Whatsapp Share Like Simpan

Kulit bayi cenderung rentan terhadap gangguan, baik bayi Ibu punya sejarah alergi maupun tidak. Gejala yang cukup sering muncul adalah bintik merah pada kulit bayi atau muncul warna kemerahan di kulitnya. Untuk mengatasi kemerahan pada kulit bayi tersebut, sebelumnya Ibu perlu mengenali dulu apa yang menjadi penyebabnya.

Penyebab Bintik Merah pada Kulit Bayi

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi mengalami bintik merah pada kulitnya, yaitu:

  • Biang keringat. Bintik merah pada kulit bayi bisa disebabkan oleh biang keringat. Adanya penyumbatan pada pori-pori kulit dan ditambah dengan gesekan seperti dengan pakaian, dapat menyebabkan permukaan kulit mengalami peradangan. Oleh karenanya, Ibu perlu menjaga kebersihan kulit bayi, berhati-hati dalam memilih produk perawatan bayi, serta memakaikan bayi baju yang tidak terlalu ketat supaya terdapat ruang untuk kulitnya bernapas.
  • Alergi susu. Bayi yang alergi terhadap susu sapi bisa menunjukkan reaksi berupa ruam atau bintik merah pada kulitnya. Jika bayi masih mendapatkan ASI eksklusif, alergi tersebut bisa didapat saat Ibu mengonsumsi susu sapi lalu ia menyusu dari Ibu. Jadi, apabila Ibu menemukan bayi alergi terhadap susu sapi, sebaiknya pilihlah susu yang lebih aman dan tidak menyebabkan alergi pada buah hati.
  • Eksim. Eksim adalah kelainan pada kulit yang memicu timbulnya ruam merah pada kulit. Berbeda dengan faktor penyebab lainnya, bayi yang memiliki eksim biasanya akan menunjukkan gejala kronis, seperti nyeri, gatal, dan kulit yang bersisik. Saat ruam tersebut digaruk terus, maka dapat memicu jaringan parut atau iritasi pada kulit.
  • Meningitis. Penyakit meningitis disebabkan adanya infeksi bakteri atau virus pada lapisan saraf tulang belakang. Infeksi tersebut menyebabkan munculnya ruam berwarna keunguan yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Selain ruam, ada beberapa gejala lainnya yang mungkin menyertai penyakit ini, seperti demam menggigil, diare, ubun-ubun tampak menonjol, tangan dan kaki terasa dingin, lesu, dan nafsu makan hilang.

Bintik merah pada kulit bayi akibat eksim dipicu oleh paparan zat kimia atau yang bersifat alergen, seperti detergen, tungau, bulu binatang peliharaan, atau debu. Bintik tersebut lebih sering muncul di pergelangan kaki dan tangan, kaki, lipatan siku atau lutut, pantat, dan leher.

  • Roseola infantum. Penyebab lainnya adalah penyakit seperti roseola infantum yang sering menyerang anak di bawah usia 2 tahun. Gejala bintik merah yang disertai dengan demam sering membuat orangtua salah mengiranya sebagai demam berdarah atau campak.

Bedanya, bayi yang mengalami roseola infantum akan muncul bintik merah setelah demam mereda yang biasanya terjadi di hari kedua atau ketiga. Bintik merah tersebut juga biasanya dapat hilang sendiri, sehingga bayi tidak perlu diberi obat.

