Share Like
Simpan

Bu, kembali mengandung saat menyusui ASI eksklusif bukan hal yang perlu dikhawatirkan, lho. Bukankah kehamilan merupakan kabar yang menyenangkan? Apalagi, pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan hingga si Kecil berusia enam bulan.

Di sisi lain, wajar jika Ibu masih kebingungan, apakah menyusui saat hamil itu aman dan diperbolehkan? Saya pun sempat mengalaminya saat kehamilan kedua. Untungnya, setelah berkonsultasi kepada dokter kandungan, saya mengetahui bahwa menyusui ketika hamil itu diperbolehkan dan aman, Bu. Beberapa Ibu mungkin memilih untuk langsung menyapih Kakak, tapi bila Ibu mempertimbangkan untuk tetap menyusui, beberapa tips menyusui saat hamil berikut patut disimak agar Ibu, Kakak, dan janin tetap sehat.

1. Rutin Konsultasi Kesehatan

Jika Ibu mempertimbangkan untuk tetap menyusui, cobalah berkonsultasi dan memeriksakan kondisi kesehatan Ibu ke dokter atau bidan. Dokter atau bidan bisa membantu Ibu untuk melakukan langkah selanjutnya. Apabila kondisi Ibu dan janin di dalam kandungan baik, dokter mungkin akan memperbolehkan Ibu lanjut menyusui Kakak.

2. Penuhi Asupan Nutrisi

Dokter tempat saya berkonsultasi juga bilang, Ibu hamil dianjurkan untuk mencukupi asupan nutrisi agar tumbuh kembang janin optimal dan ASI bagi Kakak tetap lancar. Oleh sebab itu, Ibu mungkin akan membutuhkan tambahan asupan kalori pada trimester kedua dan ketiga, sedangkan di trimester pertama, biasanya kebutuhan kalori belum berubah banyak dibanding sebelum hamil meskipun mengalami morning sickness.

3. Berikan Kakak MPASI

Ketika Ibu menyusui saat hamil, produksi ASI di kelenjar air susu menjadi lebih sedikit, sehingga Kakak mungkin masih lapar. Nah, jika usia Kakak sudah di atas enam bulan, Ibu bisa mulai memberikan MPASI agar ia mendapatkan cukup nutrisi.

4. Perhatikan Kondisi dan Posisi Saat Menyusui

Seperti Ibu hamil pada umumnya, perubahan hormon juga membuat puting ibu lebih sensitif. Hal ini menyebabkan menyusui saat hamil terasa tidak nyaman, bahkan cenderung sakit. Oleh karena itu, jika Kakak terlalu kuat mengisap ASI, Ibu bisa pelan-pelan melepasnya dulu. Posisinya ketika menyusui juga harus dipertimbangkan, mengingat ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahim Ibu. Jadi, aturlah posisi senyaman mungkin untuk Ibu, Kakak, dan si Kecil di dalam kandungan.

5. Jaga Emosi dan Suasana Hati

Selain kondisi kesehatan tubuh, Ibu juga harus memperhatikan emosi, ya. Melakukan banyak hal sekaligus memang membuat Ibu rentan stres. Oleh karena itu, Ibu membutuhkan dukungan Ayah pada masa ini. Jika emosi Ibu relatif stabil, dampaknya pasti akan positif baik ke Ibu, janin, maupun si Kakak.

Bagaimana, Bu? Semoga tips menyusui saat hamil tersebut berguna bagi Ibu, ya. Tentu saja, keputusan untuk tetap menyusui tersebut juga harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan Ibu serta kebutuhan Kakak dan janin dalam kandungan ya, Bu.