Share Like
Simpan

Ukuran perut ibu hamil sering dibanding-bandingkan satu sama lain. Apalagi bila usia kehamilan sudah semakin bertambah, namun perut Ibu masih juga kecil. Padahal itu tidak bisa dijadikan suatu patokan, sebab ukuran perut tidak berkaitan langsung dengan berat badan bayi saat dilahirkan.

Tak sedikit ibu hamil dengan perut terlihat lebih besar, padahal berat badan bayinya berukuran rata-rata. Namun, ada juga ibu hamil dengan perut yang memang terlihat besar, karena sebelum hamil mungkin sudah gemuk. Nah, bila ukuran perut sangat besar, barulah perlu dicurigai, karena bisa saja sang ibu mengalami diabetes gestasional, yaitu diabetes yang terjadi saat hamil sehingga janin menjadi besar melebihi normal akibat terlalu banyak mendapatkan gula dari ibunya. Selain itu, kemungkinan penyebab lainnya adalah kelebihan cairan ketuban.

Ukuran perut ibu hamil bisa dibagi ke dalam 40 minggu, atau tiga trimester, sesuai dengan tingkat perkembangan janin. Biasanya pada trimester pertama, perut ibu hamil belum terlihat membesar, karena pertumbuhan janin baru beberapa sentimeter. Organ-organ penting janin mulai berkembang pada usia lima minggu. Itu sebabnya trimester pertama adalah masa yang sangat penting, karena embrio berkembang menjadi ‘tubuh’ janin. Pada minggu ke-6 dan ke-7, jantung janin mulai berdetak untuk pertama kalinya, dan ukuran tubuhnya juga berkembang dua kali lipat. Pada minggu ke-9, mulai terlihat jenis kelamin janin, dan pada minggu ke-10 embrio mulai berubah menjadi janin kecil. Pada Ibu, payudara mulai membesar dan puting mulai menghitam pada minggu ke-14.

Dokter/bidan juga akan melakukan pengukuran tinggi fundus (yakni bagian paling atas rahim) selama kehamilan untuk mendeteksi adanya berbagai kemungkinan. Tinggi fundus seharusnya sama dengan umur kehamilan. Misalnya, hamil 20 minggu = 20 cm (sampai sekitar 36-37 minggu). Angka tersebut dapat berfluktuasi 2-4 cm lebih tinggi/rendah.

Tak sedikit perut ibu hamil yang hampir tak kentara, meski usia kehamilannya sudah cukup tua dan segalanya berjalan normal, yang mungkin disebabkan oleh:

  • Hamil untuk pertama kali. Bila otot-otot perut Ibu tidak pernah melar sebelum hamil, maka otot-otot cenderung kencang. Karenanya, janin akan melekat erat dan terletak tinggi, sehingga perut terlihat ‘kecil’. Begitu pula, pada kehamilan kedua dan seterusnya, perut bisa tetap terlihat kecil bila tubuh sang ibu sangat atletis dan fit sebelum kembali hamil.
  • Posisi bayi. Janin yang mulai bergerak dan berubah posisinya secara teratur hingga usia kehamilan minggu ke-32 sampai ke-34. Perut ibu mungkin bisa terlihat lebih kecil dan di suatu saat sedikit lebih besar, tergantung posisi janin. Saat hamil ‘tua’, janin akan bergerak dari satu sisi ke sisi lain, sehingga akan mengubah bentuk perut ibu.
  • Tinggi tubuh. Bagi ibu-ibu yang bertubuh tinggi dan pinggang tinggi dan luas, punya cukup ruang bagi perkembangan janin. Perut ibu juga tampak lebih kecil karena rahim tidak terlalu terdorong ke depan.
  • Rahim mendorong usus. Rahim yang berkembang dapat mendorong usus ke atas dan ke belakang, terselip ke belakang rahim. Namun, bila usus terdorong ke sisi-sisi rahim, akan menyebabkan perut terlihat lebih membulat, ‘penuh’, dan lebih besar.

 

Dengan demikian, bila saat ini Ibu sedang hamil dan perut Ibu tidak terlalu besar, tidak perlu khawatir. Yang penting Ibu dan janin dalam keadaan sehat dan perkembangan janin sesuai dengan yang semestinya.