Whatsapp Share Like Simpan

Penyakit kista adalah kondisi munculnya benjolan di bawah kulit yang berisi cairan, udara, atau zat padat seperti rambut. Penyebab kista cukup bervariasi, tergantung dari jenis kista yang dialami. Kista juga dapat muncul di bagian tubuh mana pun akibat dari berbagai faktor, mulai dari infeksi, radang, atau keturunan. Berbicara mengenai penyebab kista, maka Ibu juga perlu mengetahui apa saja gejala yang terlihat jika seseorang mengidap penyakit ini. 

Gejala Kista

Gejala utama dari penyakit ini adalah munculnya benjolan yang tumbuh pada bagian tubuh tertentu, serta letaknya tergantung pada jenis kista yang dialami. Benjolan ini dapat tumbuh di wajah, leher, dada, punggung, kulit kepala, telapak tangan, hingga telapak kaki. Ukuran dari masing-masing benjolan pun cukup bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga besar. Beberapa gejala kista, di antaranya: 

  • Munculnya kemerahan pada kulit di sekitar area kista
  • Keluar darah atau nanah berbau tidak sedap dari benjolan
  • Munculnya infeksi sebagai pemicu rasa nyeri pada kista 
  • Pada bagian tubuh yang ditumbuhi kista biasanya terasa kaku atau kesemutan
  • Mual dan muntah
  • Demam dan pusing 

Penyebab Kista Berdasarkan Jenisnya 

Perlu Ibu ketahui bahwa kista bukan hanya dialami oleh perempuan saja lho, tetapi laki-laki pun ada kemungkinan mengidap kista. Di bawah ini akan dijelaskan penyebab kista berdasarkan jenis kistanya, antara lain:

  • Penyebab Kista Ovarium

    Kista ovarium merupakan jenis kista yang paling banyak diketahui oleh sebagian besar orang dan termasuk jenis kista yang dialami Ibu hamil. Seperti namanya, kista ovarium adalah benjolan berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium (indung telur). Biasanya kista ovarium berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala apapun, bahkan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, kista ovarium juga ada yang bertambah besar dan menimbulkan nyeri pada panggul, punggung bagian bawah, dan paha. Pada kasus tertentu, kista ovarium juga bisa memengaruhi kesuburan wanita. Penyebab kista ovarium umumnya terkait dengan siklus menstruasi, tetapi pada beberapa kasus, kista ovarium juga dapat muncul akibat pertumbuhan sel yang tidak normal. 

  • Penyebab Kista Baker

    Kista baker atau kista popliteal adalah benjolan berisi cairan yang terbentuk di belakang lutut. Benjolan ini dapat menimbulkan nyeri saat menekuk atau meluruskan tungkai, sehingga menyebabkan gerakan penderitanya menjadi terbatas. Penyebab kista baker umumnya karena penumpukan cairan sendi (sinovial) di belakang lutut. Penumpukan cairan ini dapat dipicu oleh peradangan pada sendi lutut, atau cedera lutut.

    Artikel Sejenis

  • Penyebab Kista Celah Brankial

    Berbeda dengan kista ovarium dan baker, kista celah brankial merupakan penyakit bawaan lahir yang ditandai dengan munculnya benjolan pada salah satu atau kedua sisi leher anak. Kista celah brankial muncul ketika jaringan yang membentuk tenggorokan dan leher tidak berkembang secara normal. Akibatnya, terbentuk celah pada salah satu atau kedua sisi leher.

  • Penyebab Kista Epidermoid

    Kista epidermoid ditandai dengan benjolan kecil, keras, berwarna kuning kecoklatan, dan berisi cairan kental yang berbau. Biasanya kista epidermoid tumbuh di bagian kepala, leher, wajah, punggung, dan bagian kelamin. Kista epidermoid disebabkan oleh penumpukan keratin (protein pembentuk rambut, kulit dan kuku) di bawah kulit. Bila terinfeksi, benjolan dapat memerah, membengkak, dan terasa nyeri.

  • Penyebab Kista Ganglion

    Kista jenis ini muncul di sepanjang tendon, yaitu jaringan penghubung otot, tulang, dan persendian. Kista ganglion umumnya tumbuh di bagian lengan dan pergelangan tangan. Penyebab kista ganglion adalah penumpukan cairan di bagian persendian. Namun, pada banyak kasus belum diketahui apa yang menyebabkan penumpukan cairan tersebut.

    Baca juga: Bagaimana Dampak Kekurangan Asam Amino pada Bayi?

  • Penyebab Kista Kalazion

    Kista jenis kalazion muncul akibat pembengkakan di kelopak mata. Penyebab kista kalazion yaitu adanya penyumbatan pada kelenjar minyak di kelopak mata penderitanya. Bila terjadi infeksi, benjolan akan semakin membengkak dan menimbulkan nyeri. Pada beberapa kasus, kalazion dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

  • Penyebab Kista Mucocele 

    Kista mucocele adalah benjolan berisi cairan yang terbentuk di bibir atau di sekitar mulut. Kista jenis ini terbentuk ketika kelenjar saliva atau ludah tersumbat oleh lendir. Walaupun kista ini tidak menimbulkan nyeri dan hanya terjadi sementara, tetapi dapat menjadi permanen jika tidak ditangani dengan cepat.

