Share Like
Simpan

 “Masih bayi tapi sakit jantung? Kok bisa?” Begitulah reaksi saya ketika mendengar kejadian yang menimpa anak tetangga saya. Sebagai orang yang awam, bagi saya kejadian ini terdengar tidak masuk akal lho, Bu. Bagaimana mungkin seorang bayi yang masih berumur dua bulan bisa punya penyakit jantung. Karena umumnya, penyakit jantung menyerang orang dewasa atau lanjut usia. Sayangnya, anggapan saya ini salah.

Setelah mencari informasi di internet tentang penyakit jantung pada bayi, barulah saya tahu kalau kejadian ini bukan hal baru. Dari artikel yang saya baca, kelainan jantung ternyata merupakan bentuk yang paling sering dijumpai di antara penyakit-penyakit bawaan lahir lainnya lho, Bu, yaitu hampir 1% dari bayi-bayi yang baru lahir. Jadi bisa dibilang, 8 dari 1000 bayi yang lahir memiliki penyakit jantung bawaan. Wah, tinggi juga ya, Bu angkanya. Nah, supaya tidak was-was, yuk kita mengenal lebih jauh tentang apa itu penyakit jantung bawaan.

Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan atau biasa dikenal sebagai “jantung bocor” adalah sebuah kelainan yang terjadi karena sekat pemisah pada serambi jantung kiri dan kanan tidak tertutup dengan sempurna. Hal ini menyebabkan bercampurnya darah kotor dan darah bersih yang kemudian mengganggu sistem kerja jantung. Nah, meskipun 90% penyebab penyakit jantung bawaan ini belum diketahui namun terdapat beberapa faktor yang dapat memicu kondisi iniBu, mulai dari kebiasaan buruk ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan diluar resep dokter, minuman beralkohol dan merokok, menderita diabetes dan terkena infeksi virus TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, dan Herpes) saat hamil, hingga faktor genetik. Itulah sebabnya penting bagi Ibu untuk melakukan cek darah pra kehamilan.

Kondisi “jantung bocor” ini sebenarnya sudah terjadi sejak trimester pertama kehamilan, karena proses pembentukan jantung terjadi pada 8-12 minggu usia kandungan dan terbentuk dengan sempurna di akhir trimester pertama kehamilan. Namun, hanya penyakit jantung bawaan tingkat berat yang bisa dideteksi lewat pemeriksaan UGD.

Bayi dengan penyakit jantung bawaan bisa dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut.

Ciri-Ciri Bayi yang Memiliki Penyakit jantung Bawaan

  • Bibir, lidah, dan ujung kuku yang berwarna kebiruan (sianosis).
  • Sulit menghisap susu karena nafas yang pendek.
  • Detak jantung yang tidak normal (lebih cepat).
  • Berat badan yang sulit naik.
  • Sering terserang infeksi saluran pernapasan.
  • Saat tumbuh besar, anak sulit melakukan aktivitas fisik karena cepat lelah. 

Apabila si Kecil menunjukkan ciri-ciri seperti yang saya sebutkan di atas, sebaiknya langsung bawa ia untuk mendapatkan penanganan dokter ya, Bu.

Setiap penyakit tentu bisa dicegah, tak terkecuali penyakit jantung bawaan. Berikut adalah beberapa tindakan yang bisa Ibu lakukan untuk mencegah penyakit ini terjadi pada si Kecil.

Tindakan Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

  • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin agar berbagai kelainan yang mungkin terjadi bisa terdeteksi sejak dini.
  • Mengenali faktor risiko pada ibu hamil.
  • Menghindari penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Menghindari radiasi yang berulang dari sinar Rontgen.
  • Menghindari asap rokok dan asap kendaraan dengan mengenakan masker.

Bagaimana, Bu? Informasi yang saya bagi ini bermanfaat, bukan? Semoga Ibu dan si Kecil sehat selalu ya!