Whatsapp Share Like Simpan

Di masa pertumbuhan, anak-anak memiliki banyak energi untuk mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan minatnya sendiri. Si Kecil akan terus mencari tahu apa saja yang membuatnya penasaran, salah satunya dengan cara bermain. Nah, Ibu dapat merancang permainan anak kecil di rumah untuk dijadikan tempat si Kecil bereksplorasi dengan seru dan menyenangkan. Ini bisa menjadi solusi jika tidak memungkinkan untuk keluar rumah karena berbagai hal. Selain itu, permainan anak kecil yang ada di rumah juga bisa membuat si Kecil lebih nyaman bermain tanpa harus pergi ke wahana permainan. Cobalah untuk merancang permainan anak kecil yang dapat melatih kemampuan motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan komunikasi anak agar bermanfaat hingga jangka panjang. 

Sebelum merancang permainan anak kecil sendiri di rumah, pastikan untuk mengetahui apa saja yang membuat si Kecil nyaman sesuai usianya. Untuk anak-anak yang berusia di bawah tiga tahun cenderung menyukai permainan melempar dan mengambil benda lunak dengan mudah. Sementara, untuk anak yang berusia tiga tahun ke atas lebih menyukai jenis permainan yang melibatkan aktivitas fisik karena di usia ini anak sedang aktif bergerak. Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai cara membuat permainan anak kecil dengan konsep rintangan yang dapat mengasah kemampuan motorik halus dan kasar si Kecil. Penasaran apa saja jenis permainannya? Simak di bawah ini yuk, Bu! 

Cara Membuat Permainan Anak Kecil di Rumah

Permainan anak kecil dengan konsep rintangan bisa Ibu buat sendiri di rumah dengan cara yang cukup mudah. Permainan ini akan meliputi aktivitas merangkak, memanjat, berlari kecil, dan melompat agar si Kecil dapat mengeluarkan energinya sekaligus melatih kemampuan motorik untuk mendukung perkembangannya hingga jangka panjang. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan, antara lain:

Langkah 1: Permainan Anak Kecil dengan Konsep Pendakian

Permainan rintangan bisa dimulai dengan konsep pendakian. Untuk membuat permainan anak kecil ini, Ibu membutuhkan beberapa kursi atau bangku dengan ukuran tinggi yang berbeda. Susunlah kursi atau bangku tersebut menjadi bentuk piramida yang menempel di dinding. Ajak si Kecil untuk bermain layaknya seorang pendaki dengan menaikkan satu demi satu kursi yang disusun tersebut. Permainan anak kecil ini perlu pengawasan ekstra dari Ibu agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. 

Langkah 2: Permainan Anak Kecil dengan Konsep Kereta 

Setelah berhasil melakukan permainan di langkah pertama, saatnya si Kecil menuju rintangan kedua yang bertujuan untuk melatih kekuatan ototnya. Untuk membuat permainan anak kecil ini, Ibu membutuhkan kardus ukuran besar dan imajinasi. Buatlah susunan kardus berbentuk terowongan dengan jalur lurus maupun bergelombang. Ajak si Kecil untuk masuk ke dalam terowongan tersebut dan melewatinya tanpa merusak bangunan dari kardus. Jika terowongan yang dibuat cukup panjang, Ibu bisa membuat lubang-lubang kecil sebagai sirkulasi cahaya. Permainan anak kecil ini harus dilakukan dengan cara merangkak agar otot-otot bagian tangan dan kaki bisa dirangsang dengan baik. 

Artikel Sejenis

Langkah 3: Permainan Anak Kecil dengan Konsep Twister-Jumper! 

Langkah selanjutnya bukan sekadar melompat ke sana kemari saja lho, Bu. Akan tetapi, mengajak si Kecil untuk dapat berpikir juga. Ibu membutuhkan 20 lembar kertas dengan 4 warna yang berbeda (merah, kuning, hijau, dan biru). Gunting masing-masing kertas berbentuk lingkaran dengan ukuran sekitar 20 cm. Masing-masing kertas jaraknya sekitar 10 cm ya, Bu. Pastikan untuk menempelkan masing-masing kertas di lantai dengan menggunakan double tape supaya menempel sempurna. Antara satu kertas lingkaran harus saling berhubungan membentuk jalur hingga finish. Nah, waktunya Ibu mengajak si Kecil bermain dengan menyebutkan warna kertas dan arahnya, agar si Kecil berpikir warna yang tepat untuk diinjak.

Baca juga: Pentingnya 9 Asam Amino Esensial untuk Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal

Langkah 4: Permainan Anak Kecil dengan Konsep Labirin Kertas 

Permainan anak kecil ini merupakan rintangan terakhir yang melibatkan koordinasi mata dan tangan si Kecil. Ibu bisa gunakan pita atau tali rafia untuk dipakai menjadi labirin di ambang pintu. Tempelkan pita atau tali rafia dengan menggunakan selotip agar dapat menempel di dinding, lalu pastikan labirin terus bisa dilalui oleh si Kecil dengan menggunakan tubuhnya. Aturlah tingkat rintangan sesuai dengan kemampuan dan usia si Kecil ya, Bu. Setelah labirin ini jadi, ajaklah si Kecil untuk melewati labirin tanpa terkena pita atau tali rafia agar misi bisa selesai dengan sempurna. 

Seimbangkan Permainan dengan Asupan Nutrisi yang Tepat

Permainan anak kecil memang dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil, akan tetapi asupan nutrisi yang berkualitas pun berperan penting untuk mengoptimalkannya lho, Bu. Maksimalkan permainan anak kecil ini dengan menyeimbangkan asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan fisik yang lebih optimal. Salah satu nutrisi yang harus dikonsumsi si Kecil adalah 9 asam amino esensial atau disebut juga 9AAE. 9 asam amino esensial (9AAE) merupakan bentuk sederhana dari protein yang dapat diserap oleh tubuh untuk tumbuh kembang anak. Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga memerlukan bantuan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

Sumber 9 asam amino esensial (9AAE) terbaik bisa Ibu dapatkan dalam protein hewani. Sebab, protein nabati protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Pasalnya, tubuh membutuhkan 9 asam amino esensial (9AAE) dengan 9 jenis yang tepat dan jumlah yang cukup untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Kehadiran 9 asam amino esensial (9AAE) ini sangat penting karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri, sehingga membutuhkan asupan dari makanan berprotein tinggi. Lantas, bagaimana jika kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE)? Maka kemungkinan akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh si Kecil. 

Sebuah penelitian dari J.Nutr yang dipublikasikan di National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. Selain itu, 9 asam amino esensial (9AAE) juga berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, membangun antibodi, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si Kecil. Oleh karena itu, Ibu perlu menyeimbangkan antara permainan anak kecil dengan nutrisi yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal.

Kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ yang diperkaya juga oleh 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3 serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi tumbuh kembang si Kecil. Kandungan nutrisi di dalam susu pertumbuhan ini telah ditingkatkan dari sebelumnya agar si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ hadir dengan tiga varian rasa, yaitu vanilla, madu, dan cokelat yang pasti disukai anak-anak.