Share Like
Simpan

Bu, ingat tidak dengan bermacam-macam mainan tradisional seperti gasing, congklak, atau bola bekel yang sering kita mainkan dulu? Sederhana namun menyenangkan, ya? Tapi, permainan sesederhana itu ternyata memiliki manfaat bagi kemampuan motorik  bagi si Kecil di usia 1 hingga 3 tahun, lho. Ingin tahu lebih jelas? Yuk, kita simak manfaatnya di bawah ini!

 

  • Congklak

Permainan tradisional yang dimainkan oleh 2 orang ini memiliki berbagai macam sebutan yang berbeda di tiap daerah. Misalnya: di Jawa, orang sering menyebutnya dakon atau dhakon. Sedangkan di Lampung, permainan ini dikenal dengan nama dentuman lamban. Untuk permainan ini, Ibu perlu mempersiapkan:

  1. Papan congklak (papan permainan yang memiliki 14 lubang berhadapan, dan 2 lubang besar yang berada di ujung kiri dan kanan).
  2. Biji congklak, bisa juga menggunakan batu-batu kecil.

Cara bermain:

  1. Ajak si Kecil untuk mengisi setiap lubang kecil dengan tujuh buah biji. Kemudian minta ia untuk memilih siapa yang berhak untuk main pertama kali.
  2. Setelah itu, pemain pertama mengambil seluruh biji dari lubang pertama dan membagikan satu persatu biji ke tiap lubang, dimulai dari sebelah kanannya dan seterusnya.
  3. Bila biji terakhir dari genggaman si Kecil jatuh di lubang yang penuh biji, maka si Kecil bisa melanjutkan permainan dengan membagikan seluruh biji di lubang baru tersebut. Sebaliknya, bila biji terakhir jatuh di lubang kosong, maka gilirannya habis. Lain lagi jika biji terakhir jatuh di lubang terbesar miliknya, maka ia berkesempatan khusus untuk memilih lubang kecil di sisi lubang besar tersebut.

Nah, permainan congklak akan dianggap selesai jika salah satu pemain sudah tidak memiliki biji yang dapat diambil lagi (seluruh biji ada di lubang besar disisi kanan dan kiri pemain).

Manfaat permainan

Saat bermain congklak, si Kecil bisa belajar keterampilan berhitung, melatih kesabaran, serta mengasah kemampuannya dalam menganalisa sesuatu.

 

  • Bola Bekel

Permainan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah ini, biasanya dimainkan oleh anak perempuan dengan jumlah pemain 3 sampai 5 orang. Ibu perlu menyiapkan:

  1. Bola karet yang memiliki warna atau motif menarik, dengan ukuran kira-kira sebesar bola pingpong.
  2. Biji bekel yang terbuat dari kuningan sejumlah 10 biji dan memiliki 4 sisi yang berbeda. 

Cara bermain:

  1. Level pertama: genggam bola dan biji bekel menjadi satu dan lempar setinggi kurang lebih 30 cm. Setelah bola tersebut turun dan memantul, lepas biji bekel dalam posisi acak. Kemudian lempar kembali bola, lalu ambil biji beket satu per satu, dua-dua, tiga-tiga, dan seterusnya hingga habis.
  2. Level ke-dua, ulangi tahap pertama kemudian balikkan posisi biji bekel hingga menghadap ke atas atau sering dikenal dengan istilah rumah. Setelah itu, balik posisi biji menjadi tengkurap.
  3. Level ke-tiga, ubah kembali posisi biji bekel, ulangi tahap pertama. Kali ini ubah posisi biji bekel hingga sisi yang halus menghadap ke atas. Level terakhir, ubah kembali posisinya hingga sisi yang halus menghadap ke bawah.
  4. Permainan bola bekel akan dinyatakan selesai, saat tangan pemain menyentuh biji bekel selain yang sedang ia ambil. Pemain yang lebih dulu menyelesaikan permainan, dialah yang pemenangnya.

Manfaat permainan

Bermain bola bekel bermanfaat untuk melatih keterampilan si Kecil dalam mengatur ritme antara waktu pemantulan bola dan mengambil atau membetulkan biji bekel, koordinasi antara indera penglihatan dengan kecepatan tangan, serta kemampuannya untuk  fokus dan berkonsentrasi.

 

  • Gasing

Jenis permainan tradisional yang berasal dari Sumatra Selatan ini terbuat dari kayu dengan tali sebagai pengikat dan pelempar. Sebagai aktivitas yang diikuti oleh 2 atau lebih pemain, biasanya gasing dimainkan di luar ruangan dengan permukaan tanah yang rata. Sebelum memulai permainan, Ibu bisa mempersiapkan hal berikut:

  1. Satu buah gasing yang terbuat dari kayu.
  2. Benang gasing dari nilon untuk masing-masing pemain.

Cara bermain:

  1. Minta si Kecil untuk memegang gasing menggunakan satu tangan, kemudian tangan lainnya memegang tali. Lilitkan tali mulai dari bagian kaki hingga badan gasing dengan cara memutarnya.
  2. Ajak si Kecil untuk melempar gasing pada hitungan ke-3 sambil menarik tali pengikatnya. Setelah dilempar, gasing akan berputar untuk beberapa saat hingga lama kelamaan putarannya semakin pelan dan jatuh.
  3. Gasing yang berputarnya lebih lama adalah pemenangnya.

Manfaat permainan

Ketika bermain gasing, si Kecil melatih keterampilan motorik halus, kesabaran, sekaligus mengenalkan hukum keseimbangan pada dirinya, Bu. Ia juga mengasah kemampuannya dalam bermain secara sportif dengan teman-temannya.

Menarik kan, Bu? Jadi, sudah siap bermain bersama si Kecil hari ini?