Whatsapp Share Like Simpan

9 asam amino esensial atau yang lebih dikenal dengan istilah 9AAE merupakan elemen penting untuk tumbuh kembang bayi dan anak. Namun, dalam proses produksi 9 asam amino esensial atau 9AAE untuk bayi, Ibu perlu menghadirkan beberapa makanan pendamping ASI atau MPASI dengan sumber makanan yang kaya akan protein. Asupan berprotein dibutuhkan oleh tubuh bayi dapat memproduksi 9 asam amino esensial atau 9AAE. Oleh karena itu,  fungsi protein untuk bayi penting untuk menjaga tumbuh kembangnya.

Fungsi protein untuk bayi bagi tumbuh kembangnya

Sebagaimana yang telah ibu ketahui, bahwa fungsi protein untuk bayi terkait tumbuh kembangnya adalah agar tubuh dapat mengolah dan menyerap nutrisi dari makanan menjadi 9 asam amino esensial atau 9AAE. Pasalnya, tubuh tidak dapat secara otomatis memproduksi 9 asam amino esensial atau 9AAE. Tubuh membutuhkan asupan protein yang didapat dari MPASI bayi untuk diolah melalui proses metabolisme. 9 asam amino esensial atau 9AAE juga memiliki peran dalam meningkatkan proses metabolisme tubuh bayi. Dengan kata lain, fungsi protein untuk bayi memiliki dampak positif bagi tumbuh kembang sekaligus kesehatan bayi. Fungsi protein untuk bayi lainnya juga berguna agar anak memiliki jaringan tubuh yang selalu bekerja secara optimal dalam masa tumbuh kembangnya.

1. Membantu pertumbuhan

Berperan penting dalam memproduksi 9 asam amino esensial atau 9AAE, fungsi protein untuk bayi diperlukan agar pertumbuhan si buah hati dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, fungsi protein untuk bayi juga berguna dalam memastikan seluruh sel di dalam tubuh bayi dapat mendapat kadar oksigen yang tercukupi, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang optimal.

2. Memperbaiki jaringan tubuh

Tidak hanya memberikan pasokan oksigen kepada sel di dalam tubuh, fungsi protein untuk bayi juga berguna dalam memperbaiki jaringan tubuh. Proses perbaikan pada jaringan tubuh ini berguna agar proses pemulihan tubuh anak sehabis sakit bisa berangsur pulih dengan cepat, sehingga tidak menghambat masa pertumbuhannya.

3. Sumber energi

Fungsi protein untuk bayi juga bisa berguna dalam melengkapi nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Nutrisi yang lengkap tersebut juga bisa diolah menjadi sumber energi yang membuat si kecil tetap aktif.

Artikel Sejenis

4. Produksi zat penting

Fungsi protein untuk bayi juga berperan cukup penting dalam memproduksi berbagai zat yang dibutuhkan oleh si kecil di masa tumbuh kembangnya. Protein diketahui mampu memproduksi hormon, enzim, darah, hingga sumsum tulang demi menjaga pertumbuhannya tetap optimal

Fungsi protein untuk bayi ini bisa Ibu temukan dari berbagai sumber makanan, seperti seperti ASI/Susu formula sesuai indikasi medis, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan, serta hasil olahnya. Selain demi memaksimalkan fungsi protein untuk bayi, Ibu juga bisa menggunakan sumber makanan tersebut sebagai metode pembelajaran bayi mengenal rasa dan beragam jenis makanan melalui MPASI, sehingga bayi tidak tumbuh jadi anak picky eater. Di antara ragamnya sumber makanan yang menawarkan fungsi protein untuk bayi secara maksimal, Ibu perlu paham jika sumber protein membawa peran penting terhadap tumbuh kembangnya.

