Share Like
Simpan

Inginnya, sih, sehat-sehat terus selama masa kehamilan ya, Bu. Tanpa mual dan muntah, badan tetap kuat dan segar, dan tidak dihinggapi penyakit apa pun. Wah, pasti akan menjadi kehamilan yang sangat menyenangkan, ya. Sayangnya, saat hamil nanti, daya tahan tubuh kita cenderung lebih rentan. Penyakit pun jadi mudah menghampiri.

Waktu sedang mengandung dulu, saya sering khawatir sama penyakit yang namanya campak Jerman. Sebabnya, penyakit ini cukup berbahaya untuk Ibu hamil. Nah, karena itu, kali ini saya ingin berbagi info supaya Ibu bisa mengenal dan membentengi diri terhadap penyakit tersebut sebelum hamil nanti. Yuk, kita bahas bersama!

Mengenal Campak Jerman

Walaupun namanya seperti itu, tapi jenis campak yang satu ini ternyata tidak berasal dari Jerman, Bu. Nama aslinya adalah rubella dan biasanya menginfeksi melalui sistem pernapasan. Ciri-ciri terjangkitnya bisa seperti demam dengan suhu tubuh yang tak terlalu tinggi (37,5C-38,5C), sakit kepala, bengkaknya kelenjar getah bening di leher, atau hidung pilek selama beberapa hari sebelum muncul merah-merah di seluruh tubuh.

Lho, memangnya bisa ya kena campak lagi? Dulu kan sudah pernah kena? Jangan salah, Bu. Campak Jerman tidaklah sama dengan penyakit campak biasa (rubeola). Walaupun ciri-cirinya hampir serupa yaitu ruam merah pada kulit, tapi virus yang menularkan berbeda.

Apakah Campak Jerman Berbahaya?

Sebenarnya, jika terjadi pada anak dan orang dewasa yang tidak hamil, jawabannya tidak, Bu. Tapi sayangnya, campak Jerman sangat berbahaya jika menyerang ibu hamil. Ini karena infeksi rubella yang terjadi pada 12 minggu awal kehamilan bisa menyebabkan bayi menderita kelainan pada fisiknya. Ketika infeksi sudah sampai pada janin, maka dia akan terkena sindrom yang dinamakan CRS (congenital rubella syndrome) yang mengakibatkan kondisi-kondisi berikut:

  • Katarak dan cacat mata
  • Tuli
  • Kondisi jantung abnormal
  • Ukuran kepala yang lebih kecil dari normal (microcephaly)
  • Pertumbuhan yang tertahan
  • Kerusakan fungsi otak, hati, paru-paru, dan tulang

 

Cukup mengerikan ya, Bu? Kemungkinan penyakit campak Jerman menyerang janin, juga tergantung dari tahap kehamilan Ibu saat terinfeksi penyakit tersebut. Risiko paling tinggi ada di 0-11 minggu kehamilan, dengan kemungkinan 9 dari 10 bayi ikut terkena dampaknya. Setelah 17 minggu, bayi jarang terkena, walaupun keadaan tuli bisa juga menyerang di minggu ke-20.


Bagaimana Mencegahnya?

Nah, walaupun mengerikan, jangan khawatir dulu, Bu. Ada cara untuk mencegahnya, kok. Salah satu pencegahan yang paling tepat adalah dengan memastikan kalau Ibu telah kebal terhadap penyakit tersebut saat persiapan kehamilan. Caranya, melalui tes darah, yang dilanjutkan dengan vaksinasi TORCH. TORCH sendiri merupakan singkatan dari toxoplasma, rubella, cytomegalovirus/CMV, dan herpes simplex. Keempatnya adalah penyakit dari infeksi virus yang berbahaya bagi janin. 

 

Bagaimana Mengurangi Risiko Terinfeksi Campak Jerman Setelah Kehamilan?

Sayangnya, vaksinasi TORCH tidak dapat dilakukan setelah Ibu positif hamil. Tapi, ada beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini:

  • Hindari orang-orang yang terlihat memiliki ruam di kulitnya atau sedang sakit campak
  • Pastikan orang-orang di rumah Ibu telah diimunisasi rubella.
  • Jika Ibu mendengar berita kalau ada tetangga atau warga sekitar yang terinfeksi rubella, sebaiknya, untuk sementara jangan terlalu banyak keluar rumah sampai petugas berwenang menyatakan kalau penyebaran virus telah berlalu.
  • Jika ada rencana bepergian ke tempat-tempat yang berisiko terekspos virus rubella, lebih baik Ibu batalkan.

Tidak sulit, bukan? Nah, jangan lupa, Bu. Setelah melahirkan nanti, pastikan Ibu bisa langsung divaksin TORCH agar terhindar dari campak Jerman saat kehamilan selanjutnya.

Penyakit yang satu ini memang terdengar menyeramkan, ya. Namun, tidak perlu panik. Melakukan pencegahan di ats akan membuat Ibu terlindungi dari virus tersebut. Semoga kehamilan Ibu nanti selalu sehat dan lancar, ya!