Whatsapp Share Like Simpan

Ari-ari bayi atau plasenta merupakan organ yang penting bagi bayi saat masih berada di dalam kandungan. Sebab, ari-ari bayi berperan untuk memberikan bayi asupan nutrisi dan oksigen dengan baik. Nutrisi dan oksigen yang dibawa melalui aliran darah Ibu hamil akan menembus ari-ari bayi. Dari sini, tali pusar yang terhubung ke bayi membawa nutrisi dan oksigen tersebut.

Plasenta juga menghasilkan hormon yang dibutuhkan Ibu di masa kehamilan, seperti oksitosin, laktogen, estrogen, dan progesteron. Hormon-hormon tersebut pun dapat melindungi bayi dari infeksi. Menjelang waktu persalinan, ari-ari bayi ini bekerja dengan meneruskan antibodi untuk melindungi bayi setelah lahir. 

Fakta Seputar Ari-ari Bayi

Meskipun kita sering mendengar istilah ari-ari bayi atau plasenta, namun mungkin saja Ibu belum mengetahui beberapa fakta seputar organ ini. Untuk itu, kita simak penjelasan tentang fakta ari-ari bayi di bawah ini, yuk!

  1. Memberikan nutrisi dan oksigen kepada bayi

    Ibarat sebagai perantara, ari-ari bayi berperan untuk menyalurkan kebutuhan yang dibutuhkan bayi selama di dalam kandungan. Berbagai asupan nutrisi yang Ibu konsumsi dari makanan, minuman, dan suplemen akan disalurkan kepada janin dari aliran darah Ibu dengan melewati plasenta, yang kemudian berakhir pada tali pusat yang terhubung ke janin. Selain itu, ari-ari juga berperan menyalurkan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi untuk hidup. Tanpa ari-ari yang baik, maka tumbuh kembang bayi dapat terhambat.

    Itulah sebabnya, selama hamil, Ibu harus memenuhi asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menjalani pola hidup sehat. Beberapa rekomendasi makanan yang dapat dikonsumsi ibu hamil, di antaranya susu, ikan salmon, daging ayam, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan.

    Artikel Sejenis

    Susu Frisian Flag MAMA bisa menjadi nutrisi tambahan karena mengandung protein, karbohidrat, lemak, kalsium, serat pangan (inulin), serta 29 vitamin dan mineral lainnya untuk mendukung kesehatan Ibu dan tumbuh kembang bayi. Susu Frisian Flag MAMA hadir dengan rasa cokelat yang lezat dan dapat disajikan dalam sajian susu panas maupun dingin sesuai selera Ibu.

  2. Membuang zat yang tidak diperlukan oleh bayi

    Peran ari-ari bayi selanjutnya yaitu dapat menyaring zat-zat yang tidak diperlukan bagi bayi saat di dalam kandungan. Peran ini pun sebagai bentuk perlindungan bagi bayi dari paparan zat berbahaya yang mungkin dapat beredar di peredaran darah Ibu. Tak hanya itu, ari-ari juga berfungsi untuk membuang sisa metabolisme yang sudah tidak dibutuhkan oleh janin. Zat sisa tersebut akan dialirkan kembali ke aliran darah Ibu dan kemudian dikeluarkan bersama sisa metabolisme yang Ibu hasilkan. Misalnya, zat karbondioksida ketika Ibu bernapas.

  3. Menghasilkan hormon kehamilan

    Selain penting bagi tumbuh kembang bayi, ari-ari juga berperan dalam memproduksi beberapa hormon yang diperlukan Ibu saat hamil, di antaranya hormon human chorionic gonadotropin (hCG), progesteron, estrogen, dan human placental lactogen (hPL). Hormon-hormon tersebut berguna untuk tumbuh kembang dan kelancaran metabolisme Ibu dan bayi dalam kandungan.

  4. Memberi kekebalan tubuh pada bayi

    Sebelum bayi di dalam kandungan memiliki sistem imun tubuh yang baik, ari-ari berperan menghasilkan zat yang berguna untuk melindungi bayi dengan antibodi. Sebagai contoh, antibodi yang diproduksi ari-ari dapat melindungi bayi dari infeksi bakteri, kuman, atau virus. Antibodi ini akan menghambat kuman yang berada di peredaran darah agar tidak membahayakan kondisi bayi dalam kandungan.

  5. Keluar dari dalam tubuh secara alami

    Setelah bayi lahir, ari-ari juga akan ikut keluar dari dalam rahim. Proses keluarnya ari-ari bayi ini terjadi secara alami pada proses persalinan normal. Ari-ari bayi akan terdorong keluar karena kontraksi rahim yang terjadi saat persalinan normal. Biasanya, ari-ari akan keluar dari rahim sekitar 30 menit setelah bayi lahir.

