Whatsapp Share Like
Simpan

Pada usia dini, sangat wajar apabila si Kecil bergerak aktif karena hal itu memang bagian dari proses perkembangannya. Akan tetapi ibu harus mengamati seberapa aktif kah si Kecil? Jika ibu sampai mengeluh karena si Kecil terlalu aktif bisa saja ia tergolong sebagai anak yang hiperaktif. Namun, apa sih sebenarnya hiperaktif itu? Benarkah hiperaktif hanya berarti anak yang bergerak terlalu aktif? Berikut merupakan ulasannya.

Apa itu Hiperaktif?

Secara definisi, anak yang tergolong hiperaktif biasanya sangat aktif bahkan berlebihan, tidak bisa tenang, serta sulit berkonsentrasi pada satu hal dalam waktu yang lama. Hal ini dapat terjadi pada siapa saja. Apabila si Kecil ternyata mengalami hiperaktif, akan sangat baik apabila ibu menyadari sejak usianya masih dini. Dengan begitu, penanganan yang tepat dapat diberikan lebih cepat.

Si Kecil yang mengalami kondisi hiperaktif memang membutuhkan cara pengasuhan yang berbeda dengan anak normal. Hal ini dikarenakan si Kecil akan cenderung mudah teralih perhatiannya dari satu hal menuju hal lainnya. Oleh karena itu, ibu sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog anak sehingga mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, tingkat hiperaktif pada masing-masing individu pun dapat berbeda.

Lalu, mengapa si Kecil bisa mengalami hiperaktif? Kondisi ini dapat disebabkan oleh empat hal. Pertama karena ADHD atau gangguan defisit atensi. Kedua karena gangguan otak dan syaraf pusat. Ketiga karena gangguan psikologis. Keempat karena hipertiroidisme. Untuk mengetahui penyebab pastinya si Kecil memiliki kondisi hiperaktif, ibu harus mengeceknya ke rumah sakit, ya.

Ciri-ciri Si Kecil Hiperaktif

Jika tidak diperhatikan, anak-anak hiperaktif kadang hanya dianggap terlalu aktif saja. Padahal kondisi hiperaktif yang tidak tertangani akan sangat mempengaruhi si Kecil hingga ia dewasa. Kesulitan belajar, dikucilkan dari lingkungan, bahkan keterlambatan perkembangan secara psikologis dapat terjadi apabila lingkungan tidak memahami bahwa si Kecil mengalami kondisi hiperaktif. Untuk itu, Ibu sebaiknya mengetahui berbagai ciri-ciri hiperaktif yang mungkin bisa terlihat pada keseharian si Kecil. Berikut 5 ciri-ciri anak hiperaktif yang umum terjadi.

Artikel Sejenis

  1. Kesulitan fokus

    Si Kecil dengan kondisi hiperaktif akan kesulitan untuk fokus terutama dalam waktu lama. Ia akan mudah tertarik hal lain dengan sangat cepat. Hal ini akan membuatnya kesulitan berkonsentrasi ketika belajar. Selain itu, si Kecil akan terhambat komunikasinya. Ia akan memiliki inisiatif yang lebih rendah karena kurang fokus.

  2. Bicara tidak sesuai

    Si Kecil juga akan sering bicara tanpa berpikir terlebih dahulu. Empati yang ia miliki akan menjadi rendah sehingga mudah mengeluarkan kata-kata yang tidak semestinya. Si Kecil akan lebih mudah menyampaikan kata-kata kasar serta ejekan karena ia tidak menyadari hal tersebut dapat menyakiti orang lain.

  3. Sering memukul sembarangan

    Perilaku memukul sembarangan dapat muncul terutama jika kondisi hiperaktif dibiarkan begitu saja. Si Kecil akan berusaha menyalurkan energinya dengan memukul dan mengira hal tersebut tidak salah.

  4. Berperilaku impulsif
  5. Ciri paling umum pada si Kecil dengan kondisi hiperaktif adalah berperilaku impulsif. Hal ini akan membuatnya menjadi rewel serta manja. Perilaku impulsif ini bahkan tidak mengenal tempat dan waktu sehingga kadang akan sangat merepotkan.

  6. Sulit untuk tenang

    Si Kecil akan kesulitan untuk tenang. Bahkan duduk di pojok ruangan sambil menonton video selama lima menit akan menjadi hal yang sangat menyiksa untuk si Kecil. Ia akan mudah bosan serta sangat aktif setiap saat. Si Kecil juga menjadi lebih rawan terluka karena terlalu banyak berlari dan terlalu lincah. Hal ini akan menjadi masalah serius terutama jika sedang berada di angkutan umum atau jalan raya.

Apabila si Kecil memang mengalami kondisi hiperaktif, yang pertama kali harus ibu lakukan adalah tetap bersikap tenang. Jangan cemas dan khawatir berlebihan. Kondisi hiperaktif dapat ditangani. Ibu hanya perlu tahu terlebih dahulu dengan jelas, apa penyebab si Kecil mengalami kondisi hiperaktif. Setelah mengetahui penyebabnya, maka bantuan secara medis dan psikologis harus diupayakan.

Untuk penanganan maksimal, si Kecil tentunya membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Tugas ibu adalah memberi pengertian pada lingkungan sekitar mengenai kondisi si Kecil. Dengan begitu, si Kecil tidak akan merasa tertekan dengan kondisinya. Ibu harus selalu bersabar serta konsisten setiap harinya dalam menangani kondisi si Kecil. Mengikuti berbagai forum anak hiperaktif bisa menjadi salah satu solusi berbagai kepada sesama ibu yang memiliki anak hiperaktif juga. Yang terpenting adalah ibu harus tetap menyayangi dan merawat si Kecil dengan sepenuh hati, ya.