Whatsapp Share Like
Simpan

Kemampuan berjalan setiap anak memang berbeda-beda. Perkembangan si Kecil yang berbeda-beda membuat tidak ada patokan waktu tersendiri kapan si Kecil harus bisa berjalan. Akan tetapi, umumnya si Kecil akan berjalan saat usianya sudah 18 bulan atau satu setengah tahun. Saat memasuki usia 12-24 bulan, si Kecil biasanya telah bisa berdiri tanpa bantuan apapun dan berjalan sekitar 10-20 menit.

Bila hingga usia si Kecil hingga 3 tahun masih mengalami kesulitan dalam berjalan. Penting bagi Ibu untuk memberikan perhatian dalam segala hal terkait perkembangannya. Pada usia tiga tahun, si Kecil umumnya telah mampu berjalan dengan baik, menaiki tangga, ataupun berjalan jinjit. Ibu perlu waspada jika si Kecil hingga umur tersebut belum mampu berjalan. Jika hanya dibiarkan, bukan tidak mungkin si Kecil berisiko tidak bisa jalan hingga kemudian hari. Keterlambatan dalam berjalan pada si Kecil umumnya disebabkan oleh hal-hal seperti, adanya ketidakmatangan pada perkembangan sistem saraf, adanya gangguan vestibularis atau dalam keseimbangan tubuh, keterlambatan ringan pada kemampuan motorik kasar, atau adanya gangguan pada sistem sensoris si Kecil.

Keterlambatan berjalan pada si Kecil perlu ditangani segera, salah satunya dengan fisioterapi.

Apa itu fisioterapi? Fisioterapi menjadi cara Ibu untuk stimulasi gerakan

Fisioterapi merupakan pelayanan yang bisa diberikan kepada anak-anak, sehingga dapat mengembalikan fungsi gerak atau fungsi tubuh yang mungkin terhambat atau terganggu sebelumnya karena sebuah penyakit.

Selain itu, fisioterapi juga membantu si Kecil mengembangkan diri, peningkatan keterampilan, hingga menstimulasi gerakan si Kecil agar bisa berjalan. Fisioterapi pada si Kecil juga mengajarkan kemampuan motorik kasar, seperti, duduk, berdiri, dan berjalan. Fisioterapi memberikan manfaat kepada si Kecil yang mengalami kesulitan atau gangguan dalam mengembangkan fisiknya.

Artikel Sejenis

Fisioterapi membantu orang tua memahami perkembangan si Kecil

Melalui fisioterapi, orangtua juga dapat mengetahui dengan jelas perkembangan si Kecil. Hal tersebut dikarenakan, dalam fisioterapi, orang tua memiliki peran penting agar perkembangan si Kecil menjadi lebih baik. Fisioterapi membuat perkembangan si Kecil agar bisa berjalan menjadi lebih optimal karena diberikan stimulus-stimulus sesuai tahapan perkembangannya.

Fisioterapi mengajarkan orang tua cara menstimulasi si Kecil berjalan

Fisioterapi pada si Kecil juga bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi orangtua karena fisioterapi juga mengajarkan orang tua bagaimana merilekskan otot si Kecil, kombinasi latihan, terapi fisik, latihan fleksibilitas dan cara memijat yang bisa orangtua lakukan di rumah. Selain memberikan manfaat dalam kelenturan otot dan memelihara fisik, fisioterapi juga bagus untuk hal pernapasan si Kecil.

Fisioterapi menjadikan Ibu sebagai orangtua yang pintar

Selain itu, melalui fisioterapi, Ibu bisa menjadi orangtua yang pintar dengan memberikan stimulasi sendiri di rumah untuk mengatasi keterlambatan berjalan si Kecil. Dalam melakukan stimulasi di rumah, penting bagi Ibu untuk memperhatikan cara-caranya agar si Kecil tidak terbebani selama proses menstimulasi si Kecil untuk berjalan.

Ketika menggendong si Kecil dalam keadaan berdiri, Ibu bisa membuat kaki si Kecil seolah-olah sedang melangkahkan kakinya. Cara tersebut dapat menstimulasi si Kecil saat ia merasa kesulitan untuk mengangkat kakinya sendiri saat belajar berjalan. Stimulasi lain yang dapat Ibu berikan ketika si Kecil sudah bisa berdiri adalah dengan memegang kedua tangannya saat si Kecil berdiri. Stimulasi tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri si Kecil dan menghilangkan rasa takutnya akan jatuh saat menyeimbangkan tubuhnya ketika belajar berjalan. Hal tersebut juga dapat membantu menguatkan otot-otot kakinya dan telapaknya bisa berkembang secara natural.

Perlu Ibu ketahui, apabila si Kecil tidak memiliki kelainan medis atau riwayat penyakit serius, Ibu bisa melanjutkan fisioterapi pada si Kecil. Namun, apabila ada kelainan medis atau riwayat penyakit seperti si Kecil pernah jatuh atau kejang, Ibu sebaiknya melakukan konsultasi kepada dokter saraf anak terlebih dahulu. Jika telah ditangani dan dokter memperbolehkan, Ibu bisa melanjutkan fisioterapi hingga si Kecil telah bisa berjalan dengan baik.

Selain itu, untuk menangani atau mencegah keterlambatan berjalan pada si Kecil, Ibu bisa memberikan stimulasi sejak dini, dan memberikan kebutuhan nutrisi yang cukup agar si Kecil mampu bergerak aktif dan tumbuh kembangnya optimal. Ibu sebaiknya memberikan makanan yang kaya akan zat besi, serat pangan, vitamin D3, serta kalsium yang mampu menguatkan tulang dan otot si Kecil. Kandungan gizi tersebut juga membantu si Kecil untuk bergerak aktif. Ibu juga bisa memberikan Frisian Flag 123 PRIMANUTRI yang memiliki kandungan gizi tersebut untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya termasuk kemampuannya dalam berjalan.