Whatsapp Share Like Simpan

Bintik merah tiba-tiba muncul di sekitar tubuh si Kecil? Ibu tidak perlu khawatir berlebih ya. Meski bintik merah pada bayi termasuk tanda adanya gangguan kesehatan pada bagian terluar kulit si Kecil, iasanya bintik merah pada kulit atau ruam merah akan sembuh dengan sendirinya. 

Masalah kulit seperti ini rentan dialami oleh bayi karena kondisi kulit mereka cenderung masih sangat sensitif terhadap gangguan, baik gangguan dari faktor eksternal maupun internal. Sebuah penelitian di National Library of Medicine menunjukkan bahwa kulit bayi baru lahir cenderung lebih tipis dan keringat yang dikeluarkannya pun lebih sedikit, sehingga jadi lebih mudah mengalami masalah kulit, termasuk bintik merah. 

Bayi mengalami kondisi ini karena kulit mereka cenderung sensitif terhadap gangguan, baik bayi yang memiliki riwayat alergi maupun tidak. Sering kali muncul pula ruam air liur, atau bintik merah yang muncul di sekitar mulut dan pipi si Kecil karena terkena air liur. 

Meski tidak semua bintik merah pada bayi jadi tanda gangguan yang buruk, namun tidak ada salahnya untuk Ibu mengetahui penyebab di balik kondisi yang dialami oleh bayi ini agar dapat diatasi dengan tepat. Berikut beberapa penyebab dan cara mengatasi bintik merah pada bayi yang perlu Ibu simak:

Penyebab Bintik Merah pada Bayi

Sebelum Ibu mengatasi bintik merah pada bayi, penting untuk mengetahui terlebih dahulu faktor pemicu dari kondisi ini. Sebab, selama ini banyak pula yang menganggap bintik merah pada bayi hanyalah tanda eksim saja. Namun, masalah kulit ini bisa disebabkan oleh penyakit lain lho, Bu. 

Artikel Sejenis

Berikut adalah beberapa faktor penyebab munculnya bintik merah pada bayi yang perlu Ibu ketahui: 

  1. Biang keringat

    Bintik merah pada bayi bisa disebabkan oleh biang keringat. Adanya penyumbatan pada pori-pori kulit dan ditambah dengan gesekan seperti dengan pakaian, dapat menyebabkan permukaan kulit mengalami peradangan. 

    Oleh karenanya, Ibu perlu menjaga kebersihan kulit bayi, berhati-hati dalam memilih produk perawatan bayi, serta memakaikan bayi baju yang tidak terlalu ketat supaya terdapat ruang untuk kulitnya bernapas. Saat cuaca panas, Ibu perlu mengganti pakaian si Kecil beberapa kali jika keringatnya sudah muncul berlebihan.

  2. Eksim

    Studi menyebutkan bahwa eksim merupakan penyakit kulit inflamasi yang paling umum dialami oleh bayi dan anak-anak. Biasanya eksim ditandai dengan munculnya bintik merah gatal di sekitar wajah dan lipatan kulit si Kecil. 

    Menurut National Eczema Association, penyakit eksim yang dialami bayi dan anak-anak umumnya disebabkan oleh dermatitis atopik, yang bisa kambuh karena udara dingin, kulit kering, serta alergen lain seperti makanan atau debu. Bintik tersebut lebih sering muncul di pergelangan kaki dan tangan, kaki, lipatan siku atau lutut, pantat, dan leher.

  3. Kurap

    Kurap merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dengan tanda bintik merah pada bayi, berbentuk cincin, meradang, dan terasa gatal. Bintik merah pada bayi akibat kurap biasanya muncul di kepala, kaki, atau pangkal paha. 

    Kurap bukanlah kondisi serius dan dapat diobati setelah melakukan pemeriksaan ke dokter. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur ini bisa menular melalui kontak langsung dari kulit ke kulit atau penggunaan benda yang dipakai juga oleh penderita. 

  4. Biduran

    Biduran atau urtikaria merupakan gangguan kulit pada bayi yang terjadi ketika kulit si Kecil bereaksi pada sesuatu yang baru seperti makanan, obat-obatan, sengatan serangga, hingga suhu dingin atau panas yang mungkin terlalu ekstrim untuk diterima oleh tubuh si Kecil. 

    Jika bintik merah pada bayi akibat biduran disebabkan oleh hal sepele seperti karena keringat bayi atau karena terkena ASI, biasanya kondisi ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika biduran disebabkan oleh konsumsi obat atau reaksi tertentu yang berlebihan dan mengganggu si Kecil, segera bawa si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. 

