Whatsapp Share Like Simpan

Kehamilan merupakan suatu anugerah yang harus dijaga dengan baik. Para calon Ibu pun sebaiknya lebih berhati-hati agar memiliki kehamilan yang sehat. Namun, ada kalanya Ibu merasa bingung terhadap perubahan yang dialami selama mengandung. Selain dengan pemeriksaan rutin ke dokter, kehamilan sehat sebenarnya bisa terlihat dan dirasakan. Di bawah ini terdapat ciri-ciri dan tips untuk kehamilan yang sehat dari awal hingga masa persalinan nanti. Langsung disimak ya, Bu.

Ciri-ciri Kehamilan Sehat

Ibu yang memiliki kehamilan sehat umumnya menunjukkan beberapa ciri sebagai berikut:

  • Mengalami mual dan muntah. Adalah hal yang sangat wajar jika Ibu hamil sering merasa mual hingga muntah alias morning sickness selama trimester pertama. Gejala tersebut tidak cuma bisa dirasakan pada pagi hari saja, tapi juga bisa di siang maupun malam hari. Biasanya, rasa mual dan muntah ini akan perlahan menghilang setelah memasuki usia kandungan 12 minggu.

Morning sickness bisa terjadi akibat adanya perubahan hormon. Namun, jika ada ibu yang tidak mengalaminya, bukan berarti kehamilannya tidak sehat. Ada banyak ibu hamil tidak mengalami mual dan muntah, tapi tetap memiliki kehamilan sehat. Ibu justru perlu waspada jika terlalu sering muntah atau masih berlangsung hingga lebih dari usia kandungan 12 minggu, karena Ibu sedang mengalami hiperemesis gravidarum. Kondisi ini akan membuat Ibu sulit makan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi dan Ibu mungkin perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit.

  • Sering buang air kecil. Kehamilan sehat salah satunya ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat akibat volume darah mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan kinerja ginjal lebih berat dan memproduksi lebih banyak urine. Alhasil, kandung kemih pun jadi lebih cepat terisi dan membuat ibu hamil sering pipis. Selain itu, ukuran rahim yang membesar dan hormon kehamilan juga menjadi faktor penyebab Ibu akan sering buang air kecil.
  • Perubahan suasana hati. Perubahan hormon turut menyebabkan ibu hamil mudah mengalami perubahan suasana hati (mood swing). Akibatnya, Ibu mungkin merasakan perubahan emosi yang mendadak, seperti bahagia, marah, sedih, gugup, bahkan hingga depresi.
  • Nyeri pada payudara. Jika Ibu merasakan nyeri pada payudara, hal tersebut sangatlah wajar terjadi. Perubahan payudara ini merupakan salah satu ciri kehamilan sehat yang bisa Ibu rasakan sejak trimester pertama kehamilan akibat meningkatnya hormon progesteron dan estrogen. Ibu hamil biasanya akan merasa perubahan berupa payudara yang sensitif, membesar, dan terasa sedikit nyeri. Setelah tubuh sudah menyesuaikan dengan hormon kehamilan, biasanya nyeri tersebut akan hilang dengan sendirinya.
  • Sensitif terhadap bau dan makanan tertentu. Kebanyakan ibu hamil merasa kalau indera penciumannya sensitif terhadap bau atau makanan tertentu di masa awal kehamilan. Kondisi tersebut kemudian akan memicu rasa mual, muntah, hingga membuat nafsu makan menurun.

Saat mood swing sampai mengganggu kegiatan sehari-hari atau berlangsung sampai lebih dari dua minggu, sebaiknya segera berkonsultasi pada psikolog atau dokter. Dari hasil penelitian, jika gangguan emosional tidak ditangani dengan tepat, kesehatan janin pun akan ikut terpengaruh. Bahkan, depresi juga bisa memperbesar risiko bayi terlahir prematur atau depresi pasca melahirkan.

Meningkatnya hormon juga akan membuat pertumbuhan pada kelenjar susu dan peningkatan aliran darah di area tersebut. Memasuki minggu ke-11, areola berubah menjadi kehitaman sebagai persiapan pada payudara untuk menyusui bayi kelak.

Artikel Sejenis

Penyebab dari sensitivitas ini masih belum diketahui dengan jelas, tapi kemungkinan karena adanya perubahan hormon dan berhubungan dengan morning sickness. Untuk mengatasinya, Ibu sebaiknya menghindari bau atau makanan yang berbau menyengat.

