar dipicu oleh butiran debu itu sendiri. Jadi, di dalam debu mungkin saja ada serangga, bulu binatang, jamur, hingga serbuk bunga yang menyebabkan si Kecil alergi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa zat yang diduga jadi pemicu munculnya gejala alergi debu, antara lain: 

  • Tungau debu

    Tungau merupakan serangga berukuran kecil yang menjadi salah satu pemicu alergi debu pada sebagian besar orang. Reaksi alergi akan muncul saat penderita menghirup debu yang mengandung feses tungau yang dianggap berbahaya oleh sistem imun tubuh.

    Tungau hidup dan berkembang biak di sudut-sudut rumah dengan suhu hangat dan lembap. Rumah yang terlihat bersih pun bukan berarti bebas dari tungau debu lho, Bu. Sebab, serangga ini sering kali sulit dijangkau jika area rumah tidak dibersihkan dengan sempurna. 

    Sementara itu, tungau jarang ditemukan di daerah yang dingin. Ibu bisa mengurangi populasi tungau dengan rajin mengelap perabotan dan menggunakan humidifier untuk mengatur kelembapan ruangan.

  • Spora jamur

    Pemicu alergi yang selanjutnya yaitu jamur yang tidak terlihat dan sporanya berterbangan di ruangan. Spora jamur biasanya dapat ditemukan di daerah lembap, seperti kamar mandi, dapur, perabotan rumah tangga, atau di sela-sela lemari baju. 

    Jamur menggunakan butiran spora untuk berkembang biak. Butiran ini sangat ringan dan berukuran kecil sehingga lebih mudah terbawa udara. Jika si Kecil memiliki alergi, sistem imunnya akan menganggap spora jamur tersebut sebagai ancaman sehingga bereaksi secara berlebihan.

  • Serbuk sari

    Seperti spora jamur, ukuran serbuk sari sangat kecil sehingga bisa lebih mudah terbawa angin dan berkumpul bersama debu. Bila terhirup oleh anak yang penciuman dan pernapasannya sensitif, serbuk sari dalam debu bisa memicu reaksi alergi. Reaksi yang muncul mungkin akan berbeda, tergantung tanaman yang menjadi sumbernya.

  • Bulu hewan

    Terkadang bulu hewan juga terbawa debu yang akan memicu reaksi alergi bisa terhirup oleh si Kecil. Alergi kucing, anjing, atau hewan berbulu lainnya disebabkan oleh protein dalam sel-sel kulit mati, air liur, atau urine yang menempel pada bulu hewan. 

    Jika Ibu memelihara hewan berbulu di rumah, pastikan untuk membersihkannya secara rutin. Hindari melepaskan hewan ke dalam kamar tidur, apalagi dekat dengan si Kecil. Sebaiknya simpan hewan di dalam kandang atau ruangan tersendiri agar bulunya tidak terbawa udara dan terhirup oleh si Kecil. 

Bagaimana Cara Mengurangi Reaksi Alergi Debu pada Anak?

Bila si Kecil mengalami alergi debu, sebaiknya Ibu tidak perlu khawatir secara berlebihan. Ada langkah utama untuk mencegah munculnya gejala alergi debu, yaitu dengan menjauhi sumber debu yang jadi alergen. Ibu mungkin tidak bisa sepenuhnya menghilangkan debu di dalam rumah secara sempurna. Namun, reaksi alergi debu biasanya dapat diminimalkan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar secara rutin. 

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Ibu lakukan untuk membersihkan rumah agar meminimalisir reaksi alergi debu pada anak: 

  • Bersihkan seluruh perabot dan furnitur di dalam rumah, seperti tempat tidur, meja makan, sofa, lemari, kursi, dan lainnya menggunakan lap basah secara rutin
  • Cuci sprei, sarung bantal, gorden, boneka si Kecil, taplak meja, dan sejenisnya menggunakan air panas dengan suhu sekitar 55 derajat celsius untuk membunuh tungau penyebab alergi debu
  • Bersihkan lantai secara rutin menggunakan sapu, kain pel, atau vacuum cleaner 
  • Buang peralatan atau benda yang sekiranya tidak diperlukan lagi dan berpotensi menjadi tempat menumpuknya debu, seperti majalah bekas, koran, dan lain sebagainya
  • Jagalah kelembapan udara di dalam rumah dengan menggunakan humidifier atau pendingin ruangan agar jamur tidak mudah berkembang biak 
  • Menggunakan filter HEPA untuk menyaring alergen dengan partikel halus, seperti tungau. Ganti filter setiap 3 bulan sekali agar alat tetap berfungsi dengan baik untuk menyaring debu
  • Hindari menggunakan karpet, selimut, sarung bantal, atau sejenisnya yang berbahan dasar bulu
  • Jauhkan hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing dari kamar tidur. Sebaiknya letakkan hewan peliharaan di kandang khusus 
  • Pastikan si Kecil menggunakan masker saat rumah sedang dibersihkan dari debu-debu

Alergi debu merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum dan sulit dihindari, apalagi pada anak-anak. Meski demikian, Ibu dapat mencegah kambuhnya alergi dengan mengurangi jumlah debu di rumah. Sebagai cara meminimalkan reaksi alergi, menjaga kebersihan lingkungan sekitar saja tidak cukup lho, Bu. 

Ibu juga harus memastikan kondisi di sekitar rumah bebas dari asap rokok agar dapat mengurangi bahaya polusi udara di dalam rumah. Dengan demikian, kesehatan si Kecil dan anggota keluarga lain akan lebih terjaga. Bila Ibu sudah melakukan hal-hal di atas, tetapi alergi debu pada si Kecil tetap kambuh, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang lebih baik. 

Selain itu, pastikan juga untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil dengan memberikan ia makanan kaya nutrisi, salah satunya adalah susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+. Susu bubuk pertumbuhan ini mengandung nutrisi penting untuk meningkatkan sistem imun, di antaranya zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi, yang dikombinasikan dengan kehebatan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap, serta mengandung serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil. 

Tahukah Ibu bahwa 9 Asam Amino Esensial (9AAE) merupakan zat gizi makro yang sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak lho. Ibu perlu mencukupi asupan 9AAE untuk si Kecil secara rutin dan setiap hari karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga harus didapatkan dari makanan yang mengandung protein, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih.

Penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information menjelaskan bahwa kekurangan semua jenis 9 Asam Amino Esensial (9AAE) akan menghambat kinerja hormon pertumbuhan sebanyak -50%. Tentu Ibu tidak ingin hal ini dialami oleh si Kecil, bukan?

Untuk itu, susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ menjadi pilihan tepat karena di dalamnya juga diperkaya dengan nutrisi untuk meningkatkan kreativitas anak, seperti DHA 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi. 

Yang tak kalah penting, Ibu juga sebaiknya memantau tumbuh kembang si Kecil dengan menggunakan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima akan memudahkan Ibu untuk memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Penasaran, Bu? Cobain fiturnya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz