Share Like
Simpan

Kehamilan kedua menjadi kabar gembira bagi para Ibu, terutama bagi yang sudah menantikannya. Saya sendiri semangat dan gembira ketika mengalami kehamilan kedua. Bahkan, saya sempat berpikir akan mendapatkan tanda-tanda kehamilan yang sama dengan kehamilan pertama. Ternyata, anggapan itu keliru, Bu. Kehamilan kedua terasa berbeda bagi saya.

Saya pun penasaran dan mulai mencari informasi lebih lanjut, Bu. Dari beberapa artikel medis yang saya baca, setiap kehamilan itu punya keunikan, Bu. Jadi, sangat wajar apabila setiap Ibu hamil mengalami pengalaman yang berbeda. Berikut saya rangkumkan informasinya bagi Ibu.

  • Kehamilan Terasa Lebih Cepat

Hal ini saya alami sendiri, Bu. Saat kehamilan kedua, saya merasa prosesnya sangat cepat. Saya sempat berpikir, apakah memang masa kehamilannya lebih pendek? Ternyata, perbedaannya bukan pada waktu, Bu.

Sebenarnya, kehamilan terasa lebih cepat karena sudah terbiasa dengan kondisi hamil. Ibu sudah mengetahui beberapa fase kehamilan sehingga sudah mempersiapkan diri. Bahkan, beberapa Ibu hamil, termasuk saya, lebih mudah mengenali tanda-tanda kehamilan bahkan sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter.

  • Merasa Mudah Lelah

Pada saat kehamilan pertama, saya tidak mengalami pembengkakan kaki, sakit pinggang,  dan tubuh masih bisa berakivitas seperti biasa. Namun, Bu, dalam kehamilan kedua ini, saya merasa lebih mudah lelah. Rasanya ingin teus tidur di kasur yang nyaman, Bu.

Ternyata, hal ini disebabkan perubahan fisik yang dipengaruhi oleh usia. Semakin bertambah usia Ibu, semakin berkurang pula daya tahan tubuhnya. Selain itu, rasa lelah juga muncul dikarenakan Ibu sibuk merawat anak pertama. Apalagi, jika si sulung Ibu masih balita sehingga memerlukan perhatian khusus. Tenaga Ibu pun semakin berkurang, sehingga mudah lelah.

  • Janin Terasa Lebih Cepat Berkembang

Tidak seperti kehamilan pertama, saya merasa janin pada kehamilan kedua lebih cepat bereaksi ketika di dalam kandungan. Sampai-sampai, saya berpikir janin tersebut lebih cepat berkembang dibanding anak pertama. Namun, faktanya tidak demikian, Bu. Ibu lebih sensitif selama masa kehamilan kedua, sehingga lebih cepat menyadari tanda-tanda kehamilan dan perkembangan janin.

  • Risiko Kehamilan Tidak Berubah

Risiko kehamilan dan pengalaman bersalin pertama kalinya dulu ternyata juga memengaruhi kehamilan kedua, Bu. Apabila saat kehamilan pertama Ibu sempat mengalami masalah, ada baiknya Ibu merasa lebih berhati-hati di kehamilan kedua. Selain itu, selalu konsultasi ke dokter kandungan selama masa kehamilan sampai tiba saatnya hari persalinan ya, Bu.

  Nah, itu dia beberapa perbedaan kehamilan pertama dan kedua yang umumnya dialami oleh para Ibu. Saya harap informasi tersebut membuat Ibu lebih siap saat menghadapi kehamilan kedua. Apalagi, setiap kehamilan itu unik dan berbeda-beda. Semangat terus menjalani kehamilan kedua, Bu!