Share Like
Simpan

Katanya, kalau bentuk perut ibu hamil terlihat membulat, berarti janin dalam kandungan Ibu berjenis kelamin perempuan. Sementara, bila bentuk perut Ibu terlihat turun, berarti Ibu mengandung bayi berjenis kelamin laki-laki. Sebagai orang yang tinggal di Indonesia, mungkin Ibu pernah ya mendengar hal ini? Tapi, sebenarnya anggapan ini termasuk mitos atau fakta ya, Bu? Ketahui jawabannya lewat ulasan berikut, yuk!

Faktor yang Memengaruhi Bentuk Perut Ibu Hamil

Dulu, saya sempat memercayai bahwa jenis kelamin si Kecil dalam kandungan bisa diprediksi dari bentuk perut saat hamil. Namun, ternyata faktanya tak demikian, Bu. Sebab, beberapa artikel yang saya temukan di forum info Ibu hamil membantah hal ini. Menurut artikel itu, bentuk perut Ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu elastisitas otot perut Ibu, volume air ketuban, posisi janin, hingga usia kehamilan.

Elastisitas otot perut Ibu dipengaruhi oleh sudah berapa kali Ibu hamil. Dengan demikian, bila ini adalah momen kehamilan pertama Ibu, secara alami, umumnya bentuk perut akan terlihat membulat karena otot perut Ibu masih kencang. Hal ini bisa saja berbeda bila kehamilan yang Ibu jalani saat ini adalah kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya, sebab elastisitas otot perut Ibu mulai berkurang.

Volume air ketuban juga menentukan bentuk perut Ibu hamil. Semakin banyak volume air ketuban, perut pun akan terlihat bulat dan besar. Begitu pun sebaliknya. Selain itu usia kehamilan juga berpengaruh, Bu. Sebab, makin matang usia kehamilan, kepala janin akan mengarah ke jalan lahir, sehingga perut Ibu terlihat lebih turun.

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Janin

Menurut artikel yang saya baca, hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan kaitan antara jenis kelamin bayi dalam kandungan dan bentuk perut ibu hamil. Sebab, jenis kelamin janin lebih dipengaruhi oleh hormon, usia Ibu, serta tipe kromosom sperma Ayah yang membuahi sel telur Ibu.

Maka dari itu, untuk mengetahui jenis kelamin janin dengan lebih akurat, Ibu disarankan untuk melakukan USG. Di samping bisa memprediksi jenis kelamin bayi, tes ini juga memungkinkan Ibu mengetahui kondisi fisik janin dalam kandungan. Sehingga, Ibu tak perlu menerka-nerka jenis kelamin si Kecil dalam kandungan lewat bentuk perut lagi. Meski demikian, perlu dicatat bahwa masih ada kemungkinan hasil USG keliru karena pengaruh faktor posisi janin maupun lemak pada tubuh Ibu.

Nah, itulah fakta di balik salah satu mitos kehamilan yang selama ini banyak dipercaya. Jadi, sudah cukup jelas kan, Bu, bahwa hal ini hanya mitos? Selamat menanti kehadiran si Kecil, ya, Bu!