Plasenta atau lebih dikenal dengan istilah ari-ari merupakan organ yang terbentuk sejak awal kehamilan. Ternyata fungsi plasenta cukup banyak dan penting bagi kesehatan serta tumbuh kembang janin dalam kandungan

Banner AKP
Banner Register

Kehadiran plasenta untuk menemani janin bukan tanpa alasan lho, Bu. Plasenta terbentuk sekitar 2 minggu setelah proses pembuahan. Organ dengan bobot sekitar 500 gram ini dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta melindunginya dari penyakit. Eits, fungsi plasenta tidak hanya itu, Bu. Untuk itu, kita simak penjelasan mengenai fungsi plasenta berikut ini, ya! 

Apa saja fungsi plasenta dalam kehamilan?

Fungsi plasenta berperan penting dalam menjaga pertumbuhan janin dengan baik, karena semua zat yang diperlukan untuk pertumbuhan janin dihantarkan melalui plasenta. Supaya lebih jelas, berikut ini beberapa fungsi plasenta yang perlu Ibu ketahui, antara lain:

  • Menyalurkan oksigen dan nutrisi pada janin

    Janin membutuhkan oksigen dan nutrisi untuk bisa hidup dan berkembang selama dalam kandungan. Nah, untuk mendapatkannya, bukan berarti janin harus bernapas melalui hidung atau makan melalui mulut ya, Bu. Maka dari itu, fungsi plasenta sangat penting untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi kepada janin yang diperoleh dari tubuh Ibu.

    Oksigen dan nutrisi dari tubuh Ibu akan dibawa oleh darah dan dialirkan ke dalam plasenta. Setelah itu, asupan tersebut akan ditransfer langsung ke janin melalui tali pusat yang terhubung dari plasenta ke janin. Proses ini mulai terjadi pada usia kehamilan 2 bulan.

    Artikel Sejenis

  • Membuang zat sisa dari darah janin

    Selain menyalurkan oksigen dan nutrisi, fungsi plasenta juga sangat penting untuk membuang sisa metabolisme yang sudah tidak dibutuhkan oleh janin. Zat sisa tersebut akan dialirkan kembali ke aliran darah Ibu dan kemudian dikeluarkan bersamaan dengan sisa metabolisme yang Ibu hasilkan. 

  • Memproduksi hormon pendukung kehamilan

    Fungsi plasenta yang tidak kalah penting yaitu dapat memproduksi hormon pendukung kehamilan, seperti hormon estrogen, progesteron, dan human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon-hormon kehamilan ini sangat penting dalam mendukung perkembangan janin dan menjaga kehamilan Ibu.

  • Melindungi janin dari infeksi bakteri

    Fungsi plasenta selanjutnya yaitu sebagai penghalang bagi bakteri yang mungkin saja ada di dalam tubuh Ibu. Jadi, kalau Ibu mengalami infeksi bakteri, fungsi plasenta akan melindungi janin agar tidak tertular infeksi tersebut. 

  • Menyalurkan antibodi dari Ibu ke janin

    Satu lagi fungsi plasenta yang wajib Ibu ketahui yaitu dapat menyalurkan antibodi yang Ibu miliki ke janin. Antibodi ini bisa memberikan kekebalan tubuh kepada si Kecil agar terhindar dari penyakit lho. Akan tetapi, setelah si Kecil dilahirkan, antibodi dari Ibu hanya bisa bertahan sampai usianya mencapai 3 bulan, ya. Jadi, penting bagi si Kecil untuk tetap mendapatkan imunisasi dan rutin mengonsumsi ASI eksklusif agar tumbuh kembangnya lebih optimal.

Baca juga: Bumil, Ini Lho 5 Manfaat Susu Hamil untuk Trimester 1

Melalui plasenta, selain nutrisi, obat-obatan yang dikonsumsi Ibu dapat dihantarkan ke dalam tubuh si Kecil. Walaupun beberapa obat yang dikonsumsi semasa kehamilan tidak berdampak buruk, namun harus diperhatikan dan sebaiknya dikonsultasikan pada dokter obat apa yang sebaiknya Ibu konsumsi, karena banyak obat-obatan yang dapat dengan mudah dihantarkan melalui plasenta.

Walaupun salah satu fungsi plasenta yaitu sebagai sawar (barrier) atau penghalang terhadap bakteri dan virus, namun fungsi plasenta ini kurang efektif karena banyak kuman dan virus juga dapat melalui plasenta dan masuk ke dalam peredaran darah si Kecil. Salah satu contoh virus yang dapat menembus plasenta dan menimbulkan cacat lahir adalah virus rubella.

Vitamin-vitamin yang dikonsumsi Ibu dapat melewati plasenta dan mendukung pertumbuhan janin. Vitamin yang mudah larut dalam air akan dihantarkan lebih mudah daripada vitamin yang larut dalam lemak. 

Demikian juga daya tahan Ibu dapat melindungi si Kecil secara pasif, termasuk vaksin yang didapatkan semasa kehamilan. Kekebalan yang diperoleh ini dapat bertahan hingga si Kecil berusia 4 bulan setelah lahir.

Melihat banyaknya fungsi plasenta menunjukkan bahwa organ ini termasuk komponen yang sangat penting dalam kehamilan ya, Bu. Gangguan pada plasenta bisa berbahaya bagi kesehatan janin. Jadi, tidak heran kalau setiap kali Ibu melakukan check up atau kontrol rutin, dokter akan memeriksa juga kondisi plasenta Ibu.

Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin selama kehamilan. Selain itu, Ibu juga tetap harus menjaga kesehatan tubuh dan janin selama masa kehamilan, salah satu caranya dengan mengonsumsi susu yang diformulasi khusus ibu hamil dan menyusui, seperti susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil. Melalui masa kehamilan memang tidak mudah ya, Bu, tapi percayalah Ibu pasti bisa menjalani momen ini dengan suka cita sampai si Kecil lahir ke dunia. 

Ibu juga perlu mengetahui Hari Perkiraan Lahir (HPL) agar bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Nah, salah satu cara untuk mengetahui HPL Ibu yaitu dengan memanfaatkan fitur Kalkulator Kehamilan yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Yuk, gunakan fiturnya di sini.