  • Mudah merasa lelah. Ibu hamil paling sering mengeluh kelelahan, karena di awal kehamilan terjadi peningkatan kadar hormon progesteron yang menyebabkan rasa kantuk. Namun, Ibu perlu waspada jika terdapat gejala, seperti jantung berdebar, kaki dan tangan terasa dingin, nyeri dada, sering nyeri kepala, dan pucat. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda bahwa Ibu mengalami anemia. Untuk mengatasinya, ibu hamil perlu istirahat dengan cukup, menghindari pekerjaan berat, dan berolahraga ringan secara teratur.
  • Adanya gerakan janin. Memasuki trimester kedua, kehamilan sehat akan ditandai dengan adanya gerakan dari janin yang semakin sering dan kuat. Janin umumnya paling aktif bergerak pada jam tertentu, yaitu pukul 9 malam hingga 1 pagi. Janin bergerak merupakan sebuah respons terhadap sentuhan dan suara.

Untuk mengetahui pergerakan janin bisa melalui pemeriksaan USG. Apabila intensitasnya berkurang, cobalah mengajaknya berbicara, mengelus perut, atau berbaring menghadap kiri. Jika merasa khawatir, Ibu juga boleh berkonsultasi pada dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

 

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil

Tips Memiliki Kehamilan Sehat

Apabila Ibu ingin selalu memiliki kehamilan sehat hingga waktu persalinan nanti, Ibu bisa menerapkan beberapa tips berikut ini:

  • Rutin mengontrol kandungan. Setelah Ibu mengetahui jika Ibu sedang hamil, maka Ibu perlu rutin mengontrol kandungan ke dokter atau bidan. Pemeriksaan rutin diperlukan untuk mengetahui pertumbuhan janin dan kesehatan Ibu. Apabila terdapat kelainan, tenaga medis bisa segera mengetahuinya sehingga bisa langsung dilakukan penanganan yang tepat.
  • Mencukupi kebutuhan nutrisi. Kehamilan sehat akan sangat ditunjang oleh asupan nutrisi yang Ibu konsumsi. Untuk itu, ibu hamil sebaiknya selalu mengonsumsi makanan dengan gizi lengkap yang terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Selain itu, ibu hamil juga harus rutin mengonsumsi asam folat yang sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan, serta zat besi untuk mencukupi kebutuhan sel darah merah Ibu dan janin. Susu Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA akan membantu mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil berkat kandungan gizinya yang lengkap. Di dalam susu ini telah terkandung protein, karbohidrat dan lemak, Serat pangan (Inulin), Tinggi Zat Besi, Tinggi Kalsium, Tinggi Asam folat, serta 29 multivitamin dan mineral.

  • Berolahraga ringan secara teratur. Kehamilan sehat juga sangat didukung oleh tubuh yang sehat, yaitu dengan berolahraga ringan sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 30 menit. Beberapa jenis olahraga yang disarankan selama hamil antara lain yoga, jalan cepat, pilates, dan senam hamil.
  • Istirahat cukup. Ibu yang sedang mengandung memerlukan waktu istirahat yang cukup supaya dapat mengembalikan energi yang terpakai selama beraktivitas. Usahakan untuk tidur siang atau merebahkan tubuh selama 30 menit.
  • Menghindari pantangan. Ibu hamil memiliki beberapa pantangan yang harus dihindari demi keselamatan janin. Diantaranya adalah:
    • Sumber protein yang mentah atau kurang matang.
    • Produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi.
    • Jenis ikan tertentu yang memiliki kandungan zat merkuri.
    • Membatasi konsumsi minuman berkafein dan tinggi gula.
    • Minuman beralkohol, obat-obatan, dan rokok.
  • Periksa ke dokter gigi. Meningkatnya hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan bisa menyebabkan ibu hamil berisiko mengalami penyakit gusi dan sensitif terhadap bakteri yang banyak terdapat pada plak gigi. Akibatnya, Ibu pun jadi berisiko tinggi terserang radang gusi (gingivitis). Berdasarkan penelitian, penyakit gusi dan gigi bisa mengakibatkan persalinan prematur dan berat badan lahir bayi rendah.
  • Menjaga kestabilan emosi. Emosi yang naik turun selama mengandung memang tidak mudah untuk diatasi. Selain berkonsultasi pada ahlinya, Ibu juga bisa memanjakan diri sendiri untuk menenangkan hati dan pikiran. Misalnya saja dengan perawatan tubuh, pijat hamil, atau berbagi cerita dengan orang yang terpercaya.

Kehamilan sehat merupakan dambaan setiap ibu. Dengan menjaga kandungan tetap sehat selama 9 bulan, artinya Ibu berinvestasi terhadap masa depan janin yang ada di dalam kandungan. Ibu akan berisiko kecil mengalami masalah selama kehamilan hingga persalinan dan bayi pun terlahir dalam kondisi sehat.

Ingin berkonsultasi seputar kehamilan? Kunjungi saja laman Tanya Pakar, Bu. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.


Sumber:

Alodokter