Whatsapp Share Like
Simpan

Penyakit tampek atau lebih dikenal dengan sebutan campak merupakan jenis penyakit menular yang sering menyerang anak-anak yang disebabkan oleh infeksi virus. Virus tersebut menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar ke seluruh tubuh. Meski sudah umum terjadi, tapi tampek pada bayi bisa menyebabkan komplikasi yang mematikan bila tidak ditangani dengan tepat. Untuk itu para orang tua harus waspada dan mengetahui semua hal yang berkaitan dengan tampek. Artikel ini akan menyajikannya untuk Ibu:

Gejala Tampek

Tampek memiliki beberapa gejala awal yang muncul satu hingga dua minggu setelah terinfeksi virus. Gejala tersebut meliputi:

  • Demam tinggi hingga 40 derajat Celcius
  • Batuk kering
  • Mata memerah dan berair
  • Bersin-bersin
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Nafsu makan berkurang

Pada hari ke-3 atau ke-4 gejala-gejala di atas mulai nampak pada bayi, lalu akan mulai bermunculan bintik-bintik putih keabuan pada mulut dan tenggorokannya. Setelah itu muncullah ruam merah kecoklatan yang dimulai dari daerah sekitar telinga, kepala, leher, dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam-ruam tersebut mulai muncul sekitar hari keempat setelah gejala awal nampak dan biasanya bertahan selama 5-6 hari. Sedangkan untuk demam tinggi umumnya mulai turun pada hari ke-3 setelah munculnya ruam.

Penyebab Tampek

Penyakit tampek pada bayi disebabkan oleh virus morbili yang termasuk dalam keluarga paramyxovirus. Virus ini dapat bertahan di udara dan permukaan hingga lebih dari 2 jam. Cara penularannya melalui kontak langsung serta percikan air di udara dari ludah, batuk, dan bersin dari penderita. Tidak hanya itu saja, si Kecil juga bisa tertular jika menyentuh barang yang terkontaminasi virus.

Komplikasi Akibat Tampek

Bayi yang masih memiliki daya tahan tubuh lemah sangat rentan terserang penyakit ini. Bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengakibatkan komplikasi yang parah hingga kematian. Jika virus morbili menyerang pencernaan, maka dapat mengakibatkan muntah dan diare hebat pada bayi. Selain itu tampek juga bisa menyebabkan komplikasi berupa radang paru-paru (pneumonia) sehingga membuat bayi sesak napas. Ada lagi komplikasi fatal lain berupa radang otak (ensefalitis) yang menyebabkan kejang-kejang dan menurunnya kesadaran.

Artikel Sejenis

Penanganan Penyakit Tampek

Penyakit tampek pada dasarnya merupakan penyakit yang bersifat self limiting disease yang dapat sembuh sendiri tanpa obat-obatan. Namun tetap diperlukan pengendalian terhadap virus agar tidak menyerang organ vital, seperti otak dan paru-paru. Saat bayi Ibu terserang tampek, lakukan beberapa penanganan berikut ini:

  1. Cukup Cairan untuk Mencegah Dehidrasi

    Sangat penting untuk tetap mencukupi asupan cairan si Kecil agar ia tidak mengalami dehidrasi sekaligus sebagai pengganti cairan yang hilang jika ia muntah dan diare. Bagi bayi di bawah usia 6 bulan, perbanyak pemberian ASI. Namun jika sudah memasuki usia MPASI, Ibu bisa memberikan cairan tambahan berupa air putih, jus buah, ataupun susu tambahan.

  2. Perbanyak Istirahat

    Si Kecil harus banyak istirahat untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya agar bisa kuat melawan virus yang berkembang di dalam tubuhnya. Untuk sementara kurangi dahulu aktivitas fisik dan bermain si Kecil. Sebagai gantinya agar ia tidak merasa bosan adalah dengan membacakan buku cerita dan bernyanyi untuknya.

  3. Mengonsumsi Makanan Bernutrisi

    Asupan makanan si Kecil yang sudah memasuki masa MPASI juga wajib diperhatikan ya, Bu. Ia harus mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. Ada kemungkinan besar ia akan susah makan. Ibu bisa menyiasatinya dengan memberikan jus buah yang kaya lemak dan vitamin, seperti alpukat dan pisang. Hindari untuk memberikan makanan dan minuman dingin karena akan membuat batuk dan pileknya bertambah parah.

  4. Membatasi Kontak dengan Lingkungan Sekitar

    Karena penyakit tampek sangat mudah menular, maka untuk sementara waktu bayi Ibu harus ‘diisolasi’ dulu. Batasi kontak dengan lingkungan di sekitarnya untuk menghindari penularan terhadap anak lainnya. Jangan ajak si Kecil bepergian atau bertemu dengan orang lain hingga demam dan ruamnya hilang.

    Jika ia memiliki saudara, terutama yang belum mendapatkan imunisasi campak, maka sebaiknya pisahkan lebih dulu. Selain itu peralatan mandi dan makannya juga harus dipisahkan dari milik anggota keluarga lainnya untuk mencegah penularan melalui kontak tidak langsung.

  5. Mandi untuk Menjaga Kebersihan

    Mitos yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia adalah jika anak terkena tampek, maka ia tidak boleh terkena air sebab dapat membuat ruamnya bertambah parah. Sebagai akibatnya para orang tua tidak memandikan anak mereka selama sakit tampek.

    Faktanya adalah anak tetap boleh mandi saat demamnya sudah turun untuk menjaga kebersihan dan mengurangi gatal akibat ruam. Jika tidak mandi, kulit justru terasa gatal sehingga anak akan mencoba untuk menggaruk kulit yang bisa mengakibatkan infeksi pada ruamnya. Ibu hanya perlu mengeringkan tubuhnya setelah dengan kain lembut, lalu berikan bedak gatal pada badannya.

  6. Minum Obat Pereda Nyeri

    Saat gejala demam tinggi menyerang si Kecil, Ibu bisa memberikan obat penurun demam khusus bayi. Di samping itu juga diperlukan pemberian suplemen vitamin A untuk mempercepat penyembuhannya. Untuk bayi di bawah usia 6 bulan dibutuhkan 50.000 IU/hari PO dengan 2 dosis. Sedangkan untuk bayi berusia 6-11 bulan dibutuhkan 100.000 IU/hari PO 2 dengan dosis.

Pentingnya Vaksin MMR

Pada zaman dulu, penyakit ini menjadi salah satu penyakit endemik yang mengakibatkan kematian tertinggi setiap tahun. Sebagai langkah pencegahan, diciptakanlah vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella) atau Campak, Gondongan, dan Campak Jerman. Imunisasi ini dapat diberikan mulai bayi usia 9 bulan yang bisa didapatkan secara gratis melalui program pemerintah setiap bulan Agustus dan September di Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya. Jika si Kecil belum mendapatkannya, segera ke fasilitas kesehatan terdekat ya, Bu. Begitu juga dengan Ibu dan Ayah harus mendapatkan imunisasi ini agar tidak terserang penyakit tampek.

Jadi, sudah tahu kan, Bu, kalau penyakit tampek pada bayi bisa berbahaya? Jika sudah terdapat gejala-gejala awal, jangan tunda lagi untuk membawa si Kecil ke dokter. Pastikan ia mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat.

Bagi Ibu yang masih ingin berkonsultasi seputar anak, Ibu bisa menggunakan fitur Tanya Pakar, lho. Fitur ini adalah tempat di mana Ibu bisa bertanya langsung oleh pakar-nya mengenai si Kecil. Namun jangan lupa untuk registrasi terlebih dahulu ya, Bu.

Sumber:
hellosehat.com