Whatsapp Share Like Simpan

Saat ini semuanya sudah serba modern, termasuk permainan anak-anak. Namun, tak ada salahnya lho memperkenalkannya dengan permainan jaman dulu, Bu. Jenis permainan ini justru lebih bagus untuk anak-anak karena banyak melibatkan fisik dan keterampilan motorik, sehingga akan sangat bermanfaat baginya.

Selain itu, Ibu juga bisa sekaligus bernostalgia mengingat permainan yang dulu Ibu mainkan sewaktu kecil. Nah, karena saat ini kita baru sering berada di rumah, coba perkenalkan beberapa permainan jaman dulu berikut ini, yuk:

Petak Umpet

Ibu pasti dulu sering bermain petak umpet, bukan? Ya, permainan jaman dulu ini sangat seru untuk dimainkan bersama teman-teman. Satu orang yang kalah hompimpah harus bertugas untuk menjaga dan mencari pemain lainnya yang bersembunyi hingga ketemu.

Dari permainan ini, si Kecil akan belajar mengasah daya pikir. Selain itu, dengan bermain petak umpet kemampuan motorik si Kecil akan terlatih menjadi lebih kuat dan lincah. Tubuhnya juga akan bergerak aktif sehingga ia jadi lebih sehat.

Lompat Tali

Bu, masih ingat dengan permainan jaman dulu ini? Permainan lompat tali biasanya dimainkan oleh anak perempuan, tapi anak laki-laki juga boleh memainkannya. Untuk bisa bermain lompat tali, buat dulu talinya dengan cara menyambungkan sejumlah karet gelang hingga mencapai panjang tertentu. Setelah itu, dua orang memegang masing-masing ujung tali dan memutar-mutar tali untuk dilompati pemain lainnya.

Artikel Sejenis

Di sini, si Kecil akan terlatih untuk bergerak dengan lincah supaya tidak jatuh saat melompati tali. Tentunya kemampuan motorik kasarnya bisa terasah dengan baik untuk bisa bergerak dengan lincah, kuat, dan seimbang.

Engklek

Permainan jaman dulu yang satu ini sangat seru untuk dimainkan beramai-ramai. Engklek adalah salah satu permainan tradisional yang cukup mendunia. Untuk memainkan permainan ini, buat dulu area bermainnya berupa kotak-kotak yang tersusun rapi. Ibu bisa membuatnya di lantai atau di halaman. Setelah itu, cari batu atau lempeng sebagai penanda diri.

Mainkan dengan cara melompati kotak satu-persatu dengan satu kaki. Jika melewati garis, maka harus mengulangi giliran setelah pemain lainnya selesai. Pemain yang berhasil mencapai kotak finish duluan, maka dialah pemenangnya. Saat bermain engklek, si Kecil akan berlatih keseimbangan, sehingga ini sangat baik untuk perkembangan kemampuan motorik kasarnya.

Congklak

Congklak dimainkan oleh dua orang dengan cara memasukkan biji congklak satu persatu pada lubang yang ada di papan. Pemain yang mengumpulkan biji paling banyak akan menjadi pemenangya.

Permainan jaman dulu ini dapat melatih otak si Kecil untuk berpikir strategis. Kemampuan motorik halusnya juga ikut terasah karena si Kecil akan belajar menggenggam beberapa biji di telapak tangannya, lalu belajar memasukkannya ke dalam lubang.

Ular Tangga

Ular tangga bisa dimainkan hingga maksimal empat orang, jadi sudah pasti akan sangat seru untuk mengisi waktu luang di rumah. Pada permainan jaman dulu ini, masing-masing pemain menjalankan bidaknya secara bergantian sesuai dengan angka yang ditunjukkan pada dadu yang sudah dikocok terlebih dulu.

Jika berhenti pada papan yang terdapat ekor ular, maka ia harus turun atau mundur hingga kepala ular berada. Sedangkan jika berhenti pada dasar tangga, maka ia bisa langsung naik hingga ujung tangga. Pemain yang menjadi pemenang adalah yang berhasil mencapai finish pertama kali.

Baca juga: 9 Ide Permainan Anak yang Seru Selama di Rumah Aja

Pasaran

Nah, kalau permainan jaman dulu yang satu ini adalah permainan anak perempuan. Anak-anak akan bermain peran seolah mereka sedang memasak makanan, tapi menggunakan peralatan mainan. Untuk makanannya, Ibu bisa menggunakan pasir, tanah, atau batu bata yang ditumbuk dengan batu hingga lembut, lalu dicampur dengan air. Gunakan daun lebar sebagai piring untuk meletakkan ‘makanan’ yang sudah dimasak tadi. Melalui permainan ini, kreativitas dan daya imajinasi putri kecil Ibu akan meningkat.

Boneka Kertas

Selain pasaran, boneka kertas adalah permainan anak populer yang dulu sangat populer di kalangan anak perempuan. Putri kecil Ibu bisa berkreasi untuk mendandani boneka yang terbuat dari kertas, mulai dari rambut, pakaian, hingga sepatu. Dengan begitu, kreativitasnya pun bisa meningkat. Tak hanya itu, si Kecil juga bisa melatih kemampuan motorik halusnya karena ia harus menggunting boneka dan aksesorisnya terlebih dulu.

Gasing

Di jaman dulu, gasing merupakan permainan yang sangat digemari oleh anak-anak, terutama anak laki-laki. Gasing terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara diputar menggunakan tali. Mainkan beberapa gasing secara bersamaan untuk melihat gasing mana yang berputar paling lama. Pemilik dari gasing yang berputar paling lama akan menjadi pemenangnya.

Saat si Kecil bermain gasing, keterampilan tangannya akan terlatih untuk bisa memutar gasing dengan baik. Bukan hanya itu, jiwa kompetitif si Kecil juga akan berkembang. Ia akan berusaha keras untuk bisa menjadi pemenang dengan cara yang sportif.

Kelereng

Saat menjadi permainan yang populer di jamannya, anak-anak sangat senang mengoleksi banyak kelereng dengan aneka warna. Untuk memainkan permainan ini, masing-masing anak mengumpulkan satu kelereng miliknya pada satu lingkaran. Kemudian, setiap anak menembak kelompok kelereng tersebut secara bergantian. Anak yang memiliki kelereng yang terlempar paling jauh dari lingkaran bisa main terlebih dulu.

Si Kecil harus berusaha mengeluarkan kelereng yang ada di dalam lingkaran menggunakan kelereng yang ada di luar lingkaran. Setiap kelereng yang tertembak, bisa menjadi miliknya.

Bola Bekel

Permainan jaman dulu ini terdiri dari sebuah bola bekel dan enam biji bekel. Cara bermainnya adalah dengan menyusun keenam biji bekel dalam posisi berdiri. Lalu, pantulkan bola bekel ke lantai. Sebelum bola tersebut menyentuh lantai lagi, si Kecil harus mengambil satu biji bekel untuk digenggam di tangan. Lakukan secara berulang sampai semua biji bekel terambil. Jika ada biji yang terjatuh dari tangan, maka permainannya harus diulang lagi dari awal.

 

Kalau Ibu, dulu sering memainkan permainan yang mana? Semua permainan jaman dulu di atas sangat seru untuk dimainkan selama di rumah dan pastinya bermanfaat bagi si Kecil. Yuk, ajak ia bermain supaya tidak bosan di rumah sekaligus bisa mengenal permainan tradisional yang Ibu mainkan saat masih kanak-kanak.

Untuk Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

IDN Times