Share Like
Simpan

Hai, Bu. Apa kabar? Di trimester ketiga kehamilan saat ini, demi menjaga kebugaran tubuh dan perkembangan janin lebih optimal, senam hamil tentu jadi ritual mingguan tersendiri untuk Ibu. Nah, biasanya, siapa sih yang menemani Ibu menghadiri kelas senam hamil? Saya sendiri biasanya ditemani suami, Bu.

Awalnya, suami saya merasa sungkan. Namun, setelah saya menunjukkan sebuah artikel tentang manfaat menemani istri ke kelas senam hamil, ia jadi tak keberatan lagi. Berikut beberapa manfaat yang disebutkan di artikel itu:

• Memahami cara mengatur napas yang baik saat melahirkan 

Di tiap sesi senam kehamilan, Ibu dilatih untuk mengatur pernapasan saat melahirkan, agar proses persalinan bisa berjalan dengan lancar dan selamat. Bila suami rutin menemani Ibu mengikuti kelas senam kehamilan, ia tentu juga jadi paham bagaimana cara mengatur napas yang baik saat melahirkan. Dengan begini, suami bisa mengingatkan dan memotivasi Ibu dengan benar saat menemani Ibu melewati proses persalinan kelak.

• Melatih diri untuk lebih siap

Seperti halnya Ibu, suami juga perlu siap mental menghadapi proses kelahiran si Kecil. Nah, menemani Ibu menghadiri kelas senam hamil bisa membantu ia lebih terbiasa dengan hal-hal yang berkaitan dengan persalinan, Bu. Dengan begini, suami tentu diharapkan lebih siap dan tidak lagi gugup berlebihan saat mendampingi Ibu melahirkan si Kecil.

• Membuat hubungan antara Ibu dan suami lebih hangat

Setelah cukup sering menghadiri kelas senam hamil bersama suami, Ibu bisa melakukan senam hamil berdua dengannya di rumah. Karena sudah mengetahui gerakan-gerakan inti pada senam hamil, suami bisa berperan sebagai pengawas Ibu. Dengan senam berdua, tubuh Ibu dan suami pun semakin lentur, sehingga aktivitas intim di trimester ketiga kehamilan lebih mudah dilakukan. Hubungan Ibu dan Ayah pun jadi lebih mesra.

Ada empat gerakan inti senam hamil yang bisa Ibu lakukan bersama Ayah, yaitu:

  1. Duduk bersila, lalu kedua tangan diletakkan di atas lutut. Lakukan gerakan ini dengan rileks.
  2. Latih kekuatan otot kaki dengan duduk di atas matras dengan posisi kedua lutut ditekuk ke depan dada dan kedua tangan diletakkan ke belakang di lantai untuk menahan tubuh. Lebarkan kedua telapak kaki Ibu dengan jarak kurang lebih 30 cm. Perlahan, cekungkan telapak kaki, dengan posisi bagian tengah telapak naik, namun ujung jari dan tumit tetap menyentuh lantai. Ayah dapat membantu menyelipkan sebatang pensil atau pulpen ke sela-sela jari kaki Ibu. Jika pulpen atau pensil ini dapat diselipkan dengan mudah, berarti otot kaki Ibu cukup kuat, sehingga tidak akan mudah lelah ketika berjalan atau lama berdiri.
  3. Latih pernapasan dengan tidur telentang dan kedua tangan berada di atas dada. Tarik napas dari hidung, lalu keluarkan dari mulut. Lakukan gerakan ini sebanyak enam sampai delapan kali setiap bangun tidur pagi dan sebelum tidur malam.
  4. Latih otot panggul dengan tidur telentang, kedua lutut ditekuk, dan paha dibuka ke samping semampunya. Minta bantuan Ayah untuk perlahan mengangkat panggul Ibu. Diam dalam posisi ini sebanyak tiga hitungan, lalu turun ke posisi awal. Ulangi gerakan sebanyak tiga kali.

Setelah tahu manfaat-manfaat tadi, yuk minta Ayah lebih sering meluangkan waktunya menghadiri kelas senam hamil bersama Ibu!