Whatsapp Share Like Simpan

Sudah lebih dari 6 bulan kita lebih banyak berada di rumah. Semua aktivitas lebih sering dikerjakan dari rumah, baik bekerja maupun sekolah. Perubahan ini berdampak positif karena seluruh anggota keluarga bisa lebih sering berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dibanding sebelumnya sehingga dapat menciptakan keluarga harmonis.

Di sisi lain, perubahan tersebut juga bisa menyebabkan konflik di dalam keluarga. Kondisi ekonomi yang sedang merosot, terlalu sering berkumpul di dalam rumah, dan  rasa bosan akibat tidak bebas bepergian menjadi pemicunya. Kalau tidak segera disiasati, konflik tersebut bisa semakin bertambah besar. Untuk menghindarinya, ada beberapa tips menjaga keluarga harmonis yang bisa Ibu lakukan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Rumahku Istanaku

Pernah dengar pepatah ‘rumahku istanaku’ kan, Bu? Pepatah ini mengandung makna bahwa tidak ada tempat yang lebih nyaman dibandingkan rumah sendiri. Menciptakan keluarga harmonis juga akan dipengaruhi oleh kondisi yang ada di dalam rumah. Ciptakanlah lingkungan yang homey, yaitu yang membuat setiap anggota keluarga merasakan kenyamanan saat berada di rumah.

Ajak seluruh individu untuk saling mengerti, mendukung, dan memaafkan. Tahan amarah dan berkatalah yang baik agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Setiap anggota keluarga juga harus saling mengingatkan saat ada pihak yang melewati batas, sehingga tidak berlanjut menjadi masalah yang lebih parah.

Ciptakan Suasana yang Nyaman di Dalam Keluarga

Untuk menghindari kerenggangan di antara anggota keluarga, ciptakanlah suasana yang nyaman di dalam rumah Ibu. Saling berkomunikasi adalah kunci utama dalam membangun hubungan yang baik antar anggota keluarga. Libatkan seluruh individu dalam mengambil keputusan atas kegiatan yang dilakukan bersama-sama, misalnya saat menentukan menu makanan.

Artikel Sejenis

Setiap orang juga sebaiknya saling membantu ketika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan dan bekerjasama dalam mengerjakan tugas rumah tangga. Hal ini akan mencegah terjadinya ketidakseimbangan peran di dalam keluarga, sehingga menimbulkan konflik yang dapat merusak keharmonisan keluarga.

Membangun Bonding Antara Orangtua & Anak

Orangtua memiliki kewajiban untuk mengasuh, mendidik, dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Selain itu, orangtua juga harus membangun bonding dengan anak melalui interaksi dan komunikasi yang hangat. Habiskan waktu untuk mengobrol dan melakukan aktivitas bersama, berikan banyak kasih sayang, dan cintai anak apa adanya. Bimbing dan didik anak dengan baik supaya ia memiliki kepribadian yang positif dan tumbuh menjadi anak yang sukses di masa depan.

 

Baca juga: 8 Cara Mengendalikan Emosi saat WFH & School From Home

Mencegah Konflik di Dalam Keluarga

Keluarga harmonis adalah keluarga yang jarang terjadi konflik di dalamnya. Bagaimana cara menghindari konflik tersebut? Caranya yaitu dengan menjalankan peran dan tugas masing-masing individu yang sudah disepakati bersama. Kerjasama sangat dibutuhkan agar pekerjaan dan beban jadi terasa ringan. Selain kerjasama, harus ada keterbukaan juga di antara anggota keluarga terhadap masalah yang sedang dihadapi. Saat masalah dipikul bersama, maka akan terasa lebih ringan dan mendapatkan solusi yang lebih mudah.

Menjalin Hubungan yang Harmonis

Untuk membangun keluarga harmonis tentunya dibutuhkan hubungan yang juga harmonis di antara anggota keluarga. Untuk mewujudkannya, harus ada tugas untuk saling memelihara, melindungi, mendukung, menguatkan, dan menerima segala kelebihan maupun kekurangan masing-masing individu. Jika semua tugas tersebut dilaksanakan dengan baik, maka akan tercipta hubungan yang tentram, tenang, dan penuh kasih sayang.

Selalu Bersyukur Atas Rezeki yang Diterima

Salah satu hal yang dapat memecah keutuhan keluarga adalah sering mengeluh dan tidak pernah puas terhadap apa yang dimiliki. Jika terus dilakukan, maka kebiasaan ini bisa memicu keinginan untuk melakukan hal-hal yang negatif. Kebiasaan mengeluh juga bisa menimbulkan emosi berlebih sehingga akhirnya memicu perselisihan di antara anggota keluarga.

Jadi, ajaklah seluruh anggota keluarga untuk selalu bersyukur atas rezeki yang diterima, sekecil apapun itu. Kesehatan juga merupakan rezeki yang harus sangat disyukuri, karena tidak ada yang lebih dibandingkan dengan kesehatan jasmani maupun rohani. Apalagi di masa sekarang ini sedang ada virus menular yang sedang menjangkit seluruh dunia. Dengan kesehatan yang didapatkan oleh keluarga, maka hal tersebut merupakan anugerah yang wajib untuk disyukuri.

Penuhi Rumah dengan Kasih Sayang

Keluarga harmonis dapat tercipta jika rumah tinggal dipenuhi dengan kasih sayang. Curahkan rasa saling cinta dan sayang dengan memberikan pelukan dan ciuman setiap hari. Tertawa, mengobrol, dan saling bercerita juga bisa menjadi cara untuk mengisi rumah dengan kasih sayang. Dengan begitu, rumah akan terasa hangat dan membuat para penghuninya merasa betah.

 

Perubahan yang terjadi saat ini memang tidak mudah untuk dilalui. Banyak rintangan yang bisa datang kapan saja, tapi jangan sampai membuat keluarga Ibu menjadi terpecah belah. Tetaplah berusaha untuk menciptakan keluarga harmonis dengan menerapkan tips-tips di atas. Selain itu, jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Semoga tips di atas dapat membantu Ibu, ya.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.


Sumber:

Kompas.com