  5. Roseola infantum

    Penyebab lainnya adalah penyakit seperti roseola infantum yang sering menyerang bayi umumnya di bawah usia 2 tahun. Gejala bintik merah pada bayi yang disertai dengan demam sering membuat orangtua salah mengiranya sebagai demam berdarah atau campak.

    Bedanya, bayi yang mengalami roseola infantum akan muncul bintik merah pada kulit setelah demam mereda yang biasanya terjadi di hari kedua atau ketiga. Bintik merah pada bayi tersebut juga biasanya dapat hilang sendiri, sehingga bayi tidak perlu diberi obat.

  6. Penyakit kelima (fifth disease)

    Penyebab bintik merah pada bayi yang lainnya adalah penyakit kelima yang disebabkan infeksi parvovirus B19. Gejala awal saat bayi terinfeksi virus ini antara lain demam, hidung berair, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Setelah seminggu, timbul ruam kulit di pipi dan di area sekitar mulut yang bisa menyebar sampai seluruh tubuh selama kurang lebih 1-3 minggu. Penyakit kelima dapat hilang sendiri dalam waktu dua minggu, sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus.

  7. Impetigo

    Ini adalah infeksi kulit menular yang disebabkan oleh bakteri. Impetigo lebih sering menimpa bayi dan anak-anak, dengan gejala utamanya berupa munculnya luka merah di sekitar mulut dan hidung. Luka tersebut kemudian akan pecah dan mengeluarkan cairan yang terjadi selama beberapa hari, kemudian membentuk kerak berwarna kuning kecoklatan. Impetigo juga bisa muncul pada tangan, kaki, atau area yang tertutup popok. Pengobatan impetigo memerlukan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

  8. Selulitis

    Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit yang menyebabkan munculnya bintik merah dan diikuti dengan pembengkakan pada area tersebut. Biasanya, kondisi ini juga diiringi dengan demam dan memerlukan pengobatan antibiotik dari dokter secepatnya supaya tidak menyebar ke area lainnya.

  9. Meningitis

    Penyakit meningitis disebabkan adanya infeksi bakteri atau virus pada lapisan saraf tulang belakang. Infeksi tersebut menyebabkan munculnya ruam berwarna keunguan yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Selain ruam, ada beberapa gejala lainnya yang mungkin menyertai penyakit ini, seperti demam menggigil, diare, ubun-ubun tampak menonjol, tangan dan kaki terasa dingin, lesu, dan nafsu makan hilang.

Cara Mengatasi Bintik Merah pada Bayi

Ketika Ibu menemukan adanya bintik merah pada bayi, Ibu bisa melakukan beberapa langkah berikut untuk mengatasinya:

  1. Selalu menjaga kebersihan kulit bayi

    Dikarenakan masih sangat sensitif, maka kebersihan kulit bayi harus selalu dijaga dengan baik. Pada saat memandikannya, pastikan Ibu membersihkan semua tubuh bayi hingga ke lipatan tubuh, kemudian keringkan tubuhnya menggunakan handuk lembut. Setelah benar-benar kering, barulah pakaikan ia baju. Bayi hanya perlu mandi dua kali sehari karena mandi terlalu sering justru dapat membuat kulitnya kering.

  2. Hentikan pemberian produk bayi yang bisa mengiritasi

    Ibu sering mengoleskan krim, minyak telon, bedak, atau produk bayi lainnya pada kulit si Kecil? Hati-hati Bu, produk tersebut bisa meningkatkan risiko iritasi pada kulit si Kecil. Selain itu, produk yang tidak sesuai juga bisa menyumbat pori-pori kulit sehingga membuat bintik merah pada bayi bertambah parah. Jadi, hindari dulu mengoleskan krim, minyak telon, bedak, atau produk kulit lainnya pada bayi dan gantilah dengan produk lain yang mengandung bahan alami dan aman untuk kulit sensitif bayi.

  3. Berikan pakaian yang tidak panas dan ketat

    Gesekan antara kulit dengan pakaian bisa membuat ruam atau bintik merah pada bayi semakin parah. Jadi, sebaiknya si Kecil memakai pakaian yang tidak panas dan terlalu ketat. Tidak perlu memberikan bayi jaket atau selimut karena bisa menyebabkan ia berkeringat.

