Share Like
Simpan

Hai Bu, apa kabar si Kecil? Semoga selalu sehat dan semakin menggemaskan, ya. Melihatnya tumbuh sehat pasti membuat kita bahagia,  terutama, saat ia bertingkah lucu dan aktif. Sebaliknya, saat si Kecil mendadak rewel karena terserang penyakit, kita tentu panik bukan kepalang. Hal ini juga yang saya rasakan ketika si Kecil sakit untuk pertama kalinya. Ketidaktahuan saya soal penyakit yang dideritanya sempat membuat saya cemas dan kebingungan.

Ketika baru lahir, bayi memang rentan terkena penyakit, Bu. Kulitnya cenderung sensitif dan organ tubuh si Kecil masih berkembang. Oleh karena itu, kita harus lebih waspada terhadap penyakit yang menyerang bayi baru lahir ini. Di antaranya adalah:

Kuning

Jika kulit dan mata si Kecil terlihat berwarna kuning dan ia jadi malas minum ASI, kemungkinan ia menderita penyakit kuning atau Jaundice. Umumnya, penyakit ini menyerang bayi baru lahir hingga berusia satu bulan.

Penyakit kuning bisa disebabkan oleh kekurangan ASI atau gangguan fungsi hati. Zat bilirubin atau pigmen kuning yang ada dalam sel darah merah si Kecil meningkat dan membuat kulitnya menguning. Biasanya, penyakit ini akan hilang dalam waktu dua minggu. Namun, akan lebih baik jika Ibu menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Ibu juga bisa mencoba memberikan ASI sesering mungkin sebagai pertolongan pertama. Selain itu, Ibu dapat menjemur si Kecil di pagi hari sekitar 15 menit untuk memaksimalkan fungsi organ hatinya.

Apnea

Apnea merupakan kondisi saat seseorang tiba-tiba tidak bernapas selama beberapa detik. Penyakit ini bisa menyerang orang dewasa dan bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur. Meski hanya beberapa detik, hal ini bisa membuat kulit di sekitar mulut si Kecil kebiruan karena kekurangan oksigen.

Apnea sendiri disebabkan oleh dua hal. Pertama, saluran pernapasan si Kecil terhambat. Kedua, proses pertumbuhan syaraf yang mengatur sistem pernapasannya belum sempurna, sehingga proses bernapas si Kecil terhenti beberapa saat.

Ruam Popok

Ruam popok adalah bintil atau bercak merah yang timbul di sekitar bokong bayi. Hal ini sering kali terjadi karena si Kecil terlalu lama memakai popok yang lembap, Bu. Kulitnya yang lembut dan sensitif bergesekan dengan popok bayi sehingga terjadi iritasi.

Ada tiga hal yang dapat menyebabkan si Kecil terkena ruam popok. Pertama, si Kecil alergi bahan popok. Kedua, popok kain yang dicuci dengan deterjen atau pemutih tidak terbilas sempurna. Ketiga, kulit si Kecil terlalu sering terkena air seni atau tinja dalam popok sehingga lebih lembap.

Eksim Susu

Mitosnya, eksim susu disebabkan oleh percikan ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut si Kecil ketika menyusui. Faktanya, hal ini disebabkan oleh tiga hal, Bu. Pertama, ada faktor keturunan dari orang tua yang menderita alergi. Kedua, kulit si Kecil kering. Ketiga, dipicu oleh cuaca yang panas, kotor dan berdebu. Kesemuanya bisa membuat kulit si Kecil terasa kasar dan kemerahan terutama di bagian pipi. Kondisi ini biasanya menimbulkan rasa gatal yang dapat membuat si Kecil tak nyaman.

Batuk Pilek

Bayi baru lahir seperti si Kecil juga dapat terkena batuk dan pilek, Bu. Penyakit ini umumnya disebabkan virus atau bakteri. Gejalanya adalah batuk atau mengeluarkan cairan bening dari hidung disertai demam. Biasanya, batuk pilek hanya menyerang si Kecil selama 2-3 hari. Nah, sebagai pencegahan, berikan vaksin flu pada si Kecil ketika ia berusia 6 bulan.

Kelima penyakit ini umumnya memang menyerang bayi yang baru lahir karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah. Alangkah baiknya jika Ibu sudah mengenali gejalanya untuk mengantisipasi risiko sakit si Kecil bertambah parah. Segera konsultasikan ke dokter jika keadaan si Kecil tak kunjung membaik untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bu!