Whatsapp Share Like Simpan

Penyakit campak atau lebih dikenal dengan sebutan campak merupakan jenis penyakit menular yang sering menyerang anak-anak. Campak pada bayi ini disebabkan oleh infeksi virus. Virus tersebut menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Meski sudah umum terjadi, tapi campak pada bayi bisa menyebabkan komplikasi yang mematikan bila tidak ditangani dengan tepat. Untuk itu para orang tua harus waspada dan mengetahui semua hal yang berkaitan dengan campak. Artikel ini akan menyajikannya untuk Ibu:

Jenis-jenis Campak

Berdasarkan jenis virus penyebabnya, campak yang bisa menyerang bayi dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Campak bayi (roseola infantum). Jenis campak ini disebabkan oleh virus yang media penularannya melalui udara. Gejala-gejalanya hampir sama dengan campak Jerman (rubella). Bedanya, campak bayi biasanya menyerang bayi berumur antara 6-12 bulan, sementara rubella lebih sering menyerang balita. Campak ini tidak akan berbahaya selama penderitanya mendapatkan penanganan.
  • Campak Jerman (rubella). Campak ini disebabkan oleh virus rubella yang media penularannya melalui udara yang sudah terkontaminasi oleh bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi. Rubella biasanya menjangkiti anak yang usianya sudah lebih besar atau orang dewasa.

Gejalanya baru berkembang pada 2-3 minggu setelah terinfeksi dan cenderung ringan, sehingga sulit untuk diketahui, seperti:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Muncul ruam merah yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke tubuh
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Campak rubeola. Campak ini disebabkan oleh virus rubeola yang bisa menular saat bersentuhan langsung dengan cairan yang keluar dari tubuh penderita atau langsung melalui udara. Virus ini dapat hidup di udara sampai dua jam, sehingga bayi bisa saja tertular ketika ada di sebuah ruangan bekas si penderita berada.

Gejala campak rubeola antara lain:

Artikel Sejenis

  • Batuk dan pilek.
  • Suhu tubuh tinggi hingga 40o C pada hari ke-10-12 setelah terinfeksi virus.
  • Mata sensitif terhadap cahaya terang.
  • Muncul ruam merah setelah 15 hari, dimulai dari area belakang telinga, leher, kemudian menyebar ke semua tubuh.

Gejala Campak

Campak memiliki beberapa gejala awal yang muncul satu hingga dua minggu setelah terinfeksi virus. Gejala tersebut meliputi:

  • Demam tinggi hingga 40 derajat Celcius
  • Batuk kering
  • Mata memerah dan berair
  • Bersin-bersin
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Nafsu makan berkurang

Pada hari ke-3 atau ke-4 gejala-gejala di atas mulai nampak pada bayi, lalu akan mulai bermunculan bintik-bintik putih keabuan pada mulut dan tenggorokannya. Setelah itu muncullah ruam merah kecoklatan yang dimulai dari daerah sekitar telinga, kepala, leher, dan menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam-ruam tersebut mulai muncul sekitar hari keempat setelah gejala awal nampak dan biasanya bertahan selama 5-6 hari. Sedangkan untuk demam tinggi umumnya mulai turun pada hari ke-3 setelah munculnya ruam.

Penyebab Campak

Penyakit campak pada bayi disebabkan oleh virus morbili yang termasuk dalam keluarga paramyxovirus. Virus ini dapat bertahan di udara dan permukaan hingga lebih dari 2 jam. Cara penularannya melalui kontak langsung serta percikan air di udara dari ludah, batuk, dan bersin dari penderita. Tidak hanya itu saja, bayi juga bisa tertular jika menyentuh barang yang terkontaminasi virus.

Komplikasi Akibat Campak

Bayi yang masih memiliki daya tahan tubuh lemah sangat rentan terserang penyakit ini. Bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengakibatkan komplikasi yang parah hingga kematian. Jika virus morbili menyerang pencernaan, maka dapat mengakibatkan muntah dan diare hebat pada bayi. Selain itu campak juga bisa menyebabkan komplikasi berupa radang paru-paru (pneumonia) sehingga membuat bayi sesak napas. Ada lagi komplikasi fatal lain berupa radang otak (ensefalitis) yang menyebabkan kejang-kejang dan menurunnya kesadaran.

Baca juga: Waspadai Penyakit Menular pada Si Kecil

Penanganan Penyakit campak

Penyakit campak pada bayi pada dasarnya merupakan penyakit yang bersifat self limiting disease yang dapat sembuh sendiri tanpa obat-obatan. Namun tetap diperlukan pengendalian terhadap virus agar tidak menyerang organ vital, seperti otak dan paru-paru.