  • Penyakit kelima (fifth disease). Penyebab lainnya bintik merah pada kulit adalah penyakit kelima yang disebabkan infeksi parvovirus B19. Gejala awal yang muncul saat bayi terinfeksi virus ini antara lain demam, hidung berair, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Kemudian setelah seminggu, timbul ruam kulit di pipi dan di area sekitar mulut yang bisa menyebar sampai seluruh tubuh selama kurang lebih 1-3 minggu. Penyakit kelima dapat hilang sendiri dalam waktu dua minggu, sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus.
  • Impetigo. Ini adalah infeksi kulit menular yang disebabkan oleh bakteri. Impetigo lebih sering menimpa bayi dan anak-anak dengan gejala utamanya berupa munculnya luka merah di sekitar mulut dan hidung. Luka tersebut kemudian akan pecah dan mengeluarkan cairan yang terjadi selama beberapa hari, kemudian membentuk kerak berwarna kuning kecoklatan. Impetigo juga bisa muncul pada tangan, kaki, atau area yang tertutup popok. Untuk pengobatannya akan memerlukan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.
  • Selulitis. Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit yang menyebabkan munculnya bercak merah dan diikuti dengan pembengkakan pada area tersebut. Biasanya, kondisi ini juga diiringi dengan demam dan memerlukan pengobatan antibiotik dari dokter secepatnya supaya tidak menyebar ke area lainnya.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ketika Ibu menemukan adanya bintik merah pada kulit bayi, Ibu bisa melakukan beberapa langkah berikut untuk mengatasinya:

Artikel Sejenis

  • Selalu menjaga kebersihan kulit bayi. Dikarenakan masih sangat sensitif, maka kebersihan kulit bayi harus selalu dijaga dengan baik. Pada saat memandikannya, pastikan Ibu membersihkan semua tubuh bayi hingga ke lipatan tubuh, kemudian keringkan tubuhnya menggunakan handuk lembut. Setelah benar-benar kering, barulah pakaikan ia baju. Bayi hanya perlu mandi dua kali sehari karena mandi terlalu sering justru dapat membuat kulitnya kering.
  • Hentikan pemberian produk bayi yang bisa mengiritasi. Beberapa produk bayi, seperti minyak telon dan bedak, dapat mengiritasi dan menyumbat pori, sehingga membuat bintik merah pada kulit bayi bertambah parah. Jadi hindari memberikan kedua produk tersebut pada bayi dan gantilah dengan produk lain yang mengandung bahan alami dan aman untuk kulit sensitif bayi.
  • Berikan pakaian yang tidak panas dan ketat. Gesekan dengan pakaian bisa membuat ruam di kulitnya semakin parah. Jadi, sebaiknya pakaikan bayi pakaian yang tidak panas dan terlalu ketat. Tidak perlu memberikan bayi jaket atau selimut karena bisa menyebabkan ia berkeringat.
  • Mengganti popok bayi secara rutin. Popok yang lembap dan kotor adalah sarang bagi kuman dan bakteri, sehingga harus diganti secara rutin. Ketika Ibu mengganti popok bayi, gunakan tisu bebas pewangi dan alkohol atau kapas basah untuk membersihkan pantat dan area kemaluan bayi.
  • Jauhkan bayi dari orang sakit. Bayi sebaiknya dijauhkan dari orang sakit, karena bisa memunculkan gejala yang lebih parah ketika ia tertular penyakit. Orang yang hendak menyentuh bayi juga harus mencuci tangan sampai bersih untuk mencegah ruamnya terkena kuman.
  • Berikan vaksin. Pemberian suntikan vaksin akan memberikan bayi antibodi untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit. Jadi, jangan sampai melewatkan jadwal imunisasi bayi yang telah diberikan oleh dokter ya, Bu.
  • Berkonsultasi dengan dokter. Jika bintik merah pada kulit bayi tidak kunjung hilang atau terdapat gejala yang mengkhawatirkan, seperti demam atau bengkak, segeralah berkonsultasi pada dokter, Bu. Biarkan dokter melihat penyebab kondisi tersebut dan menentukan pengobatan apa yang sesuai untuk bayi.

Bintik merah pada kulit bayi adalah hal yang normal dan dialami banyak bayi. Untuk meredakannya, lakukanlah langkah-langkah perawatan di atas secara mandiri di rumah. Semoga informasi ini dapat membantu Ibu.

Jika ibu memiliki pertanyaan lain seputar kesehatan dan tumbuh kembang bayi, silakan berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu ya, Bu.