Makanan yang mengandung sumber protein: 

1. ASI/susu formula sesuai indikasi medis

ASI merupakan sumber makanan utama yang dikonsumsi oleh bayi. Untuk itu, Ibu perlu menjaga kualitas nutrisi yang dibutuhkan dalam menjaga kualitas ASI. Pastikan Ibu juga mengonsumsi sumber makanan berprotein agar kadar protein dapat terserap di dalam ASI sehingga dapat tersalurkan dengan bayi kepada bayi. Fungsi protein untuk bayi yang terkandung dalam ASI menawarkan banyak manfaat bagi tumbuh kembang bayi. Fungsi protein untuk bayi yang terkandung dalam ASI dapat menjadi antibodi agar si kecil kebal terhadap serangan penyakit dari bakteri dan virus. Selain dari ASI, ibu juga bisa memaksimalkan fungsi protein untuk bayi dari susu formula. Namun perlu Ibu pahami jika pemberian susu formula pada bayi ini perlu menyesuaikan dengan kebutuhan medis. Jadi, jika Ibu hendak memberikan susu formula pada bayi, ada baiknya untuk konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

2. Telur

Meskipun bentuknya kecil dibandingkan dengan sumber makanan lainnya, telur menawarkan fungsi protein untuk bayi yang cukup penting. Diketahui fungsi protein untuk bayi yang ditawarkan oleh telur ini cukup beragam manfaatnya. Fungsi protein untuk bayi yang utama ditawarkan oleh telur adalah manfaatnya dalam membentuk serta membangun sel di dalam tubuh pada masa tumbuh kembangnya. Pembentukan sel berkat fungsi protein untuk bayi ini penting agar si buah hati tidak mudah terserang penyakit. Selain itu, fungsi protein untuk bayi yang ditawarkan oleh telur juga mampu bermanfaat menjaga konsentrasi bayi. Di masa tumbuh kembangnya, bayi akan mulai memerhatikan keadaan sekitar sebagai bekal interaksinya di kemudian hari.

Sebagaimana yang Ibu ketahui, dalam masa tumbuh kembangnya, baik jaringan, sel, atau organ penting dalam tubuh bayi akan terus berkembang seiring bertambahnya usia dan fungsi protein untuk bayi adalah agar menjaga tubuh bayi tumbuh dengan sehat dan kuat. Selain menawarkan fungsi protein untuk bayi yang optimal, telur juga dinilai sebagai sumber makanan kaya akan manfaat yang mampu meningkatkan serta menjaga kesehatan mata pada bayi berkat kandungan vitamin A. telur juga memiliki kandungan vitamin E untuk kesehatan kulit bayi. Vitamin E yang terdapat di dalam telur ini memastikan agar kulit bayi Ibu tetap halus dan lembap, sehingga membuat bayi tetap nyaman sehari-hari.

3. Ikan

Ikan dikenal sebagai salah satu sumber makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi guna memberikan tumbuh kembang optimal pada bayi. Salah satu kandungan nutrisi yang terdapat pada ikan adalah protein. Protein yang terkandung pada ikan dikenal mudah dicerna oleh tubuh bayi di masa tumbuh kembangnya. Fungsi protein untuk bayi yang ditawarkan oleh ikan salah satunya adalah memperlancar proses pertumbuhan otak. Dengan kata lain, fungsi protein untuk bayi yang terdapat pada ikan ini akan membantu bayi tumbuh jadi anak yang pintar seiring bertambahnya usia. Meskipun memiliki manfaat yang tinggi, Ibu perlu ketahui bahwa kandungan merkuri pada ikan cukup tinggi. 

