Whatsapp Share Like Simpan

Setiap Ibu hamil kadang-kadang merasa khawatir akan kesehatan janinnya. Hal ini wajar, karena Ibu tidak dapat melihat langsung keadaan si Kecil dalam rahim, sehingga beberapa pertanyaan seputar kesehatan si Kecil pun sering muncul, terutama pada kehamilan pertama. Apakah pertumbuhan dan perkembangan si Kecil normal di dalam kandungan? Apakah si Kecil dalam keadaan sehat? Namun, Ibu tidak perlu khawatir karena melalui beberapa pemeriksaan kehamilan oleh dokter, kita dapat mengetahui beberapa tanda janin sehat.

Perut Ibu membesar
Salah satu tanda janin sehat adalah adanya pertumbuhan selama kehamilan. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, maka besar rahim Ibu akan menyesuaikan dengan besarnya janin. Pada kunjungan ke dokter atau bidan, biasanya akan dilakukan pemeriksaan besarnya rahim ibu, apakah sesuai dengan usia kehamilan atau tidak. Misalnya pada usia kehamilan 20 minggu, rahim kira-kira akan teraba setinggi pusar.

Kenaikan berat badan
Tanda janin sehat lainnya adalah bertambahnya berat badan Ibu. Bila Ibu hamil tidak mengalami kenaikan berat badan yang sesuai dengan bertambahnya usia kehamilan, maka si Kecil dalam rahim pun juga tidak mengalami kenaikan berat badan atau mungkin pertumbuhannya dalam rahim terhambat. Kenaikan berat badan Ibu hamil dianjurkan beberapa kilogram selama 3 bulan pertama, dan 1,5-2kg per bulan hingga si Kecil lahir. Normalnya Ibu akan mengalami kenaikan berat badan 11-15kg selama kehamilan 9 bulan.

Detak jantung janin
Saat Ibu hamil akhir bulan ketiga atau masuk bulan keempat, detak jantung janin sudah dapat didengar dengan menggunakan alat Doppler. Alat ini akan merefleksikan detak jantung si Kecil yang menunjukkan bahwa ia sehat dan normalnya berdenyut 110-160 kali per menit.

Pergerakan janin
Sejak usia kehamilan 20 minggu, gerakan atau aksi tendangan si Kecil dalam rahim akan dirasakan ibu sebagai getaran dalam perut Ibu. Gerakan janin adalah salah satu tanda janin sehat yang dapat dirasakan Ibu. Setiap 4-6 jam dalam sehari, Ibu akan merasakan si Kecil menendang atau bergerak, dan lebih banyak pada malam hari saat Ibu makan atau beristirahat.

Artikel Sejenis

Pemeriksaan Pencitraan atau Ultrasonogram (USG)
Dengan pemeriksaan USG, Ibu dapat melihat ‘foto’ si Kecil dalam rahim. Gambar ini akan membantu dokter memantau tanda janin sehat dan pertumbuhannya dengan mengukur beberapa parameter sesuai dengan usia kehamilan Ibu. Misalnya ukuran kantung kehamilan pada usia kehamilan beberapa minggu, dan mengukur diameter kepala, panjang tulang janin, mendeteksi organ dalam janin, dan melihat jenis kelamin janin.

Demi mendapatkan perkembangan janin yang baik, Ibu perlu secara rutin melakukan konsultasi kepada dokter. Selain itu, Ibu juga punya beberapa cara mudah dalam merawat perkembangan janin yang bisa dilakukan di rumah.

Baca Juga: Anak Multilingual (1)

1. Menjaga asupan nutrisi

Dalam merawat perkembangan janin, Ibu juga perlu merawat diri sendiri. Hal ini diperlukan karena asupan nutrisi yang dibutuhkan dalam masa perkembangan janin berbanding lurus dengan kualitas pola makan yang Ibu miliki. Oleh karena itu, Ibu pun perlu menjaga asupan nutrisi yang dibutuhkan dalam menjalani masa kehamilan demi mengoptimalisasi perkembangan janin. Dengan menjaga asupan nutrisi, Ibu pun akan menjaga perkembangan janin untuk tumbuh dengan sehat dan kuat. Pastikan Ibu selalu memenuhi asupan nutrisi dari sumber makanan yang sehat. Ibu juga bisa lengkapi dengan minum susu kehamilan agar perkembangan janin semakin maksimal.

2. Menghindari aktivitas berat

Selama menjalani masa kehamilan, penting bagi Ibu untuk menghindari aktivitas berat guna menjaga perkembangan janin tetap baik. Aktivitas berat ini banyak ragamnya, bahkan bisa saja dari aktivitas yang sebetulnya tidak terlalu melibatkan banyak peran fisik. Contohnya, Ibu perlu hindari berdiri atau duduk dalam waktu yang terlalu lama.  Intinya, dalam menjaga perkembangan janin, penting bagi Ibu untuk selalu memerhatikan kondisi tubuh. Jangan terlalu lelah. Pastikan Ibu memiliki kualitas istirahat yang baik agar tubuh Ibu senantiasa memiliki respon yang baik, seperti memperlancar peredaran darah dalam menjalankan masa kehamilan sekaligus menjaga perkembangan janin. Bergeraklah dan beristirahatlah dalam kadar yang seimbang. 

3. Kurangi stres

Stres juga merupakan salah satu pemicu kelelahan. Untuk itu, perlu bagi Ibu dalam menjaga kondisi emosi agar tidak mudah terserang stres. Meskipun perubahan suasana hati merupakan respon yang wajar dalam kehamilan. Namun, jika terlalu berlarut, kondisi emosional berlebih bisa mengurangi kualitas dalam perkembangan janin. Dalam mengatasi stres, Ibu bisa mulai melakukan hobi yang Ibu suka. Ibu juga bisa bersantai sambil mendengarkan musik atau menonton film. Pastikan suasana hati atau mood Ibu berada di kualitas terbaiknya agar tubuh Ibu pun rileks menjalani aktivitas dalam masa kehamilan. Libatkan juga peran ayah dalam mengurangi beban stres yang Ibu rasakan, seperti bertukar cerita. 

4. Waspada dengan tanda kehamilan

Perubahan fisik merupakan hal yang wajar terjadi dalam masa kehamilan. Namun, kewaspadaan Ibu terhadap perubahan tersebut perlu ditingkatkan demi menjaga perkembangan janin dengan baik. Contohnya, segera konsultasikan ke dokter jika Ibu mulai menemukan flek atau pendarahan ringan di masa-masa kehamilan. Kadang kala memang di trimester pertama, gejala tersebut terkesan normal. Namun jika datang dengan rasa sakit, bisa jadi ada masalah terhadap perkembangan janin yang perlu cepat dilakukan tindakan. Untuk itu, kewaspadaan terhadap perubahan tanda kehamilan perlu senantiasa Ibu perhatikan.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, maka kini Ibu mengetahui cara memantau kesehatan dan pertumbuhan janin dalam kandungan, sehingga Ibu akan merasa lebih tenang.