Ibu hamil kerap mengalami berbagai masalah. Salah satunya adalah sesak napas. Keluhan sesak napas saat hamil memang merupakan hal yang kerap dialami ketika memasuki kehamilan trimester 3. 

Banner AKP
Banner Register

Kebanyakan kasus sesak napas saat hamil tidaklah berbahaya, tapi hal ini juga dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang serius. Jadi, apakah penyebab sesak napas saat hamil dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut adalah beberapa informasi untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Penyebab Sesak Napas Saat Hamil

Sesak napas saat hamil 7 bulan ke atas perlu Ibu waspadai. Berdasarkan riset, diperkirakan 60-70% wanita mengalami sesak napas selama kehamilan. Istilah medis untuk kondisi ini disebut dengan dispnea.

Merasakan sesak napas saat hamil 7 bulan tentu menimbulkan rasa yang kurang nyaman seiring dengan semakin bertambahnya ukuran perut Ibu. Ibu hamil bisa merasakan sesak pada sistem pernapasan karena beberapa faktor di bawah ini:

  • Ukuran rahim yang bertambah besar sehingga menekan diafragma yang mengganggu proses pernapasan.
  • Hamil anak kembar.
  • Volume cairan ketuban terlalu banyak.
  • Posisi janin di dalam kandungan masih tinggi.
  • Hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan sehingga menstimulasi pusat pernapasan pada otak yang membuat Ibu bernapas lebih dalam dan cepat.

Di samping karena kehamilan, sesak napas yang dialami oleh ibu hamil juga bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan serius, seperti:

Artikel Sejenis

  • Pneumonia.
  • Emboli paru (bekuan darah yang mengarah ke paru-paru).
  • Anemia.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Asma.

Kapan Harus ke Dokter?


Penyebab sesak napas saat hamil - Ibudanbalita


Kesulitan bernapas saat hamil jangan disepelekan ya, Bu. Ibu disarankan untuk segera berkonsultasi pada dokter jika sesak napas saat hamil disertai dengan beberapa gejala berikut ini:

  • Tidak sadarkan diri atau pingsan.
  • Sulit bernapas saat berbaring.
  • Nyeri saat bernapas atau pada bagian dada.
  • Wajah terlihat pucat.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Denyut nadi cepat.
  • Daerah di jari dan sekitar bibir membiru.
  • Batuk terus-menerus, disertai demam, dan mengeluarkan darah.

Sesak Napas Saat Hamil, Apakah Normal?


Sesak napas saat hamil - Ibudanbalita


Ibu tidak perlu terlalu panik begitu merasakan sesak napas saat hamil, karena hal ini wajar terjadi pada kondisi tertentu. Misalnya saja setelah Ibu melakukan aktivitas yang melelahkan atau menaiki tangga. Ibu hamil memang lebih mudah merasa lelah dan adanya tekanan pada perut membuat Ibu terkadang susah untuk bernapas dengan normal.

Selama hamil, Ibu juga mengalami kebiasaan baru dan berbagai perubahan yang tidak dirasakan sebelum masa kehamilan, seperti:

  • Pada trimester pertama kehamilan volume darah mengalami peningkatan sebanyak 50 persen yang membuat jantung bekerja lebih keras. Hal ini akan menyebabkan Ibu lebih sering menghirup napas, meski sedang beristirahat sekalipun.
  • Merasa sesak napas sehingga menjadi lebih sering menghirup napas dalam.
  • Meluasnya tulang rusuk sebagai ruang untuk kapasitas paru-paru yang mengalami peningkatan.

Cara Mengatasi Sesak Napas Saat Hamil


Sesak napas saat hamil harus tetap tenang - Ibudanbalita


Rasa tidak nyaman akibat sesak napas saat hamil tentu akan membuat aktivitas Ibu terganggu. Namun, Ibu tidak perlu khawatir karena kondisi itu bisa atasi sendiri. Terlebih jika kondisi tersebut terjadi saat sedang tidur. Cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur perlu diketahui agar Ibu nantinya bisa beristirahat dengan nyaman tanpa gangguan.

Ketika Ibu mulai merasakan sesak napas, coba ikuti beberapa langkah berikut ini:

  • Tetap tenang saat melakukan kegiatan.
  • Lakukan pekerjaan satu demi satu.
  • Mengangkat lengan ke atas kepala untuk mengangkat tulang rusuk yang akan membuat lebih banyak udara masuk ke dalam paru-paru.
  • Berdiri atau duduk dengan posisi tegak sehingga menyebabkan paru-paru mengembang lebih baik.
  • Mengganjal kepala dengan beberapa bantal agar posisinya lebih tinggi dari tubuh saat tidur dan membuat Ibu lebih mudah bernapas.
  • Berolahraga ringan secara rutin untuk membuat tubuh menjadi lebih fit agar tidak mudah sesak napas

Langkah-langkah di atas bisa juga dijadikan cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur. Tujuannya, agar Ibu bisa tidur dengan berkualitas dan kembali bernapas dengan normal.

