Share Like
Simpan

Bermain membantu mengembangkan kemampuan fisik, emosi, sosial, kognitif dan bahasa anak. Ada beberapa jenis permainan yang bisa Ibu ajarkan pada si Kecil. Ayo kita kenali satu persatu!

Bermain merupakan cara si Kecil belajar dan berkembang. Melalui permainan, si Kecil menemukan dan belajar memahami dunia sekitarnya. Bermain juga membantu si Kecil untuk melihat bagaimana orang saling berhubungan dan bagaimana setiap benda saling berkaitan.

Ada beberapa jenis permainan yang perlu Ibu ketahui dan dapat diajarkan pada si Kecil, diantaranya:

  • Permainan soliter : bermain sendiri. Sesekali biarkan si Kecil bermain sendiri karena permainan soliter mengajari anak bagaimana dia bisa menghibur dirinya sendiri. Permainan ini paling banyak dimainkan oleh anak usia kurang dari 3 tahun.
  • Permainan paralel : si Kecil bermain disamping temannya tetapi mereka tidak saling berinteraksi. Setelah mengamati apa yang dilakukan temannya, mungkin si Kecil akan menirunya.
  • Permainan imitatif : si Kecil meniru permainan temannya atau sebaliknya temannya meniru permainan yang dilakukan si Kecil.
  • Permainan asosiatif : sedikit mirip dengan permainan paralel, tetapi dalam permainan ini si Kecil terlibat dalam apa yang dimainkan oleh temannya. Misalnya sama-sama memainkan balok, tetapi masing-masing menyusun sendiri, sambil mengobrol dan akhirnya tersusun kota dari bangunan-bangunan yang disusun oleh si Kecil dan temannya. Melalui permainan ini si Kecil belajar bersosialisasi, cara memecahkan masalah, bekerjasama dan mengembangkan kemampuan bahasanya. Si Kecil juga mulai belajar menjalin pertemanan.
  • Permainan kooperatif : sejalan dengan pertambahan usianya, si Kecil mulai bermain dengan anak lainnya. Si Kecil mungkin akan membantu temannya menyusun balok. Tetapi kebanyakan anak baru siap untuk bermain kooperatif setelah usianya lebih dari 3 tahun.
  • Permainan dramatik/fantasi : jika si Kecil bermain dokter-dokteran atau bermain restoran, itu artinya si Kecil sedang bermain fantasi. Melalui jenis permainan ini, si Kecil belajar berimajinasi, bergantian, bekerjasama, berbagi dan mengembangkan bahasanya. Melalui permainan peran ini si Kecil juga belajar tentang fungsi suatu profesi di dalam masyarakat.
  • Permainan kompetitif : bermain ular tangga adalah salah satu contoh permainan kompetitif. Disini si Kecil belajar tentang aturan permainan dan giliran bermain. Dalam permainan ini ada yang menang dan ada yang kalah, jadi Ibu harus siap memberikan penjelasan jika si Kecil kemudian kalah dalam permainan ini.
  • Permainan fisik : lebih banyak melibatkan kemampuan motorik halus dan kasar, seperti melempar bola, bersepeda. Permainan fisik penting untuk mendorong si Kecil supaya aktif.
  • Permainan konstruktif : menyusun balok, membuat jalanan, membuat tenda dari kursi yang ditutupi selimut, merupakan contoh permainan konstruktif. Permainan ini mengajarkan si Kecil tentang membangun dan menyusun, juga membantu mengembangkan kemampuan kognitifnya.