Share Like
Simpan

Selamat pagi, Bu! Selagi matahari belum bersinar terik dan udara masih segar, lebih baik Ibu melakukan senam hamil yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan diri dan juga janin. Senam hamil merupakan salah satu olahraga ringan yang dapat melatih otot-otot tertentu untuk membantu proses persalinan dan juga menjaga stamina ibu hamil agar tetap optimal. 

Bu, sebelum melakukan senam hamil perhatikan dulu hal-hal berikut agar kegiatan olahraga berjalan lancar, aman, dan menyenangkan:

1. Konsumsi kalori lebih

Melakukan senam hamil secara tidak langsung akan menguras banyak tenaga dan membakar kalori dalam tubuh sehingga dibutuhkan kalori tambahan agar tidak lemas saat berolahraga. Banyaknya kalori tambahan yang harus dikonsumsi sangat tergantung pada berat badan Ibu saat ini, namun normalnya berkisar antara 300 kalori per hari. Untuk mengetahui jumlah kalori tambahan yang tepat, Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan sekaligus mencari tahu jenis senam hamil yang cocok dilakukan. 

2. Gunakan pakaian yang tepat

Saat melakukan senam hamil, pastikan Ibu menggunakan pakaian yang longgar dan dapat menyerap keringat sehingga nyaman digunakan saat tubuh berkeringat. Pastikan juga Ibu menggunakan maternity bra atau bra khusus untuk ibu hamil yang dapat menopang payudara dengan sempurna. Jangan lupa juga memakai sepatu olahraga dengan ukuran yang tepat sehingga terhindar dari cedera kaki.  

3. Lakukan pemanasan

Semua orang wajib melakukan pemanasan sebelum berolahraga, termasuk ibu hamil. Pemanasan akan membantu otot “menyiapkan diri” untuk kegiatan yang lebih berat sekaligus meningkatkan denyut jantung secara perlahan. Jika Ibu melewatkan pemanasan dan langsung melakukan senam hamil, otot dan ligamen dalam tubuh akan “kaget” sehingga meningkatkan kemungkinan cedera dan rasa nyeri setelah berolahraga. 

4. Mulai secara perlahan

Memang ada begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan dari senam hamil, namun memaksakan diri saat berolahraga bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan. Jika ini pertama kalinya Ibu melakukan senam hamil, mulailah secara perlahan dan jangan langsung melakukan gerakan ekstrem. Ibu bisa mencoba beberapa gerakan ringan selama 15 menit sebanyak 3 kali seminggu dan coba tingkatkan menjadi 30 menit selama 4 kali dalam seminggu jika kondisi tubuh sudah mulai dapat menyesuaikan. 

5. Ketahui batas kemampuan tubuh

Jika Ibu kesulitan bernafas hingga tidak dapat berbicara di sela-sela kegiatan senam hamil, itu berarti tubuh sudah mulai kelelahan. Untuk mengatasi hal ini, Ibu harus segera beristirahat dan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah olahraga yang dilakukan terlalu keras untuk tubuh. Tak ada patokan khusus senam hamil seperti apa yang harus dilakukan atau dihindari, untuk itu kenali tubuh Ibu dan segera hentikan olahraga apabila merasa lelah luar biasa. 

Dengan mematuhi nasihat dokter dan melakukan senam hamil sesuai kemampuan tubuh, dijamin olahraga ini akan membawa manfaat besar untuk Ibu dan calon anak kesayangan. Agar senam hamil yang dilakukan lebih menyenangkan, Ibu juga bisa mengajak teman atau kerabat untuk berolahraga di pagi hari yang cerah sebelum melakukan aktivitas lainnya.