Baca juga: 7 Penyebab Pusing Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Sesak Napas Saat Hamil



Ibu tentu akan merasa tidak nyaman ketika sesak napas mulai menyerang. Aktivitas pun turut terganggu. Supaya keluhan ini tidak sering melanda Ibu selama hamil, coba lakukan beberapa langkah pencegahan berikut ini:

  • Menerapkan pola makan sehat. Kenaikan berat badan yang berlebih dapat menyebabkan Ibu mudah merasa sesak napas saat hamil. Jadi, Ibu harus mampu mengontrol berat badan dengan menerapkan pola makan sehat. Konsumsilah makanan yang mengandung gizi lengkap untuk mempertahankan berat badan yang ideal serta mencukupi kebutuhan nutrisi janin di dalam kandungan.
  • Menghindari aktivitas yang berat. Bumil sangat disarankan untuk melakukan kegiatan berat yang bisa menghabiskan banyak energi dan membuat sesak napas saat hamil. Pekerjaan berat juga bisa berisiko menyebabkan Ibu mengalami keguguran atau persalinan prematur.
  • Mencukupi kebutuhan cairan harian. Sesak napas saat hamil dapat menjadi sebuah tanda Ibu mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, Ibu harus mencukupi kebutuhan cairan harian dengan mengonsumsi air putih sebanyak 2,3 liter atau 8-10 gelas. Hindarilah mengonsumsi minuman beralkohol dan tinggi kandungan gula karena akan berbahaya bagi janin dan kesehatan Ibu.
  • Menghindari stres yang berlebihan. Stres berlebih bisa membuat Ibu merasakan sesak napas saat hamil. Jadi, berusahalah untuk tetap merasa bahagia dan menghindari stres yang berlebihan. Untuk menghindari stres, Ibu boleh berbagai keluhan kepada orang lain agar tidak merasakan beban berat seorang diri dan menyebabkan Ibu rentan merasa depresi.
  • Berolahraga ringan dengan teratur. Berolahraga akan membuat tubuh Ibu lebih bugar sekaligus menurunkan risiko sesak napas. Selama hamil, Ibu cukup melakukan olahraga ringan, seperti yoga, berjalan pagi, atau senam hamil. Lakukan ini setiap hari selama 20-30 menit untuk mencegah sesak napas saat hamil ya, Bu.

Selama masa kehamilan Ibu memang akan mengalami banyak perubahan dan penyesuaian dalam beraktivitas. Sesak napas saat hamil adalah salah satu bentuk perubahan tersebut. Selama masih normal, Ibu tidak perlu khawatir secara berlebihan dan segera lakukan cara mengatasi di atas. Namun jika Ibu menemui adanya tanda-tanda yang tidak wajar pada kesehatan Ibu, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter ya, Bu.

Kesehatan selama masa kehamilan memang rentan mengalami gangguan. Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk selalu memastikan kebutuhan nutrisi tubuh selalu terpenuhi. Selain dari makanan, kebutuhan nutrisi penting juga bisa Ibu penuhi dengan mengonsumsi susu khusus ibu hamil seperti susu Frisian Flag PRIMAMUM.

Sebab selama kehamilan, Ibu perlu tambahan nutrisi dan kalori untuk mendukung kesehatan Ibu dan tumbuh kembang janin. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Ibu juga perlu mengonsumsi susu yang mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial – protein penting dalam bentuk siap diserap oleh tubuh untuk mengoptimalkan tumbuh kembang otak dan tulang janin serta menjaga kesehatan ibu) dan 9 nutrisi penting lainnya seperti: asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), zat besi, serat pangan inulin, vitamin C, protein, kalsium dan seng untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan selama masa kehamilan.

Frisian Flag Primamum adalah susu ibu hamil dengan 9AAE + 9 Nutrisi Penting untuk melengkapi nutrisi Ibu dan si Kecil selama periode kehamilan. Satu gelas Frisian Flag Primamum mengandung energi sebanyak 180 kalori, protein 9 gram, DHA 34 mg dan 9 nutrisi penting lainnya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. 

DHA sangat dibutuhkan di 1000 hari pertama kehidupan si Kecil sejak dalam kandungan untuk mendukung pertumbuhan sel otaknya. Frisian Flag Primamum tersedia dalam rasa cokelat yang lezat, tidak membuat enek atau mual serta enak disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin. 

Selain memenuhi asupan nutrisi agar tidak merasakan sesak napas saat hamil, Ibu juga perlu mengetahui tanggal kelahiran si Kecil melalui fitur Kalkulator Kehamilan di Akademi Keluarga Prima. Fitur ini memudahkan Ibu mengetahui kapan si Kecil akan lahir hanya dengan memasukkan tanggal Hari Pertama Menstruasi Terakhir (HPHT), lama siklus haid rata-rata, dan hari pembuahan terjadi. Yuk, Bu coba fiturnya di sini.