Whatsapp Share Like Simpan

Menyusui merupakan cara paling mudah bagi Ibu dalam memberikan perlindungan yang optimal kepada sang buah hati. Ini karena ASI mengandung komposisi nutrisi yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan bayi. Hal ini juga bisa membantu mempererat ikatan batin antara Ibu dengan buah hati.

Sayangnya, tidak semua ibu bisa memberikan ASI yang cukup bagi bayinya. Karena itu, tidak sedikit dari Ibu yang masih sering bertanya-tanya tentang cara memperbanyak ASI bagi bayi, terutama bagi Ibu yang baru pertama kali menyusui bayinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan Ibu untuk cara memperbanyak ASI dan sudah teruji kebenarannya, yaitu:

1. Cara Memperbanyak ASI: Segera Lakukan IMD

Menyusui bayi segera setelah melahirkan (Inisiasi Menyusui Dini/IMD) selain bisa membantu dalam cara memperbanyak ASI juga memberikan hak kepada bayi untuk bisa menikmati kolostrum dari ASI. Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali dari payudara Ibu yang berwarna kekuningan. Kandungan nutrisi dalam kolostrum ini bersifat sempurna sebagai pelindung dan peningkat daya tahan tubuh atau imunitas bayi.

2. Cara Memperbanyak ASI: Meningkatkan Frekuensi Menyusui

Meningkatkan frekuensi menyusui merupakan salah satu cara memperbanyak ASI yang kurang dipahami oleh para ibu. Banyaknya produksi ASI tergantung pada banyaknya permintaan ASI dari bayi. Cobalah untuk menyusui bayi lebih sering, yaitu setiap dua jam sekali atau setiap bayi merasa lapar dan haus dan buktikan bagaimana produksi ASI akan meningkat. Dengan kata lain, menyusui bayi dapat merangsang tubuh memproduksi ASI sebanyak yang dibutuhkan.

3. Cara Memperbanyak ASI: Mengonsumsi Banyak Cairan

Dari sudut pandang gizi, cara memperbanyak ASI adalah dengan minum cukup cairan. Jenis cairan yang diminum boleh dari susu, air, bahkan jus buah. Dianjurkan ibu menyusui minum cairan sebanyak 2-3 liter per hari. Menurut Dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K), Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, ibu menyusui membutuhkan asupan cairan tambahan untuk mencegah resiko terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Setidaknya, sebanyak 3,1 liter cairan harus diasup ibu menyusui setiap harinya. Saran umumnya, minum segelas air setiap makan, dan setiap kali menyusui sebagai cara memperbanyak ASI.

Artikel Sejenis

4. Cara Memperbanyak ASI: Konsumsi Cukup Kalori

Cara memperbanyak ASI selanjutnya adalah asupan kalori lebih banyak dibutuhkan Ibu untuk dapat memproduksi ASI dengan optimal bagi bayi. Atur tambahan makanan sehingga ada kalori ekstra sebesar 500 kalori. Disarankan Ibu tidak melakukan diet penurunan berat badan, karena akan mempengaruhi produksi ASI. Asupan nutrisi yang cukup juga merupakan cara memperbanyak ASI yang sehat untuk bayi.

5. Cara Memperbanyak ASI: Istirahat yang cukup

Selain asupan nutrisi yang cukup, istirahat yang cukup juga dapat menghindarkan Ibu dari kemungkinan stres yang bisa membuat produksi ASI berkurang. Bahkan, tindakan ini merupakan langkah ampuh dalam cara memperbanyak ASI lho, Bu. Jika sulit beristirahat karena sibuk mengurus bayi, mintalah bantuan suami, anggota keluarga, atau pengasuh untuk menggantikan tugas pengasuhan sementara Ibu beristirahat sebagai cara memperbanyak ASI.

6. Cara Memperbanyak ASI: Mengonsumsi Makanan Pelancar ASI

Ada beberapa makanan yang terbukti ampuh dalam memperlancar produksi dan cara memperbanyak ASI yang bisa Ibu konsumsi secara rutin, yaitu sebagai berikut:

  • Daun katuk
  • Daun kelor
  • Salmon
  • Oat
  • Beras coklat
  • Ubi
  • Wortel
  • Bayam
  • Asparagus
  • Pare
  • Yogurt
  • Kacang-kacangan
  • Biji chia

7. Cara Memperbanyak ASI: Memijat Payudara

Cara memperbanyak ASI lainnya adalah dengan melakukan pijatan pada payudara. Ibu bisa memijat sendiri payudara Ibu di rumah dengan beberapa langkah berikut:

