Whatsapp Share Like Simpan

Ibu hamil kerap mengalami berbagai masalah. Salah satunya adalah sesak napas. Keluhan ini memang merupakan hal yang kerap dialami ibu yang sedang hamil besar. Kebanyakan kasus sesak napas saat hamil tidaklah berbahaya, tapi hal ini juga dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang serius. Jadi, apakah penyebab sesak napas saat hamil dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut adalah beberapa informasi untuk menjawab pertanyaan tersebut:

Penyebab Sesak Napas Saat Hamil

Ibu hamil bisa merasakan sesak pada sistem pernapasan karena beberapa faktor di bawah ini:

  • Ukuran rahim yang bertambah besar sehingga menekan diafragma yang mengganggu proses pernapasan.
  • Hamil anak kembar.
  • Volume cairan ketuban terlalu banyak.
  • Posisi janin di dalam kandungan masih tinggi.
  • Hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan sehingga menstimulasi pusat pernapasan pada otak yang membuat Ibu bernapas lebih dalam dan cepat.

Di samping karena kehamilan, sesak napas yang dialami oleh ibu hamil juga bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan serius, seperti:

  • Pneumonia.
  • Emboli paru (bekuan darah yang mengarah ke paru-paru).
  • Anemia.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Asma.

Kapan Harus ke Dokter?

Ibu disarankan segera berkonsultasi pada dokter jika sesak napas saat hamil disertai dengan beberapa gejala berikut ini:

  • Tidak sadarkan diri atau pingsan.
  • Sulit bernapas saat berbaring.
  • Nyeri saat bernapas atau pada bagian dada.
  • Wajah terlihat pucat.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Denyut nadi cepat.
  • Daerah di jari dan sekitar bibir membiru.
  • Batuk terus-menerus, disertai demam, dan mengeluarkan darah.

Sesak napas Saat Hamil Itu Normal

Ibu tidak perlu terlalu panik saat merasa sesak napas selama hamil, karena hal ini wajar terjadi pada kondisi tertentu. Misalnya saja setelah Ibu melakukan aktivitas yang melelahkan atau menaiki tangga. Ibu hamil memang lebih mudah merasa lelah dan adanya tekanan pada perut membuat Ibu terkadang susah untuk bernapas dengan normal.

Artikel Sejenis

Selama hamil, Ibu juga mengalami kebiasaan baru dan berbagai perubahan yang tidak dirasakan sebelum masa kehamilan, seperti:

  • Pada trimester pertama kehamilan volume darah mengalami peningkatan sebanyak 50 persen yang membuat jantung bekerja lebih keras. Hal ini akan menyebabkan Ibu lebih sering menghirup napas, meski sedang beristirahat sekalipun.
  • Merasa sesak napas sehingga menjadi lebih sering menghirup napas dalam.
  • Meluasnya tulang rusuk sebagai ruang untuk kapasitas paru-paru yang mengalami peningkatan.

 

Baca juga: Cegah Pregnancy Fatigue Ganggu Aktivitas Harian

Mengatasi Sesak Napas Saat Hamil

 

Ketika Ibu mulai merasakan sesak napas, atasilah dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Tetap tenang saat melakukan kegiatan.
  • Lakukan pekerjaan satu demi satu.
  • Mengangkat lengan ke atas kepala untuk mengangkat tulang rusuk yang akan membuat lebih banyak udara masuk ke dalam paru-paru.
  • Berdiri atau duduk dengan posisi tegak sehingga menyebabkan paru-paru mengembang lebih baik.
  • Mengganjal kepala dengan beberapa bantal agar posisinya lebih tinggi dari tubuh saat tidur dan membuat Ibu lebih mudah bernapas.
  • Berolahraga ringan secara rutin untuk membuat tubuh menjadi lebih fit agar tidak mudah sesak napas.

Mencegah Sesak Napas Saat Hamil

Ibu tentu akan merasa tidak nyaman ketika sesak napas mulai menyerang. Aktivitas pun turut terganggu. Supaya keluhan ini tidak sering melanda Ibu selama hamil, coba lakukan beberapa langkah pencegahan berikut ini:

  • Menerapkan pola makan sehat. Kenaikan berat badan yang berlebih ketika hamil dapat menyebabkan Ibu mudah merasa sesak napas. Jadi, Ibu harus mampu mengontrol berat badan dengan menerapkan pola makan sehat. Konsumsilah makanan yang mengandung gizi lengkap untuk mempertahankan berat badan yang ideal serta mencukupi kebutuhan nutrisi janin di dalam kandungan.
  • Menghindari aktivitas yang berat. Ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan kegiatan berat yang bisa menghabiskan banyak energi dan membuat sulit bernapas. Pekerjaan berat juga bisa berisiko menyebabkan Ibu mengalami keguguran atau persalinan prematur.
  • Mencukupi kebutuhan cairan harian. Sesak napas dapat menjadi sebuah tanda Ibu mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, Ibu harus mencukupi kebutuhan cairan harian dengan mengonsumsi air putih sebanyak 2,3 liter atau 8-10 gelas. Hindarilah mengonsumsi minuman beralkohol dan tinggi kandungan gula karena akan berbahaya bagi janin dan kesehatan Ibu.
  • Menghindari stres yang berlebihan. Saat stres, Ibu bisa mengalami sesak napas. Jadi, berusahalah untuk tetap merasa bahagia dan menghindari stres yang berlebihan. Untuk menghindari stres, Ibu boleh berbagai keluhan kepada orang lain agar tidak merasakan beban berat seorang diri dan menyebabkan Ibu rentan merasa depresi.
  • Berolahraga ringan dengan teratur. Berolahraga akan membuat tubuh Ibu lebih bugar sekaligus menurunkan risiko sesak napas. Selama hamil, Ibu cukup melakukan olahraga ringan, seperti yoga, berjalan pagi, atau senam hamil. Lakukan ini setiap hari selama 20-30 menit ya, Bu.

Selama masa kehamilan Ibu memang akan mengalami banyak perubahan dan penyesuaian dalam beraktivitas. Sesak napas saat hamil adalah salah satu bentuk perubahan tersebut. Selama masih normal, Ibu tidak perlu khawatir secara berlebihan dan segera lakukan cara mengatasi di atas. Namun jika Ibu menemui adanya tanda-tanda yang tidak wajar pada kesehatan Ibu, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter ya, Bu.

Ingin berkonsultasi seputar kehamilan? Kunjungi saja laman Tanya Pakar, Bu. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.


Sumber:

Alodokter

Popmama