Saat bayi Ibu terserang campak, lakukan beberapa penanganan berikut ini:

  1. Cukup Cairan untuk Mencegah Dehidrasi
    Sangat penting untuk tetap mencukupi asupan cairan bayi agar ia tidak mengalami dehidrasi sekaligus sebagai pengganti cairan yang hilang jika ia muntah dan diare. Bagi bayi di bawah usia 6 bulan, perbanyak pemberian ASI. Namun jika sudah memasuki usia MPASI, Ibu bisa memberikan cairan tambahan berupa air putih, jus buah, ataupun susu tambahan.
  2. Perbanyak Istirahat
    Bayi harus banyak istirahat untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar bisa kuat melawan virus yang berkembang di dalam tubuhnya. Untuk sementara, kurangi dahulu aktivitas fisik dan bermain bayi. Sebagai ganti agar ia tidak merasa bosan, bacakan ia buku cerita dan bernyanyi untuknya.
  3. Mengonsumsi Makanan Bernutrisi
    Asupan makanan bayi yang sudah memasuki masa MPASI juga wajib diperhatikan ya, Bu. Ia harus mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. Ada kemungkinan besar ia akan susah makan. Ibu bisa menyiasatinya dengan memberikan jus buah yang kaya lemak dan vitamin, seperti alpukat dan pisang. Hindari untuk memberikan makanan dan minuman dingin karena akan membuat batuk dan pileknya bertambah parah.
  4. Membatasi Kontak dengan Lingkungan Sekitar
    Karena penyakit campak pada bayi sangat mudah menular, maka untuk sementara waktu bayi Ibu harus ‘diisolasi’ dulu. Batasi kontak dengan lingkungan di sekitarnya untuk menghindari penularan terhadap anak lainnya. Jangan ajak bayi bepergian atau bertemu dengan orang lain hingga demam dan ruamnya hilang.
    Jika ia memiliki saudara, terutama yang belum mendapatkan imunisasi campak, maka sebaiknya pisahkan lebih dulu. Selain itu peralatan mandi dan makannya juga harus dipisahkan dari milik anggota keluarga lainnya untuk mencegah penularan melalui kontak tidak langsung.
  5. Mandi untuk Menjaga Kebersihan
    Mitos yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia adalah jika anak terkena campak, maka ia tidak boleh terkena air sebab dapat membuat ruamnya bertambah parah. Sebagai akibatnya, para orang tua pun tidak memandikan anak mereka selama sakit campak.
    Faktanya adalah bayi tetap boleh mandi saat demamnya sudah turun untuk menjaga kebersihan dan mengurangi gatal akibat ruam. Jika tidak mandi, kulit justru terasa gatal sehingga bayi akan mencoba untuk menggaruk kulit yang bisa mengakibatkan infeksi pada ruamnya. Ibu hanya perlu mengeringkan tubuhnya setelah dimandikan dengan kain lembut, lalu berikan bedak gatal pada badannya.
  6. Minum Obat Pereda Nyeri
    Saat gejala demam tinggi menyerang bayi, Ibu bisa memberikan obat penurun demam khusus bayi. Di samping itu juga diperlukan pemberian suplemen vitamin A untuk mempercepat penyembuhannya. Untuk bayi di bawah usia 6 bulan dibutuhkan 50.000 IU/hari PO dengan 2 dosis. Sedangkan untuk bayi berusia 6-11 bulan dibutuhkan 100.000 IU/hari PO 2 dengan dosis.

Pentingnya Vaksin MMR

Pada zaman dulu, penyakit ini menjadi salah satu penyakit endemik yang mengakibatkan kematian tertinggi setiap tahun. Sebagai langkah pencegahan, diciptakanlah vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella) atau Campak, Gondongan, dan Campak Jerman.

Imunisasi ini dapat diberikan mulai bayi usia 9 bulan yang bisa didapatkan secara gratis melalui program pemerintah setiap bulan Agustus dan September di Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya. Jika bayi belum mendapatkannya, segera ke fasilitas kesehatan terdekat ya, Bu. Begitu juga dengan Ibu dan Ayah harus mendapatkan imunisasi ini agar tidak terserang penyakit campak.

Jadi, sudah tahu kan, Bu, kalau penyakit campak pada bayi bisa berbahaya? Jika sudah terdapat gejala-gejala awal, jangan tunda lagi untuk membawa bayi ke dokter, ya. Pastikan ia mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat.

Bagi Ibu yang masih ingin berkonsultasi seputar anak, Ibu bisa menggunakan fitur Tanya Pakar, lho. Fitur ini adalah tempat di mana Ibu bisa bertanya langsung oleh pakar-nya mengenai bayi. Namun jangan lupa untuk registrasi terlebih dahulu ya, Bu.

Sumber:

Popmama