Share Like
Simpan

Menjaga kesehatan wanita hamil agar perkembangan janin optimal adalah sebuah kewajiban. Oleh sebab itu, saya menjaga asupan makanan dan daya tahan tubuh agar tetap kuat sejak awal kehamilan. Sayangnya, daya tahan tubuh yang melemah saat hamil membuat beberapa Ibu mudah terserang penyakit. Salah satunya adalah TORCH.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, TORCH merupakan singkatan dari Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus/CMV dan Herpes simplex. Keempat hal tersebut merupakan penyakit yang sering menyerang kesehatan wanita hamil. Daya tahan tubuh yang rendah dapat membuat TORCH menginfeksi tubuh dengan mudah dan berisiko membuat cacat janinMaka dari itu, cari tahu lebih banyak tentang penyakit ini yuk, Bu.

  • Toksoplasma

Menurut dr. Yusfa Rasyid, SpOG dari RSIA YPK Mandiri Menteng, Jakarta, parasit Toksoplasma umumnya menumpang hidup pada hewan seperti anjing, kucing, atau babi. Oleh sebab itu, pemilik hewan peliharaan ini memiliki risiko terjangkit TORCH lebih tinggi dari Ibu hamil lainnya. Meski begitu, bukan berarti Ibu langsung positif terkena TORCH, kok. Semuanya tergantung dari daya tahan tubuh Ibu semenjak trimester pertama.

  • Rubella

Di Indonesia, virus satu ini dikenal sebagai campak jerman. Gejala fisik yang dapat dilihat adalah munculnya ruam kemerahan di wajah, lengan, dan kulit kepala seperti campak pada umumnya. Sayangnya, tidak semua ibu hamil menunjukkan gejala tersebut. Sebagian besar hanya merasakan demam ringan yang diikuti pusing, pilek, mata merah dan nyeri pada persendian yang berlangsung selama dua hingga tiga hari dan sering kali disepelekan karena gejalanya mirip flu. Padahal, virus satu ini dapat menular lewat udara, air liur, dan feses

  • Cytomegalovirus/CMV

Umumnya, penyakit satu ini sudah bisa menginfeksi seseorang sejak anak-anak. Maka dari itu, sebagian besar orang memiliki kekebalan terhadap virus tersebut ketika dewasa dan selama daya tahan tubuh tetap terjaga dengan baik, virus ini tak akan menginfeksi kembali. Gejala CMV mirip dengan flu, Bu. Namun, ada juga CMV yang muncul tanpa gejala. Sayangnya, penyakit ini hanya dapat dideteksi dengan tes darah. Padahal, CMV dapat ditularkan melalui darah, ludah, urin, ASI, bahkan hubungan seksual. Meski dokter beranggapan virus ini hanya menyebabkan gangguan pencernaan pada 10% bayi dari kasus yang terjadi, serangannya harus tetap diwaspadai ya, Bu. Apalagi, jika CMV menyerang kesehatan wanita hamil di trimester pertama, virus ini dapat menimbulkan komplikasi.

  • Herpes simplex

Penyakit yang dikenal sebagai Herpes ini dapat terlihat di sekitar mulut atau sekitar organ intim. Sayangnya, virus ini sama seperti CMV, dapat timbul dengan atau tanpa gejala. Sehingga, serangannya baru dapat diketahui ketika gejalanya muncul ke permukaan kulit. Virus ini dapat memunculkan bintil-bintil yang melepuh dan gatal, serta  umumnya disertai pembengkakan kelenjar getah bening yang berada di daerah sekitar bawah dagu hingga ke area pundak.

Jika sudah mengetahui penyebabnya dengan lebih jelas, sebaiknya Ibu melakukan hal berikut sebagai pencegahan agar kesehatan si Kecil dalam kandungan tetap terjaga dan dapat lahir dengan normal nantinya.

  • CMV, Herpes dan Rubella dapat menular. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari orang-orang yang terkena penyakit tersebut.
  • Jagalah kebersihan rumah dengan baik. Selain itu, jaga kebersihan diri setelah bepergian ke luar rumah. Jangan lupa selalu gunakan alas kaki ketika keluar rumah ya, Bu
  • Bila Ibu memelihara kucing atau anjing, sebaiknya langsung mencuci tangan setelah kontak langsung dengan hewan tersebut.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh ya, Bu. Daya tahan tubuh yang rendah memudahkan virus menginfeksi tubuh.
  • Pastikan untuk melakukan pemeriksaan TORCH saat melakukan konsultasi kehamilan. Umumnya, dokter akan menyarankan pemeriksaan TORCH agar dapat diatasi sejak dini sehingga tidak membahayakan janin dan kesehatan ibu hamil.

Nah, itulah hal-hal yang perlu Ibu ketahui seputar penyakit TORCH. Janganlah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter demi kesehatan wanita hamil ya, Bu!