  • Penyebab Kista Payudara

    Kista payudara adalah benjolan berisi cairan yang bisa berbentuk bulat atau lonjong. Benjolan ini umumnya lunak, tetapi kadang juga dapat teraba padat. Kista payudara disebabkan penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

  • Penyebab Kista Pilar

    Kista pilar atau disebut juga kista trikilemal muncul karena adanya penumpukan keratin pada folikel rambut. Benjolannya berbentuk bundar, teraba padat, dengan warna serupa warna kulit. Meskipun dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun, kista pilar umumnya tumbuh di kulit kepala.

  • Penyebab Kista Pilonidal

    Kista jenis pilonidal biasanya muncul di bagian atas belahan bokong. Bila terinfeksi, kista pilonidal dapat mengeluarkan nanah dan darah yang disertai bau tidak sedap.

    Melansir laman resmi healthline.com, penyebab kista pilonidal belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga benjolan tumbuh akibat rambut di area belahan bokong menembus kulit. Sistem kekebalan tubuh akan menganggap rambut sebagai benda asing, dan memicu tumbuhnya kista.

  • Penyebab Kista Aterom

    Kista jenis aterom akan muncul di bagian wajah, leher, dada, dan punggung. Awalnya benjolan tumbuh perlahan dan bersifat jinak, namun akan menimbulkan nyeri bila benjolan semakin membesar. Kista aterom disebabkan oleh penyumbatan pada kelenjar minyak. Kista juga dapat tumbuh akibat kerusakan sel pada saat operasi, atau akibat faktor keturunan.

    Baca juga: 4 Fungsi Protein Untuk Bayi Bagi Tumbuh Kembangnya 

  • Penyebab Jerawat Kista

    Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat kista terbentuk dari kombinasi bakteri, minyak, dan sel kulit kering yang terperangkap di pori-pori. Jerawat kista umumnya berukuran besar seperti bisul, berisi nanah, dan akan terasa nyeri bila disentuh. Selain itu, jerawat kista juga tak hanya tumbuh di wajah, tetapi juga di leher, bahu, dada, punggung, lengan, dan belakang telinga. 

Cara Mengobati Kista

Sebenarnya kista dapat hilang dengan sendirinya tanpa diobati. Bila ukuran kista masih sangat kecil dan tidak menunjukkan gejala berisiko lainnya, maka proses penyembuhan bisa dipercepat dengan cara mengompres kista menggunakan kompres hangat. Hindari memecahkan kista karena dapat menyebabkan infeksi yang berbahaya. 

Namun, bila kista tak kunjung hilang, segeralah konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Sebab, pada beberapa kasus, kista harus dihilangkan dengan bantuan tim medis berupa suntikan, penyedotan cairan dalam kista, hingga operasi. 

Apakah Kista Memengaruhi Kehamilan?

Seperti yang telah disebutkan, salah satu kista yang sering dialami oleh Ibu hamil adalah kista ovarium. Umumnya, kista baru diketahui ketika Ibu hamil melakukan pemeriksaan USG. Bila kista timbul pada salah satu ovarium, gejalanya tidak khas, bahkan kadang bisa tanpa gejala. Akan tetapi, bila kista semakin membesar, maka akan muncul beberapa gejala pada Ibu hamil, seperti:

  • Nyeri panggul
  • Sakit di bagian atas kemaluan
  • Cepat merasa kenyang
  • Perut kembung
  • Sering buang air kecil
  • Pendarahan di vagina
  • Mual atau muntah
  • Nyeri ketika melakukan hubungan seksual

Jika mengalami gejala-gejala seperti di atas, segeralah periksa ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan dengan cepat. Biasanya dokter akan memantau terlebih dahulu perkembangan kista tersebut untuk menentukan tindakan yang diperlukan. Sebab, kista saat hamil belum tentu memengaruhi kehamilan dan janin. Bila ukuran kista kecil dan tidak berbahaya, dokter hanya akan menganjurkan pemeriksaan rutin dan USG ke dokter kandungan, apakah benjolan sudah mengecil, hilang seluruhnya, atau justru semakin membesar. Oleh karena itu, meskipun kista pada Ibu hamil belum tentu menyebabkan masalah selama kehamilan, Ibu tetap harus memeriksakan diri ke dokter apabila ditemukan kista.

Selain rutin periksa ke dokter, Ibu juga harus menjaga kesehatan diri dan janin selama kehamilan dengan cara memenuhi asupan nutrisi berkualitas. Salah satunya dengan rutin meminum susu khusus Ibu hamil dari Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium untuk mendukung kesehatan Ibu dan si Kecil selama di dalam kandungan hingga setelah lahir.