Whatsapp Share Like
Simpan

Interaksi sosial yang dialami si Kecil tentu berawal dari keluarga intinya, yakni dari Ibu dan Ayah. Interaksi ini terjadi sejak si Kecil dilahirkan, dan akan terus berlanjut hingga si Kecil cukup umur dan dapat membuat keputusannya sendiri. Selama periode waktu dari lahir hingga masa anak-anak, praktis si Kecil akan secara intens berinteraksi dengan kedua orang tuanya.

Pada masa anak-anak, si Kecil mengalami perlakuan dari Ibu untuk kegiatan sehari-hari. Kasih sayang dan perhatian ibu, serta setiap perlakuan yang diberikan, akan tertanam dalam alam bawah sadar si Kecil. Bentuk interaksi inilah yang kemudian akan sangat berpengaruh kepada pembawaan diri si Kecil ketika berinteraksi dengan teman-temannya.

Kemampuan Anak Meniru dan Mengimitasi

Kemampuan seorang anak dalam meniru orang-orang disekitarnya tidak perlu diragukan lagi. Selain menjadi kelebihan karena si Kecil dapat dengan mudah meniru sikap baik dan interaksi hangat yang dilakukan oleh Ibu, hal ini juga perlu diwaspadai karena si Kecil juga akan meniru perilaku orang lain. Ibu harus senantiasa mendampinginya, dan memberikan bimbingan terkait mana yang baik dan kurang baik.

Interaksi yang hangat dan penuh kasih sayang pada lingkungn keluarga kecil akan membuat sifat dan pembawaan si Kecil menjadi serupa dengan apa yang dialaminya. Kepedulian serta perhatian yang tunjukkan setiap hari, akan selalu diingat, dan kemudian dipraktekkan ketika ia bergaul dengan temannya.

Untuk anak usia enam tahun, biasanya si Kecil telah memiliki kecerdasan sosial yang cukup baik. Apa yang dialaminya di rumah akan jadi dasar dan modal, untuknya berinteraksi dengan temannya di sekolah. Yang kemudian juga akan turut berperan membangun kecerdasan sosialnya adalah interaksi yang terjadi antar teman pergaulan yang dihadapi si Kecil.

Artikel Sejenis

Kemampuan Sosial Anak pada Usia Enam Tahun

Namun demikian, Ibu tak perlu terlalu cemas. Setiap perlakuan hangat dan penuh kasih yang diberikan Ibu pada si Kecil akan membentuk sikap baik dan ramah pada setiap teman yang dijumpainya. Sebagai patokan, sebenarnya terdapat beberapa kemampuan sosial yang wajarnya telah si Kecil miliki ketika berusia enam tahun.

Kemampuan ini, tentu berangkat dari lingkungan keluarga, dan akan terasah di lingkungan pertemanannya di sekolah.

  1. Kepedulian

    Kepedulian akan dimiliki si Kecil karena mendapatkan hal yang sama ketika di rumah. Kepedulian yang Ibu tunjukkan, baik kepada si Kecil atau anggota keluarga lain akan jadi modal yang baik untuk interaksi sosial selanjutnya. Kepedulian dapat diartikan bagaimana si Kecil dapat membayangkan apa yang orang lain rasakan, dan memberikan respon yang sesuai.

  2. Persahabatan

    Si Kecil mampu menjalin persahabatan dengan teman-teman di sekolah atau lingkungan sekitar. Persahabatan didasari oleh rasa kepedulian. Artinya ketika si Kecil melihat temannya mengalami masalah, si Kecil akan dengan sukarela membantu dan senang jika temannya lepas dari kesulitan. Persahabatan juga ditunjukkan dengan dukungan, kepercayaan dan kebaikan yang senantiasa ditunjukkan si Kecil pada teman-temannya.

  3. Penyelesaian masalah sosial

    Ketika si Kecil bergaul, akan ada saja hambatan-hambatan kecil yang terjadi. Misalnya saja perbedaan pendapat dengan temannya ketika sedang bermain. Untuk anak usia enam tahun, idealnya si Kecil mampu menghadapi ini dengan mencoba mengerti. Bentuk paling sederhana adalah tidak langsung menangis ketika bertemu dengan permasalahan seperti ini, namun mencoba berbicara dengan santun dan sopan.

Tetap Dampingi Setiap Tahap Perkembangannya

Interaksi dengan teman sebaya akan selalu menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang harus dihadapi si Kecil. Sebagai seorang Ibu, sudah sewajarnya jika terus melakukan pendampingan dan pengertian, agar si Kecil dapat lebih memahami apa yang harus dilakukannya. Dengan begini, si Kecil tidak akan merasa sendirian ketika mencoba menjadi lebih mandiri.

Kecerdasan sosial pada anak usia enam tahun memang harus terus diasah agar si Kecil mampu bersosialisasi dengan baik. Yang pertama dan utama, pastikan interaksi yang terjadi di rumah adalah interaksi yang hangat dan tidak menggunakan kekerasan sebagai jalan penyelesaian masalah. Kemampuan imitasi si Kecil akan menjadi ancaman jika yang disaksikannya secara rutin adalah hal-hal yang kurang baik.

Terkait dengan apa yang disaksikannya, masa sekarang akan menjadi tantangan yang lebih berat bagi Ibu karena juga harus melakukan filtrasi pada konsumsi media si Kecil. Ada baiknya Ibu tidak memberikan perangkat komunikasi apapun pada si Kecil sebelum benar-benar dibutuhkan. Bebasnya konten yang beredar, dapat berakibat buruk jika tidak dilakukan penyaringan dengan ketat.

Selalu dampingi si Kecil setiap masa pertumbuhannya dan pastikan asupan makanan bergizi untuk si Kecil. Si Kecil yang tumbuh sehat, kuat dan pintar, akan memberikannya kepercayaan diri ketika bergaul di lingkungan baru.