  4. Mengganti popok bayi secara rutin

    Popok yang lembap dan kotor adalah sarang bagi kuman dan bakteri, sehingga harus diganti secara rutin. Dalam sehari, setidaknya ganti popok bayi sebanyak 12 kali. Angka ini dapat terus menurun seiring dengan bertambahnya usia si Kecil. Ketika Ibu mengganti popok bayi, gunakan tisu bebas pewangi dan alkohol atau kapas basah untuk membersihkan pantat dan area kemaluan bayi.

  5. Jauhkan bayi dari orang sakit

    Bayi sebaiknya dijauhkan dari orang sakit, karena bisa memunculkan gejala yang lebih parah ketika ia tertular penyakit. Orang yang hendak menyentuh bayi juga harus mencuci tangan sampai bersih untuk mencegah ruamnya terkena kuman.

  6. Berikan vaksin

    Pemberian suntikan vaksin akan memberikan bayi antibodi untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit. Jadi, jangan sampai melewatkan jadwal imunisasi bayi yang telah diberikan oleh dokter ya, Bu.

  7. Berkonsultasi dengan dokter

    Jika bintik merah pada bayi tidak kunjung hilang atau terdapat gejala yang mengkhawatirkan, seperti demam atau bengkak, segeralah berkonsultasi pada dokter, Bu. Biarkan dokter melihat penyebab kondisi tersebut dan menentukan pengobatan apa yang sesuai untuk bayi. Jika diberikan saran obat atau krim tertentu, berikan obatnya atau Ibu bisa mengoleskan krim untuk meredakannya sesuai dengan dosis dan anjuran dari dokter ya.

Cara Mencegah Bintik Merah pada Bayi

Sebelum si Kecil mengalami bintik merah, ada baiknya Ibu melakukan pencegahan kondisi ini terlebih dahulu. Untuk itu, berikut adalah beberapa cara mencegah bintik merah pada bayi yang bisa Ibu lakukan mulai sekarang: 

  • Mandikan bayi menggunakan sabun pH netral yang mengandung pelembap. Hindarilah sabun dengan kandungan antibakteri yang sangat tinggi.
  • Mandikan bayi dengan air hangat setiap 1-2 kali sehari dan tidak lebih dari 10 menit setiap kali mandi. 
  • Hindari menggosok tubuh bayi dengan terlalu kencang dan lama karena kulitnya masih sangat sensitif. 
  • Saat membeli pakaian baru, wajib mencucinya terlebih dahulu dengan benar untuk membersihkan bahan kimia tambahan.
  • Jika Ibu mengajak si Kecil berendam atau berenang saat cuaca panas, segeralah mandikan dengan air hangat untuk membilas sisa klorin yang menempel di tubuhnya. 
  • Hindari memakai pakaian yang terlalu tebal, ketat, bahan kasar, susah menyerap keringat, dan yang bersifat iritan (wol atau sintetik). Ibu bisa memilih pakaian berbahan katun yang lembut. 

Bintik merah adalah hal yang biasa dan sering dialami banyak bayi. Untuk meredakannya, lakukanlah langkah-langkah perawatan di atas secara mandiri di rumah. Namun, sebaiknya Ibu tidak mendiagnosis sendiri bila si Kecil mengalami bintik merah atau muncul seperti jerawat pada bayi, apalagi kondisinya bisa disertai dengan gejala gangguan kesehatan lainnya. Segeralah konsultasikan dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan dengan tepat. 

Untuk meningkatkan kesehatan bayi, asupan nutrisi dari ASI jadi hal utama perlu untuk dioptimalkan ya Bu. Nah, susu Frisian Flag PRIMAMUM bisa menjadi solusi tepat karena karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Yang tak kalah penting, Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil. Apalagi rasa cokelatnya lezat dan tidak bikin enek sehingga bisa membantu Ibu memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Namun jika ASI dirasa tidak cukup, Ibu bisa memberikan susu pendamping ASI yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9 AAE), tentunya harus sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya, Bu. Pastikan Ibu bertanya susu yang mengandung 9 AAE lengkap karena protein esensial ini merupakan komponen yang penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. 

Selain itu, agar lebih waspada dengan gejala kesehatan si Kecil lainnya, Ibu perlu memantau tumbuh kembang si Kecil secara rutin. Caranya mudah, Ibu bisa memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang ada di dalam Akademi Keluarga Prima.

Dalam fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima, Ibu bisa mengetahui berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, dan lingkar kepala yang sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO. Ibu bisa memanfaatkan fiturnya di sini.