Whatsapp Share Like
Simpan

Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, banyak Ibu yang tidak membawa bayinya imunisasi karena takut terjadi efek samping, keluarga tidak mengizinkan, akses yang jauh, orang tua sibuk, dan alasan lain. Padahal imunisasi dibutuhkan untuk pencegahan penyakit berbahaya yang bisa saja menyerang si Kecil. Ibu memang menyalurkan kekebalan pada bayi yang dikandung, namun bayi juga harus membentuk kekebalannya sendiri khususnya di awal kelahirannya. Untuk bayi berusia 0-6 bulan ada beberapa imunisasi utama yang diberikan agar tumbuh optimal. Berikut penjelasan dan jadwalnya sesuai keterangan yang dihimpun dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Vaksin hepatitis B (HB).

Vaksin HB ditujukan untuk mencegah virus hepatitis B yang menyebabkan infeksi hati kronis dan ditularkan melalui darah serta cairan tubuh lainnya. Pada bayi baru lahir, virus hepatitis B biasanya ditularkan melalui persalinan Ibu yang terinfeksi virus hepatitis B. Namun masih ada 30-40 persen risiko tertular dari orang yang sama sekali tidak memiliki faktor infeksi.

Jadwal imunisasi hepatitis B: vaksin HB pertama (monovalent) sebaiknya diberikan 12 jam setelah kelahiran bayi. 30 menit sebelum pemberian vaksin, bayi terlebih dahulu disuntik vitamin K1. Bayi yang lahir dari Ibu positif hepatitis B diberikan vaksin HB sekaligus imunoglobin hepatitis B (HBIg) pada tingkatan yang berbeda. Pemberian vaksin juga berbeda jika dikombinasikan dengan vaksin DTP. Jika dikombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian vaksin yakni di usia 2,3, dan 4 bulan. Dan jika  dikombinasi dengan DTPa, maka jadwal pemberian vaksin yaitu pada usia 2,4, dan 6 bulan.

Vaksin Polio

Polio adalah penyakit yang menyerang saraf dan menyebabkan kelumpuhan permanen pada organ tubuh. Virus polio biasanya tersebar melalui cairan baik dari hidung, mulut ataupun tinja orang yang terinfeksi polio dan hidup di tenggorokan maupun saluran usus.

Jadwal Imunisasi polio: ada dua jenis vaksin polio yang diberikan pada bayi yakni vaksin polio oral atau oral polio vaccine (OPV) dan vaksin polio suntik atau inactivated polio vaccine (IPV). Setelah bayi lahir disarankan untuk memberikan OPV-0 saat di rumah. Jika bayi lahir di pusat kesehatan, maka vaksin diberikan setelah pulang ke rumah. Untuk vaksin polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster bisa diberikan baik itu OPV ataupun IPV. Namun setidaknya bayi harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3

Artikel Sejenis

Vaksin BCG

Vaksin BCG atau Bacillus Calmette–Guérin diberikan untuk melindungi bayi dari virus penyebab tuberkulosis  atau TB yang menyerang paru-paru. Pemberian vaksin BCG termasuk wajib, namun bisa ditunda apabila bayi demam tinggi, terkena infeksi kulit, positif HIV, sedang menjalani pengobatan kanker, pernah terserang TB atau tinggal dengan yang terinfeksi TB.

Jadwal imunisasi BCG: vaksin ini hanya diberikan sekali seumur hidup dan sebaiknya diberikan sebelum usia bayi menginjak 3 bulan. Apabila telah melebihi usia tersebut maka perlu dilakukan uji tuberculin terlebih dahulu.

Vaksin DTP

Ini adalah vaksin kombinasi yang mencegah tiga penyakit sekaligus, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Difteri merupakan hambatan jalur napas di tenggorokan yang mengakibatkan gangguan saluran pernapasan. Tetanus biasanya tertular melalui luka terbuka yang terkena racun dari bakteri dan akhirnya menyerang saraf. Sementara pertusis adalah penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi serius pada bayi jika tidak ditangani dengan baik. Gejalanya ditunjukkan dengan batuk pilek ketika bayi mengambil napas yang dalam.

Jadwal imunisasi DTP: vaksin yang diberikan bisa DTPw, DTPa ataupun kombinasi dengan vaksin lainnya. pemberian vaksin DTP paling cepat pada 6 minggu usia si kecil. Jika si Kecil diberikan vaksin DTPa, maka interval pemberiannya adalah pada usia 2,4, dan 6 bulan.

Vaksin Rotavirus

Vaksin ini berguna untuk mencegah si Kecil dari rotavirus yang menginfeksi usus. Rotavirus ini merupakan penyebab diare pada si Kecil. Dan diare ini tidak boleh disepelekan karena mampu mengakibatkan lebih dari setengah juta anak meninggal setiap tahunnya. Virus ini sering ditemukan di negara-negara berkembang yang pemberian nutrisi dan fasilitas kesehatannya tidak optimal.

Jadwal imunisasi rotavirus: vaksin rotavirus terbagi dua yakni monovalen dan pentavalen. Vaksin monovalen diberikan dua kali, pertama pada usia 6-14 minggu dengan batas akhir pemberian pada usia 15 minggu. Dan yang kedua diberikan berselang 4 minggu setelah vaksin pertama dengan batas pemberian pada usia 24 minggu. Sedangkan vaksin pentavalen diberikan juga pada usia 6-14 minggu dan batas pemberian di usia 15 minggu. Vaksin pentavalen kedua diberikan berjarak 4-10 minggu setelahnya dengan batas pemberian ada usia 32 minggu.

Imunisasi memang memberikan efek samping pada bayi, namun itu tidak bertahan lama. Sehingga dianjurkan kepada Ibu untuk melakukan imunisasi agar bayi tumbuh dengan sehat, kuat, cepat tangkap  dan optimal.