Share Like
Simpan

Bu, sudahkah melakukan senam hamil hari ini? Senam hamil merupakan salah satu olahraga ringan yang sangat dianjurkan bagi wanita hamil karena memberikan banyak manfaat untuk tubuh dan juga janin. Namun, jika Ibu mengalami pusing saat melakukan senam, maka sebaiknya hentikan dulu kegiatan olahraga tersebut dan temui dokter untuk memastikan kondisi tubuh dan kandungan.

Apabila Ibu mengalami salah satu di antara 4 tanda bahaya berikut, segera hentikan senam hamil yang dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan:

1. Pusing

Rasa pusing memang normal dialami wanita hamil, namun jika Ibu selalu merasa pusing saat melakukan olahraga maka hal ini tak bisa disepelekan. Jika tiba-tiba merasa pusing di tengah senam hamil yang dilakukan, segera hentikan kegiatan dan beristirahatlah dalam posisi duduk. Ibu juga bisa segera minum air putih atau jus buah karena bisa saja rasa pusing tersebut merupakan sinyal yang diberikan tubuh karena kekurangan asupan energi. Namun, jika rasa pusing belum hilang setelah beristirahat dan mengonsumsi sesuatu, segeralah temui dokter untuk memeriksakan kondisi lebih lanjut.

2. Overheating

Merasa gerah saat berolahraga merupakan hal yang biasa, namun jika Ibu sangat kepanasan sampai pusing, mual, dan denyut jantung menjadi tak karuan, segeralah hentikan senam hamil yang sedang dilakukan. Overheating saat kehamilan sangat berbahaya untuk janin karena darah yang mengalir ke rahim dialihkan ke kulit untuk membantu mendinginkan tubuh. Jika merasakan hal ini saat melakukan senam hamil, segeralah berhenti dan beristirahat atau menemui dokter kandungan langganan.

3. Pembengkakan betis

Wanita hamil memang sering mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh seperti tangan dan kaki. Namun, jika Ibu tiba-tiba mengalami pembengkakan di betis saat berolahraga bisa jadi itu adalah tanda deep vein thrombosis (DVT). 

DVT merupakan kondisi yang cukup serius karena adanya pembekuan darah di bagian kaki yang dapat mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke paru-paru. Meski tidak semua pembengkakan betis merupakan DVT, tak ada salahnya segera hentikan senam hamil yang dilakukan dan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kesehatan Ibu dan janin.

4. Berkurangnya gerakan janin

Pada dasarnya janin lebih banyak bergerak ketika Ibu sedang diam, itulah mengapa ia lebih sering menendang saat Ibu tidur atau beristirahat. Ketika Ibu melakukan senam hamil atau olahraga ringan lainnya, janin secara otomatis akan mengurangi aktivitasnya di dalam rahim. Meski merupakan hal yang normal, Ibu harus segera menghentikan senam hamil dan menemui dokter kandungan jika janin tidak bergerak dalam waktu cukup lama. 

Bu, meski 4 tanda tersebut cukup berbahaya, jangan takut melakukan senam hamil, ya! Selama senam yang dilakukan sesuai kemampuan tubuh dan mengikuti anjuran dokter, Ibu tak perlu cemas dengan kondisi calon anak tercinta.