Share Like
Simpan

Setiap perempuan pasti bahagia ketika dinyatakan hamil. Tentunya kebahagiaan itu juga pernah saya rasakan, Bu. Saat dokter memberikan pernyataan tersebut, saya langsung membaca dan bertanya banyak hal soal persiapan kehamilan. Sayangnya, tidak semua Ibu mendapatkan kabar gembira setelah dinyatakan hamil oleh dokter. Saya mendengar sendiri cerita seorang teman yang mengalami kehamilan kosong atau anembrionik. Cerita ini membuat saya penasaran untuk mengetahui lebih banyak informasi soal kehamilan anembrionik. Berikut ini beberapa hal yang bisa saya rangkum supaya Ibu bisa mengetahuinya juga.

  • Apa Itu Kehamilan Anembrionik?

Menurut artikel dari American Pregnancy Association yang saya baca, kehamilam anembrionik terjadi ketika sel telur menempel di dinding rahim. Sayangnya Bu, sel telur itu tidak berkembang menjadi embrio. Namun, hanya berkembang menjadi kantung kehamilan. Hal ini membuat perut Ibu saat mengalami kehamilan anembrionik tetap tampak seperti perempuan hamil. Kehamilan jenis ini sering terjadi saat trisemester pertama, Bu. Oleh karena itu, Ibu hamil harus rajin memeriksakan kandungan saat trisemester awal tersebut.

Saya pun kemudian mencari tahu penyebab kehamilan anembrioik, Bu. Dari beberapa artikel yang saya baca diketahui bahwa kehamilan jenis tersebut terjadi karena tingginya angka kelainan kromosom. Kelainan ini disebabkan gen atau kualitas sperma dan sel telur yang buruk. Oleh sebab itu, para dokter kandungan merekomendasikan suami-istri untuk merencanakan kehamilan ketika ingin memiliki buah hati.

  • Tanda-tanda Kehamilan Anembrionik

Ibu yang mengalami kehamilan anembrionik tetap merasakan tanda-tanda kehamilan pada umumnya. Misalnya, telat datang bulan dan mendapatkan hasil positif saat menggunakan test pack. Apalagi, Ibu bisa berpikir mengalami kehamilan normal karena kadar hCG terus naik.

Perlu Ibu ketahui, plasenta bisa terus-menerus berkembang tanpa janin di dalamnya. Hal ini membuat hormon kehamilan meningkat dan membuat Ibu yakin masih mengalami kehamilan yang normal. Kehamilan anembronik baru bisa diketahui ketika melihat hasil USG dari dokter, Bu. Jadi, penting bagi Ibu untuk melakukan USG selama trisemester pertama masa kehamilan, ya.

  • Cara Mencegah Kehamilan Anembrionik

Sayangnya Bu, hingga saat ini belum diketahui cara mencegah kehamilan anembrionik. Kehamilan anembrionik umumnya hanya dialami seorang Ibu satu kali seumur hidup. Bila Ibu mengalami keguguran atau kehamilan jenis ini beberapa kali, ada baiknya segera melakukan tes genetik. Biasanya Bu, dokter kandungan menganjurkan pasangan menunggu 1-3 siklus menstruasi reguler setelah keguguran untuk mencoba kehamilan lagi.

Itu dia beberapa informasi yang saya dapatkan. Saya harap, informasi soal kehamilan anembrionik ini bisa menambah wawasan Ibu soal persiapan kehamilan. Ada baiknya Ibu selalu mengontrol kehamilan ke dokter kandungan ataupun bidan agar bisa diketahui sejak dini apabila ada masalah. Semoga infonya bermanfaat, Bu!