Jika hendak memberikan MPASI demi memaksimalkan fungsi protein untuk bayi dari Ikan, ada baiknya Ibu memilih jenis-jenis ikan tertentu seperti kod, salmon, serta sarden. Selain memaksimalkan fungsi protein untuk bayi, ikan juga dikenal memiliki asam lemak omega 3 yang berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

4. Daging merah

Daging merah merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung kadar protein cukup tinggi. Dengan memberikan MPASI menggunakan daging sapi sebagai bahan utamanya, Ibu bisa memaksimalkan fungsi protein untuk bayi terkait tumbuh kembangnya. Fungsi protein untuk bayi yang terkandung dalam daging sapi di antaranya berguna untuk memperbaiki jaringan otot. Jaringan otot yang baik akan membuat bayi tumbuh dan berkembang secara kuat. Fungsi protein untuk bayi yang ditawarkan daging sapi juga bermanfaat bagi perkembangan otak. Selain itu, dalam aspek kesehatan, fungsi protein untuk bayi juga berguna dalam meningkatkan sistem perlawanan terhadap virus dan bakteri yang hinggap di dalam tubuh bayi. 

Selain protein, daging sapi juga diketahui memiliki kandungan zat besi dan zinc yang mampu memperlancar pembentukan sel darah merah. Kehadiran zat besi dan zinc yang dikandung dalam daging sapi ini akan mengurangi risiko terjadinya anemia pada bayi. Daging sapi juga dianggap sebagai sumber energi yang baik dalam masa tumbuh kembang bayi. Di masa tumbuh kembang bayi usia 7 hingga 12 bulan, bayi sudah mulai melakukan kegiatan bermain secara aktif. Kegiatan bermain yang aktif tersebut memerlukan asupan energi yang baik, sehingga Anak tidak mudah merasa lelah. Pembentukan energi baik dari daging sapi ini hadir berkat vitamin B12 yang dikandung secara alami.

5. Daging putih

Ibu juga bisa menggunakan daging putih atau sebagai bahan dasar dalam memberikan MPASI untuk bayi. Daging ayam juga diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi dan baik untuk tumbuh kembang bayi. Fungsi protein untuk bayi yang ditawarkan daging ayam ini diperlukan agar kinerja kognitif, memori, hati, serta otot dapat berjalan dengan optimal di masa tumbuh kembang bayi. Selain protein, daging ayam juga mengandung zat besi yang dapat memberikan manfaat terhadap pertumbuhan sel darah merah untuk bayi. Daging ayam juga ternyata memiliki kandungan kalsium. Kandungan kalsium dibutuhkan oleh bayi agar tumbuh dengan memiliki tulang yang kuat dan sehat.

6. Kacang-kacangan

Untuk melengkapi fungsi protein untuk bayi secara maksimal, Ibu juga bisa memberikan kacang-kacangan atau jenis olahnya demi menjaga tumbuh kembang bayi lebih optimal. Jenis kacang-kacangan berprotein tinggi ini bisa Ibu temukan dalam kacang kedelai, kacang merah, kacang hitam, kacang tanah, serta kacang almond. Selain itu, Ibu juga bisa mendapatkan manfaat protein melalui produk olahannya, seperti selai kacang, susu kedelai, serta susu almond. Fungsi protein untuk bayi yang bisa ditemukan dalam berbagai jenis kacang dan olahannya ini cukup beragam. Di antaranya Ibu bisa memaksimalkan fungsi protein untuk bayi melalui kacang-kacangan untuk menjaga berat badan ideal, memperkuat pertumbuhan tulang, hingga menyehatkan jantung si kecil.

Selain memberikan MPASI dari sumber makanan kaya akan manfaat, Ibu juga bisa memaksimalkan fungsi protein untuk bayi melalui kualitas ASI yang diberikan. ASI merupakan asupan utama dan penting demi menjaga tumbuh kembang bayi secara optimal. Untuk itu, penting bagi Ibu menjaga kualitas ASI yang diproduksi melalui makanan-makanan penuh nutrisi dan gizi. Selain makanan, Ibu juga bisa memaksimalkan kualitas ASI dengan minum susu Frisian Flag MAMA 0 SUPRIMA. Frisian Flag Mama mengandung protein, serat pangan, asam folat, zat besi, serta kalsium sebagai asupan tambahan sehari-hari dalam memaksimalkan fungsi protein untuk bayi di masa tumbuh kembangnya.