Whatsapp Share Like Simpan

Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh si Kecil untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika membahas tentang protein, pasti tidak akan jauh dari asam amino, Bu. Apa itu?

Asam amino adalah senyawa yang membentuk protein di dalam tubuh yang terdiri dari oksigen, hidrogen, karbon, dan nitrogen. Asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh terdiri dari beberapa jenis dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Untuk tahu lebih dalam tentang senyawa pembentuk protein ini, Ibu bisa membacanya melalui informasi berikut:

Proses Pengolahan Protein Menjadi Asam Amino di Dalam Tubuh

Asam amino akan mengalami proses pengolahan supaya bisa diserap oleh tubuh untuk menjalankan perannya di dalam tubuh. Proses tersebut sudah dimulai sejak makanan dimasak untuk dijadikan hidangan. Memasak dapat membantu jaringan ikat yang ada pada daging menjadi lebih lembut sehingga lebih mudah untuk dikunyah dan dicerna di dalam sistem pencernaan tubuh.

Proses pengolahan asam amino adalah sebagai berikut:

  1. Sumber protein masuk ke dalam mulut untuk dihancurkan oleh gigi, kemudian diteruskan ke lambung.
  2. Di dalam lambung, asam lambung akan diproduksi dan diikuti oleh keluarnya enzim pepsin yang bertugas untuk memecah protein menjadi beberapa ikatan peptida yang disebut dengan chyme.
  3. Chyme dialirkan lambung untuk diteruskan ke usus 12 jari.
  4. Di usus 12 jari, chyme merangsang pankreas untuk memproduksi beberapa enzim, yaitu chymotrypsin, carboxypeptidase, dan tripsin. Ketiga enzim tersebut bertugas untuk menghancurkan protein menjadi bentuk lebih sederhana lagi sampai berbentuk asam amino.
  5. Sel-sel usus menyerap asam amino untuk dibawa ke hati melalui vena porta.
  6. Dari hati, asam amino kemudian diedarkan ke seluruh sel tubuh yang memerlukan asam amino untuk melakukan semua fungsi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Fungsi Asam Amino

Setelah siap untuk digunakan, asam amino akan menjalankan tugasnya di dalam tubuh. Beberapa fungsi dari asam amino adalah untuk:

Artikel Sejenis

  • Memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
  • Membentuk enzim, yaitu sebuah molekul pada protein yang berperan sebagai katalis untuk mempercepat semua proses reaksi kimia di tubuh.
  • Membentuk hormon, seperti hormon insulin dan tiroid.
  • Menyeimbangkan cairan tubuh.
  • Membantu proses pertumbuhan.
  • Membentuk antibodi tubuh yang merupakan kunci pada sistem imun untuk menyerang mikroorganisme asing yang masuk ke tubuh.
  • Mendukung asam basa di tubuh.
  • Membentuk neurotransmitter, yaitu senyawa kimia di dalam otak yang mengirim sinyal sel-sel saraf di dalam otak. Contoh neurotransmitter yang dibentuk adalah serotonin, norepinephrine, dan dopamin.

Jenis Asam Amino

Jenis-jenis dari asam amino adalah sebagai berikut:

  • Asam amino esensial: asam amino yang diperoleh dari makanan karena tubuh tidak bisa memproduksi sendiri. Contohnya: valine, metionin, lisin, tryptophan, histidin, fenilalanin, arginin, treonin, isoleusin, dan leusin.
  • Asam amino non esensial: asam amino yang bisa dihasilkan oleh tubuh bila tubuh tidak mendapatkannya dari makanan yang dikonsumsi. Contohnya: asparagin, asam glutamat, alanin, prolin, hidroksiprolin, sistin, sistein, glisin, dan serin.
  • Asam amino conditional: asam amino bersyarat yang dibutuhkan saat mengalami stres, terluka, atau sakit. Contohnya: glutamin, proline, serine, dan cystein.

Si Kecil sebaiknya dilatih untuk mengonsumsi berbagai jenis protein yang bervariasi setiap hari untuk dapat memenuhi kebutuhan asam amino esensial maupun nonesensial.

Mencukupi Kebutuhan Asam Amino untuk Balita

Mengingat fungsinya yang penting bagi tubuh, khususnya balita yang sedang dalam tahap tumbuh kembang, maka Ibu sebisa mungkin mencukupi kebutuhan asupan asam amino harian buah hati. Caranya adalah dengan memberikan sumber protein, baik hewani maupun nabati. Ada banyak sekali sumber protein yang bisa ditemukan dengan mudah di sekitar Ibu.

Sumber protein hewani (berasal dari hewan):

  • Susu
  • Telur
  • Daging sapi
  • Daging kambing
  • Daging ayam
  • Ikan
  • Aneka makanan laut (cumi, kepiting, kerang, udang, dan lainnya)
  • Olahan daging (bakso, dendeng, sosis, otak-otak)
  • Produk olahan susu (keju, yogurt)

Sumber protein nabati (berasal dari tumbuhan):

  • Tahu
  • Tempe
  • Kacang-kacangan (kacang tanah, kacang hijau, kedelai, kacang mede, almond, edamame, dan lainnya)
  • Oncom
  • Brokoli
  • Jamur
  • Bayam
  • Kentang
  • Alpukat

Berapa Kebutuhan Asam Amino Harian Anak?

Anak-anak membutuhkan asupan protein harian dengan jumlah yang berbeda-beda, tergantung pada usianya:

  • Usia 1-3 tahun: membutuhkan setidaknya 16 gram setiap hari.
  • Usia 4-6 tahun: membutuhkan setidaknya 24 gram setiap hari.
  • Usia 7-10 tahun: membutuhkan setidaknya 28 gram setiap hari.

Pastikan Ibu memberikan sumber protein dengan jumlah yang sesuai dengan usia buah hati setiap, karena asam amino adalah senyawa yang memegang peranan penting bagi tubuh mungilnya. Jangan lupa untuk menyeimbangkannya dengan asupan nutrisi lainnya yang tak kalah penting untuk tumbuh kembangnya, yaitu karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Semoga informasi tentang asam amino ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan Ibu seputar nutrisi untuk si Kecil.

Jika ibu memiliki pertanyaan lain seputar nutrisi maupun tumbuh kembang si Kecil, silahkan berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu ya, Bu.

 

Sumber:

hellosehat, hot.liputan6, klikdokter