  1. Olesi area sekitar payudara sampai ketiak menggunakan baby oil atau minyak zaitun.
  2. Mulailah pemijatan dari area bawah ketiak (kelenjar getah bening). Pijatan lembut mampu membuat aliran darah lebih lancar. Jangan menekan payudara terlalu keras, karena dapat merusak jaringan kelenjar. Bila Ibu mulai merasakan hangat pada payudara, tandanya itu adalah respon baik untuk bisa lanjut ke tahap berikutnya.
  3. Topanglah payudara kanan dengan tangan kanan. Lalu, pijat payudara dengan gerakan spiral menggunakan dua atau tiga jari tangan kiri. Mulailah gerakan dari pangkal payudara lalu menuju puting. Lakukan gerakan yang sama untuk payudara kiri.
  4. Letakkan kelima jari kiri yang sedikit diregangkan di atas pangkal payudara kanan. Kemudian, berikan pijatan dengan gerakan memutar sambil menekan payudara mulai dari pangkal payudara ke area puting bagian bawah. Lanjutkan gerakan ini yang dimulai dari samping dada menuju ke puting. Lakukan gerakan yang sama pada payudara kiri. Gerakan ini dapat membantu relaksasi dan meningkatkan produksi ASI.
  5. Lanjutkan pijatan dengan mengurut dada. Caranya adalah dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas dada atau di antara kedua payudara. Lakukan gerakan layaknya mengurut yang dimulai dari daerah di antara payudara lalu mengarah ke atas. Payudara akan seperti diangkat kemudian dilepaskan perlahan secara bersamaan. Terus lakukan gerakan ini sebanyak 30 kali.
  6. Supaya cadangan ASI di dalam payudara berkurang, jepit perlahan area puting dengan telunjuk, jari tengah, dan jempol. Berikan jarak sekitar 1-1,5 cm dari puting. Pijatlah area puting dengan perlahan. Hindari gerakan meremas kencang, karena bisa menyakiti puting Ibu.
  7. Masih menggunakan tiga jari yang sama, pijat area puting dengan perlahan seperti sedang memerah lembut yang dilakukan secara berulang. Gerakan ini bisa membuat cadangan ASI pada payudara berkurang dengan tidak merusak kelenjar payudara.
  8. Lakukan pemijatan menyeluruh pada kedua payudara. Caranya adalah dengan mendorong kedua telapak tangan ke arah bawah secara bersamaan dengan gerakan memutar dan mengelilingi masing-masing payudara.

Penyebab ASI Sedikit

Produksi ASI sedikit dapat disebabkan oleh beberapa hal, Bu, mulai dari pelekatan yang tidak benar, intensitas menyusui yang kurang, hingga penyakit tertentu. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab ASI sedikit yang perlu diketahui:

1. Pelekatan yang tidak tepat

Pelekatan mulut bayi pada puting yang tidak tepat saat menyusui akan menyebabkan berkurangnya rangsangan pada tubuh ibu untuk memproduksi ASI. Akibatnya, produksi ASI pun menjadi sedikit dan bayi tidak dapat menyusu dengan optimal.

Ada beberapa hal yang kerap menjadi penyebab mulut bayi tidak melekat dengan baik di puting ibu, di antaranya posisi menyusui yang kurang baik atau masalah pada lidah bayi, misalnya tongue tie.

2. Kurangnya intensitas menyusui

Semakin sering ibu menyusui bayi, semakin banyak pula ASI yang diproduksi. Sebaliknya, membatasi waktu dan jarang menyusui bayi akan menyebabkan payudara menjadi kurang aktif untuk memproduksi ASI.

3. Faktor Emosional

Kecemasan, stres, atau depresi dapat mengganggu let-down reflex, yaitu refleks yang membantu ASI keluar lebih lancar saat menyusui sehingga memenuhi kebutuhan ASI pada bayi.

Terganggunya refleks tersebut bisa menjadi penyebab ASI sedikit. Oleh sebab itu, diperlukan suasana yang nyaman dan santai untuk menyusui, agar terbebas dari stres dan mendorong produksi ASI.

4. Tidak Rutin Mengosongkan Payudara 

Produksi ASI mengikuti proses supply dan demand. Semakin sering ibu mengeluarkan ASI dan membuat payudaranya kosong, semakin cepat juga ASI diproduksi.

Apabila si kecil menolak menyusu, kosongkan payudara Anda dengan cara dipompa. Simpanlah ASI perah di wadah ASI yang higienis. 

Jika Anda tidak mengeluarkan ASI secara teratur atau jarak menyusu semakin panjang, ASI akan terakumulasi di kelenjar ASI, akibatnya produksi ASI menjadi lebih lambat.

5. Konsumsi Kafein, Rokok, dan Alkohol

Ibu menyusui sebenarnya diperbolehkan mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Jumlah rekomendasi konsumsi kafein dalam sehari tidak lebih dari 300mg atau setara dengan 2-3 gelas kopi atau 3-4 gelas teh.

Saat kafein dikonsumsi berlebihan, tubuh dapat mengalami dehidrasi. Sebab, pada dasarnya kafein bersifat diuretik. Kondisi tersebut bisa berefek pada berkurangnya produksi ASI.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi kafein juga memengaruhi bayi. Pasalnya, sejumlah kafein bisa ikut keluar melalui ASI, hingga menyebabkan gangguan tidur serta rewel pada bayi. Selain kafein, kebiasaan merokok juga dapat menghambat pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam stimulasi ASI.

6. Penggunaan Obat-obatan

Jenis obat, seperti golongan dekongestan (seperti pseudoefedrin), antihistamin, diuretik, serta obat hormonal (termasuk pil KB) dapat memengaruhi produksi ASI.

Kandungan pseudoefedrin umumnya ditemukan pada obat-obatan flu yang dijual bebas. Jika Anda sedang menyusui, sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsinya. Obat tersebut mampu menurunkan kerja hormon prolaktin, yaitu hormon penghasil ASI.

Pil KB yang mengandung estrogen juga bisa menurunkan jumlah ASI yang diproduksi. Sebaiknya, jika ingin menggunakan pil KB saat menyusui, gunakan yang hanya mengandung progesteron saja. Anda bisa mengonsultasikannya lebih lanjut dengan dokter yang menangani. Sebenarnya, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan juga merupakan KB alami sekaligus termudah.


Tidak sulit, kan, cara memperbanyak ASI? Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak memberikan ASI pada bayi agar optimal pertumbuhan fisiknya, sempurna perkembangan kecerdasannya, dan baik perkembangan psikologisnya ya, Bu. Dengan menyusui, berarti Ibu sudah membantu bayi meraih masa depannya yang lebih cemerlang. Yuk, semangat mengASIhi!

Untuk Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.