Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap orang tua tentu ingin buah hatinya tumbuh dan berkembang dengan normal. Saya pun begitu, Bu. Namun beberapa waktu lalu saya menemui beberapa gangguan tumbuh kembang anak yang cukup membuat saya khawatir dapat menimpa bayi saya. Untuk menambah wawasan, saya mencoba mencari banyak informasi dan inilah yang berhasil saya kumpulkan. Simak terus ya, Bu.

Macam Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Terdapat beberapa macam gangguan tumbuh kembang yang bisa menimpa anak. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Terlambat berjalan. Bayi yang sudah berusia 8 bulan ke atas seharusnya sudah mulai belajar untuk berjalan. Namun jika ia belum menunjukkan tanda-tanda tersebut, bisa jadi ia mengalami gangguan tumbuh kembang anak berupa terlambat berjalan. Bila terus terjadi hingga usianya 18 bulan dan masih belum ingin belajar berjalan, Ibu patut waspada.
  • Cara menangani: ajak anak untuk lebih rajin bergerak, berikan stimulasi pada otot kakinya, atau bawa anak ke tempat terapi agar dapat ditangani dengan tepat.

  • Terlambat bicara. Ini adalah gangguan di mana anak yang memasuki usia sudah bisa mulai berbicara tetapi belum bisa bicara. Faktor penyebabnya bisa berupa kurang mendapat stimulasi dan dorongan, terlalu banyak menonton TV atau gadget, atau terjadi kelainan pada organ bicaranya.
  • Cara menangani: orang tua bisa terus merangsang dan menstimulasi anak untuk latihan berbicara atau melakukan terapi wicara dengan ahlinya jika memang dirasa perlu.

  • Cerebral palsy. Cerebral palsy adalah sebuah gangguan yang sudah terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Gangguan ini mengakibatkan anak mengalami cacat fisik, ketidaknormalan pertumbuhan sistem motorik, keterlambatan pertumbuhan, serta masalah gerakan. Anak juga dapat mengalami keterlambatan, khususnya pada kemampuan dasar dan keterampilan hidup.
  • Cara menangani: cerebral palsy merupakan jenis gangguan yang tidak bisa disembuhkan, tapi dapat ditangani dengan memperkenalkan beberapa kegiatan supaya anak bisa tumbuh mandiri. Ada juga alat yang bisa digunakan untuk membantu kemampuan fisiknya untuk berdiri, berjalan, dan lainnya. Bagi anak yang tidak mengalami cacat lain, orang tua dengan bantuan terapis bisa membekalinya dengan kemampuan agar ia dapat tumbuh dengan baik.

    Artikel Sejenis

  • Autisme. Autisme merupakan salah satu macam gangguan tumbuh kembang anak di mana ia sulit untuk bicara dan berinteraksi, menunjukkan tindakan emosional berlebihan, sulit memahami situasi, dan kadang menyebabkan anak mengalami gangguan yang lebih kompleks.
  • Cara menangani: bawa anak ke dokter agar dapat diberikan tindakan lebih lanjut. Biasanya anak yang mengalami autis akan diberikan terapi untuk mendorong kemampuan bicara, komunikasi, dan untuk mengendalikan tingkah lakunya.

  • Sindrom down. Gangguan ini juga sudah terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Anak yang menderita gangguan tumbuh kembang anak berupa sindrom down akan memiliki keterlambatan tumbuh kembang. Sel kromosom 46 yang kurang sempurna dalam membelah dan menggandakan diri akan menyebabkan cacat fisik, merusak kemampuan sel motorik tubuh, serta kemampuan perkembangan. Selain itu, anak juga dapat menderita berbagai penyakit bawaan, seperti kelainan jantung dan cacat organ lainnya.
  • Cara menangani: sindrom down juga tidak dapat disembuhkan dan ditangani, tapi anak bisa mendapatkan terapi untuk membuatnya memiliki berbagai keterampilan. Kesehatan organnya pun perlu diperiksa secara rutin untuk menjaganya tetap sehat.

  • Gangguan perawakan pendek. Ini adalah jenis gangguan dimana anak tidak tumbuh dengan baik sehingga menyebabkan ia memiliki tubuh yang pendek. Beberapa faktor penyebabnya bisa berupa kelainan kromosom, gangguan genetik, masalah sistemik, kelainan endokrin, hingga kekurangan gizi.
  • Cara menangani: tidak ada cara untuk menangani gangguan perawakan pendek, sehingga anak harus diterapi sejak dini.

Penyebab Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak:

  • Faktor keturunan. Beberapa jenis gangguan dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan yang ada dalam keluarga, seperti gangguan perawakan pendek. Ini menyebabkan kecepatan pertumbuhan yang tidak normal dan pertumbuhan tulang yang lebih lambat.
  • Kurang mendapatkan nutrisi. Ketidakmampuan secara ekonomi membuat orang tua kurang bisa mencukupi kebutuhan nutrisi anak. Padahal nutrisi sangat diperlukan untuk tumbuh kembangnya. Saat anak kekurangan nutrisi, maka tumbuh kembangnya pun dapat terhambat.
  • Masalah pertumbuhan konstitusional. Sering disebut dengan istilah pubertas yang tertunda, anak yang mengalami masalah pertumbuhan konstitusional sebenarnya terlahir dengan kondisi normal. Namun saat memasuki usia 1 tahun, pertumbuhannya mengalami keterlambatan dimana ia tidak memperoleh tahap pertumbuhan dengan baik. Akibatnya, pertumbuhan tulangnya pun lambat, tinggi badannya cenderung lebih rendah, dan berbagai keterlambatan lainnya.
  • Kegagalan pertumbuhan. Gangguan tumbuh kembang anak juga dapat terjadi saat anak mengalami kondisi gagal pertumbuhan. Kondisi ini sering terjadi saat berat badan ideal anak tidak dapat tercapai selama masa pertumbuhannya. Bayi yang terlahir prematur sangat rentan mengalaminya, sehingga harus diberikan perawatan yang terbaik.
  • Menderita penyakit dan kelainan. Beberapa penyakit kronis dapat mengakibatkan keterlambatan tumbuh kembang pada anak. Contohnya seperti gangguan sistem saraf, gangguan kesehatan pencernaan, gangguan peredaran darah, dan gangguan limfatik.
  • Gangguan sistem hormon. Anak yang menderita gangguan sistem hormon di dalam tubuhnya dapat mengalami gangguan tumbuh kembang, seperti gangguan hipotiroidisme yang menyebabkan semua sistem pertumbuhannya terhambat.

Demikianlah informasi seputar gangguan tumbuh kembang anak yang penting untuk Ibu ketahui. Jika Ibu menemui adanya kelainan dan merasa khawatir, jangan ragu untuk membawanya ke dokter ya, Bu. Semakin cepat ditangani, maka semakin baik. Semoga informasi dari saya membantu.

Laman Tanya Pakar hadir untuk melayani Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak. Di sini para ahli dapat membantu menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu agar dapat menggunakan fitur tersebut.

Sumber:

hamil.co.id