Pernahkah Ibu mengalami kesulitan tidur selama kehamilan? Sebagian besar Ibu hamil pasti akan menjawab pernah.

Umumnya Ibu hamil merasa khawatir terhadap keamanan janinnya, apalagi posisi tidur yang nyaman memang susah-susah gampang ketika usia kehamilan semakin bertambah, sehingga tidurpun menjadi tak nyenyak. Akibatnya Ibu sering mengalami rasa letih dan lemas pada siang hari.

Pada umumnya, Ibu akan mengalami kesulitan menemukan posisi yang nyaman untuk tidur ketika usia kandungan memasuki lima bulan. Ada posisi tidur yang aman serta nyaman, ada juga posisi tidur yang kurang aman.

Berikut adalah posisi tidur yang kurang aman dan nyaman bagi Ibu hamil:

Tidur dengan posisi tengkurap
Posisi tidur seperti ini sebenarnya cukup aman buat Ibu yang hamil trimester pertama. Tetapi kurang nyaman. Mengapa bisa terjadi? Karena adanya pembesaran payudara sehingga payudara menjadi lebih sensitif, dan akan menimbulkan ketidaknyamanan saat Ibu tidur tengkurap.
Ketika perut Ibu mulai membesar pada awal minggu ke-14 posisi tidur semakin tidak nyaman. Untuk menghindari ketidaksengajaan menengkurap ketika tidur, Ibu bisa menyokong paha dengan bantal.

Tidur dengan posisi terlentang
Posisi ini tidak dianjurkan bagi Ibu hamil. Karena tidur dengan posisi terlentang dapat meningkatkan risiko sakit pinggang, wasir, dan gangguan pencernaan. Selain itu, posisi tidur terlentang pada trimester kedua dan ketiga juga dapat mempengaruhi tekanan darah yang membuat Ibu akan merasakan pusing. Posisi tidur terlentang akan meletakkan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior.

Lalu posisi tidur bagaimanakah yang aman bagi Ibu hamil?

Tidur dengan posisi miring
Posisi tidur terbaik selama kehamilan biasa disebut sebagai “SOS” alias sleep on side atau tidur miring. Posisi tidur miring sangat dianjurkan bagi Ibu hamil saat kandungan berusia 16 minggu. Dengan Ibu tidur miring ke kiri atau ke kanan, akan meningkatkan jumlah darah dan nutrisi yang dapat mencapai plasenta dan bayi Ibu. Caranya, ketika tidur miring ke kiri, luruskan kaki kiri kaki lalu tekuk lutut kanan dan sangga dengan bantal di antara kaki Ibu. Apabila miring ke kanan, berarti posisi kaki sebaliknya.

Tidur posisi miring kiri bisa memberikan keuntungan bagi bayi agar mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta karena adanya vena besar (vena cava inferior) di bagian belakang sebelah kanan tulang belakang yang mengembalikan aliran darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Selain itu juga dapat membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh Ibu sehingga dapat mengurangi pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki dan tangan.

Pada akhir kehamilan Ibu mungkin akan mengalami kondisi seperti sesak napas, cobalah berbaring miring ke kiri atau disangga dengan bantal. Dan bila Ibu merasakan kram kaki, Ibu bisa mengatasinya dengan meluruskan kaki dan gerak-gerakkan kaki ke atas saat sedang berbaring tidur. Jika Ibu mengalami asam lambung yang meningkat saat hamil, hal ini juga bisa diatasi melalui tidur dengan kepala dan leher diangkat pada posisi lebih tinggi.

Semoga dengan Ibu melakukan cara ini, tidur Ibu bisa lebih nyaman dan nyenyak. Dan bayi di dalam kandungan pun bisa terjaga dengan baik dan sehat. Selamat mencoba.