Share Like
Simpan

Bu, saya punya sedikit cerita, nih. Jadi, beberapa waktu yang lalu, saya sempat bertemu dengan kawan lama di dekat rumah. Rupanya, pasangan suami istri ini baru saja pindah rumah di kawasan saya.

Kebetulan, saat itu pas sekali mereka sedang menuju rumah sakit untuk melakukan cek darah untuk tes pra kehamilan. Sebelum pergi, ia sempat bertanya pada saya, “Bu, apa saja sih tesnya? Lalu, apakah semuanya itu penting?”

Pertanyaan tersebut mengingatkan saya waktu masih baru menikah. Berhubung penasaran, saya pun dulu berusaha mengumpulkan informasi seputar cek darah yang biasa dilakukan saat tes pra kehamilan. Lalu, apa saja jenis-jenis tesnya dan apa kegunaannya? Yuk, simak ulasan di bawah ini!

  • Pemeriksaan genetik

Sebelum memutuskan untuk melaksanakan program kehamilan, ada baiknya agar Ibu dan suami memeriksa adanya kelainan genetik yang bisa berisiko menyebabkan penyakit bagi si Kecil. Tes ini juga bisa dijadikan sarana untuk mengetahui kondisi kesehatan Ibu dan suami agar proses kehamilan nanti bisa berjalan dengan baik, Bu.

  • Cek darah lengkap

Pemeriksaan darah lengkap juga dibutuhkan sebagai salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan Ibu. Misalnya, untuk mengetahui kadar hemoglobin yang rendah (kemungkinan terjadinya anemia) atau kurangnya zat besi.

  • TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes)

Tes semacam ini sangat penting untuk mengetahui adanya virus di dalam darah Ibu yang dapat mengganggu kehamilan, terutama jika Ibu adalah seorang penyuka binatang seperti kucing atau anjing, atau menyukai daging setengah matang. Biasanya, virus yang penting untuk diketahui adalah Rubella. Ini karena virus tersebut berisiko menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau bahkan kelahiran mati. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika Ibu mendapatkan vaksinasi untuk keempat virus ini sebelum merencanakan kehamilan.

  • Golongan darah dan status Rh (Rhesus)

Bu, seperti yang kita tahu, setiap orang memiliki golongan darah yang bisa berbeda jenisnya, yaitu A, B, AB, atau O. Nah, biasanya golongan darah ini diikuti oleh jenis protein pada sel darah merah yang bernama Rhesus atau yang sering disebut Rh. Umumnya, seseorang yang memiliki faktor Rh ini dibagi menjadi dua, yaitu Rh-positif dan Rh-negatif. Tidak banyak orang yang tahu apa fungsi dari Rh ini. Padahal, ini bisa menjadi penanda akan cocok atau tidaknya darah Ibu dengan suami yang nantinya bisa berpengaruh pada perkembangan si Kecil. Jika Ibu tergolong orang dengan Rh-negatif, ada kemungkinan nantinya bayi Ibu akan memiliki Rh-positif dan berisiko menyebabkan anak lahir dengan imunitas rendah. Nah, sebagai pencegahan, Ibu bisa mendapatkan perawatan Rh sensitisasi untuk melindungi antibodi si Kecil.

  • HIV (Human Immunodeficiency Virus)/AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit serta beberapa organisasi kesehatan lainnya, sangat disarankan untuk melakukan tes HIV/AIDS pada Ibu yang sedang merencanakan kehamilan. Virus HIV ini dapat menyebabkan sistem imun tubuh Ibu melemah sehingga sulit untuk melawan infeksi atau penyakit. Dikhawatirkan, jika Ibu tidak mendapatkan penanganan tepat, nantinya si Kecil dapat tertular sejak dalam kandungan. Penderita HIV yang ingin memiliki keturunan, biasanya akan disarankan untuk melakukan bayi tabung sebagai pencegahan penularan pada pasangan. Ketika akan melahirkan, Ibu biasanya akan diminta untuk melakukan operasi caesar dan dianjurkan untuk donor ASI. Selain melalui darah, penularan HIV kepada bayi juga bisa melalui ASI lho, Bu.

Begitu kira-kira informasi yang berhasil saya kumpulkan. Bagaimana dengan Ibu? Apakah Ibu memiliki pengalaman terkait pemeriksaan pra kehamilan ini? Jika ada, yuk bagikan cerita Ibu kepada ibu-ibu lain di sini!