    Setelah bayi lahir dan tali pusar dipotong, ari-ari juga akan keluar dari tubuh karena sudah tidak diperlukan. Pada saat ini, tubuh Ibu masih akan mengalami kontraksi ringan atau sesaat setelah bayi lahir, tujuannya untuk mendorong ari-ari keluar. Namun, jika Ibu tidak mengalami kontraksi alami, biasanya dokter akan memberikan obat untuk merangsang kontraksi. Menyusui bayi segera setelah ia lahir pun dapat membantu menimbulkan kontraksi pada rahim Ibu lho. Sementara, apabila Ibu melahirkan dengan cara operasi caesar (C-section), dokter akan mengeluarkan ari-ari bayi dari tubuh segera setelah lahir.

  6. Kesehatan ari-ari bayi dipengaruhi oleh berbagai faktor

    Seperti yang telah disebutkan, ari-ari bayi merupakan penunjang kehidupan si Kecil saat masih berada di dalam kandungan, sehingga kesehatannya pun akan bergantung pada organ pelindung ini. Berikut terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesehatan ari-ari bayi selama kehamilan, di antaranya:

    • Ibu hamil yang berusia di atas 40 tahun karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah plasenta
    • Kantung ketuban pecah sebelum kelahiran bayi
    • Tekanan darah tinggi
    • Kehamilan kembar
    • Gangguan penggumpalan darah
    • Pernah mengalami operasi di rahim
    • Kebiasaan merokok dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang
    • Pernah mengalami trauma abdomen (perut)
    • Memiliki riwayat gangguan plasenta pada kehamilan sebelumnya

Masalah yang Bisa Terjadi pada Ari-ari Bayi

Selama kehamilan, ada beberapa kemungkinan munculnya masalah pada ari-ari bayi yang kerap dialami sebagian Ibu hamil. Berikut ini beberapa gangguan ari-ari yang perlu Ibu ketahui:

  • Solusio atau abruptio plasenta

    Solusio atau abruptio plasenta adalah kondisi saat plasenta terkelupas atau lepas sebelum waktu melahirkan tiba. Masalah ini sebenarnya jarang terjadi, tetapi termasuk komplikasi yang serius dalam kehamilan. Solusio atau abruptio plasenta menyebabkan bayi tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Selain itu, masalah ini juga membuat Ibu mengalami pendarahan.

  • Plasenta previa

    Plasenta previa adalah komplikasi kehamilan yang terjadi ketika posisi ari-ari bayi atau plasenta berada di bagian bawah rahim. Akibatnya, masalah ini bisa menyebabkan sebagian atau bahkan seluruh leher rahim (serviks) tertutup, sehingga proses persalinan menjadi lebih sulit dari biasanya. Plasenta previa juga bisa menyebabkan pendarahan hebat pada vagina, baik selama kehamilan maupun saat proses persalinan berlangsung. Itulah sebabnya, Ibu hamil yang mengalami masalah ini biasanya harus melalui proses persalinan dengan cara operasi caesar (C-section).

  • Plasenta akreta

    Plasenta akreta adalah kondisi di mana ari-ari tidak dapat melepaskan diri dari rahim dalam waktu satu jam setelah kelahiran bayi. Seperti yang Ibu ketahui, ari-ari bayi bisa keluar secara alami, namun berbeda kasus jika Ibu hamil mengalami plasenta akreta.

    Masalah ini menyebabkan plasenta tidak hanya lekat menempel pada dinding rahim, tetapi juga jaringan plasentanya bisa saja tumbuh lebih dalam ke dinding rahim. Itulah sebabnya, plasenta akreta disebut juga sebagai masalah ari-ari lengket yang termasuk ke dalam komplikasi persalinan. Jika Ibu hamil mengalami plasenta akreta, biasanya dokter akan melakukan persalinan dengan cara operasi caesar (C-section).

  • Retensio plasenta (plasenta tertahan)

    Retensio plasenta atau plasenta tertahan adalah kondisi di mana plasenta tidak bisa lepas dengan sendirinya dari rahim Ibu atau ada hal-hal lain yang menyebabkan ari-ari bayi sulit keluar dari tubuh. Sebenarnya plasenta akreta juga termasuk ke dalam kategori retensio plasenta.

    Retensio plasenta termasuk masalah pada ari-ari bayi yang berisiko menyebabkan komplikasi, seperti infeksi dan pendarahan yang berat. Bahkan, komplikasi persalinan yang satu ini bisa berakibat fatal yang mengganggu keselamatan Ibu bila tidak ditangani dengan tepat.

Bila Ibu memiliki satu atau lebih faktor risiko gangguan plasenta seperti di atas, sebaiknya Ibu melakukan proses persalinan di rumah sakit dengan bantuan dari tim medis. Sebab, tim medis akan membantu dengan tepat jika ada kemungkinan gangguan atau komplikasi saat proses persalinan berlangsung.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz