Whatsapp Share Like Simpan

Bermain membantu mengembangkan kemampuan fisik, emosi, sosial, kognitif dan bahasa anak. Ada beberapa jenis permainan anak-anak yang bisa Ibu ajarkan pada anak. Ayo kita kenali satu persatu!

Bermain merupakan cara anak belajar dan berkembang. Melalui permainan, anak menemukan dan belajar memahami dunia sekitarnya. Bermain juga membantu anak untuk melihat bagaimana orang saling berhubungan dan bagaimana setiap benda saling berkaitan.

Ada beberapa jenis permainan anak-anak yang perlu Ibu ketahui dan dapat diajarkan pada anak, diantaranya:

Permainan Paralel

Permainan anak-anak selanjutnya adalah permainan paralel di mana anak bermain di samping temannya tetapi mereka tidak saling berinteraksi. Setelah mengamati apa yang dilakukan temannya, mungkin anak akan menirunya.

Permainan Imitatif

Pada permainan anak-anak ini, anak meniru permainan temannya atau sebaliknya, temannya meniru permainan yang dilakukan anak. Setelah itu, mereka mungkin akan bermain bersama. Contohnya saja anak sedang bermain mobil-mobilan, kemudian ada temannya datang dan memainkan mobil miliknya di dekat anak.

Artikel Sejenis

Permainan Soliter

Permainan soliter adalah anak-anak bermain dengan dirinya sendiri. Sesekali biarkan anak bermain sendiri karena permainan soliter dapat mengajari anak bagaimana dia bisa menghibur dirinya sendiri. Permainan ini paling banyak dimainkan oleh anak pada usia kurang dari 3 tahun.

Permainan Asosiatif

Permainan ini sedikit mirip dengan permainan paralel, tetapi dalam permainan ini anak terlibat dalam apa yang dimainkan oleh temannya. Misalnya sama-sama memainkan balok, tetapi masing-masing menyusun sendiri, sambil mengobrol dan akhirnya tersusun kota dari bangunan-bangunan yang disusun oleh anak dan temannya. Melalui permainan anak-anak ini, anak belajar bersosialisasi, cara memecahkan masalah, bekerjasama dan mengembangkan kemampuan bahasanya. anak juga mulai belajar menjalin pertemanan.

Permainan Kooperatif

Sejalan dengan pertambahan usianya, anak mulai bermain dengan anak lainnya. Anak mungkin akan membantu temannya menyusun balok. Namun kebanyakan anak baru siap untuk bermain kooperatif setelah usianya lebih dari 3 tahun. Sebelum usia itu, anak biasanya masih suka bermain sendiri.

Permainan Kompetitif

Bermain ular tangga adalah salah satu contoh permainan anak-anak yang kompetitif. Di sini, anak belajar tentang aturan permainan dan giliran bermain. Dalam permainan ini ada yang menang dan ada yang kalah, jadi Ibu harus siap memberikan penjelasan jika anak kemudian kalah dalam permainan ini. Anak perlu diberi tahu untuk tidak boleh curang dalam bermain karena itu adalah tindakan yang tidak terpuji.

Permainan Dramatik/Fantasi

Jika anak bermain dokter-dokteran atau bermain restoran, itu artinya anak sedang bermain fantasi. Melalui jenis permainan anak-anak ini, anak belajar berimajinasi, bergantian, bekerjasama, berbagi, dan mengembangkan bahasanya. Selain itu, anak juga bisa belajar tentang fungsi suatu profesi di dalam masyarakat.

Permainan Fisik

Sesuai dengan namanya, permainan fisik akan lebih banyak melibatkan kemampuan motorik halus dan kasar, seperti melempar bola, bersepeda, dan kejar-kejaran. Permainan fisik penting untuk mendorong anak supaya aktif sekaligus untuk melatih keterampilan fisiknya dan membuat tubuh lebih bugar layaknya sedang berolahraga.

Permainan Konstruktif

Menyusun balok, membuat jalanan, dan membuat tenda dari kursi yang ditutupi selimut, merupakan contoh permainan konstruktif. Permainan anak-anak ini mengajarkan anak tentang membangun dan menyusun, juga membantu mengembangkan kemampuan kognitifnya.

Contoh Permainan Edukatif untuk Anak

Untuk anak-anak, berikanlah ia permainan yang edukatif untuk melatih berbagai kemampuan yang ada di dalam dirinya, Bu. Seperti ini contoh permainan edukatif yang baik untuk dimainkan oleh anak:

  • Bricks: belajar bekerja sama dalam tim dan mengasah kreativitas.
  • Mainan profesi: mengetahui minat anak sejak dini dan melatih kemampuan bahasa.
  • Papan tulis: melatih kreativitas melalui coretan dan melatih kemampuan motorik kasar.
  • Menyusun puzzle: mengajarkan cara memecahkan teka-teki dan berpikir cepat.
  • Melipat kertas: melatih anak untuk mengikuti instruksi dan keterampilan tangan.
  • Balok berwarna-warni: mengajarkan aneka bentuk ruang dan warna, melatih kemampuan motorik, dan koordinasi antara mata dan tangan.
  • Pasir kinetik: melatih kemampuan sensorik tangan dan mengembangkan kreativitas.
  • Mainan alat musik: melatih kreativitas dan memperlihatkan bakat anak.
  • Plastisin: melatih kekuatan tangan dan mengembangkan kreativitas.
  • Finger painting: menyalurkan kreativitas dan imajinasi.
  • Flash card: mengembangkan kemampuan visual dan daya pikir, serta memperkenalkan berbagai nama.
  • Bercerita: mengasah kemampuan bahasa dan menambah kosakata.

Itulah tadi beberapa jenis permainan anak-anak yang bisa Ibu perkenalkan kepada buah hati. Jangan lupa untuk menemaninya bermain ya, Bu, supaya tercipta bonding antara Ibu dengan anak dan membantu mengembangkan kemampuannya. Selamat bermain dengan buah hati!

Jika ibu memiliki pertanyaan lain seputar anak, silakan berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu ya, Bu.

Sumber:

Bukalapak