Share Like
Simpan

Masa awal menyusui si Kecil adalah saat-saat terberat dalam kehidupan saya ketika menjadi ibu baru dulu. Bagaimana tidak? Di hari pertama kelahirannya, ASI saya tidak mau keluar.

Walaupn ASI belum keluar, tapi di hari berikutnya, saya tetap mencoba untuk mengajak si Kecil menyusu. Ini karena saya mendengar kalau hisapan si Kecil biasanya akan menstimulasi tubuh saya untuk segera memproduksi ASI. Untungnya, air susu berhasil keluar. Namun ternyata, masih kurang untuk memenuhi rasa lapar si Kecil. Alhasil, puting saya lecet hingga melenting kemerahan karena terus mencoba menyusuinya.

Rasa pusing saya semakin memuncak. Produksi ASI sedikit ditambah pula dengan puting lecet yang tak kunjung sembuh. Tidak berhenti di situ, dengan tertundanya pemberian ASI, itu berarti asupan nutrisi si Kecil tidak berjalan dengan semestinya.

Setelah konsultasi ke dokter, saya mendapat pencerahan. Lecetnya puting ternyata disebabkan karena posisi dan pelekatan mulut si Kecil kurang baik saat menyusui.

Di akhir sesi konsultasi, dokter memberikan berbagai saran dan tips agar puting terluka tidak terjadi lagi di kemudian hari. Berikut saya ulas langkah-langkah untuk mencegahnya: 

  • Oleskan ASI pada puting tiap sebelum dan sesudah menyusui.

Banyak sekali keajaiban menjadi seorang ibu. Salah satunya adalah menghasilkan ASI yang tidak hanya kaya akan nutrisi bagi si Kecil, tetapi juga dapat berguna untuk merawat puting dan mengandung zat anti-bakteri.

Sebelum menyusui si Kecil, oleskan ASI di area puting payudara. Hal ini berguna untuk melumasi puting agar tidak kering dan mudah lecet. Apabila sudah terlanjur terluka, ASI juga dapat menjadi obat yang paling aman dan ampuh untuk mengobatinya. Caranya, olesi ASI di area puting setelah selesai menyusui, lalu angin-anginkan sejenak sampai kering.

  • Jangan menunggu hingga si Kecil kelaparan.

Bayi yang lapar akan menyusu dengan tergesa-gesa. Pada saat itulah ia akan mengisap erat dan dengan tempo yang cepat hingga puting tertarik kencang. Selain itu, saat bayi merasa lapar terdapat kemungkinan yang lebih besar ia secara tidak sengaja menggigit puting yang akhirnya menyebabkan puting lecet atau terluka. Perhatikan gelagat si Kecil, saat ia terlihat mulai haus segera tawarkan ASI padanya.

  • Ambil posisi senyaman mungkin.

Posisi saat menyusui adalah poin penting selanjutnya untuk mencegah terjadinya luka pada puting. Posisi yang nyaman dapat membuat Ibu lebih nyaman dan rileks, sehingga aktivitas menyusui pun berjalan dengan lancar. Bayi juga akan dengan mudah mengisap ASI, sehingga ia dapat menyusu dengan tenang.

 Jika Ibu menyusui sambil duduk, gunakan kursi yang nyaman dan usahakan agar telapak kaki menyentuh lantai atau bisa juga gunakan bantal untuk menyangga kaki. Pastikan pelekatan mulut si Kecil sempurna, yakni bibir atas dan bibir bawah berada tepat di sekitar aerola, sehingga ia dapat mengisap dengan baik.

  • Hindari melepaskan isapan si Kecil dengan paksa.

Saat Ibu merasa tidak nyaman dan ingin mengubah posisi si Kecil saat mulutnya masih melekat, hindari melepaskannya dengan paksa. Sebab, hal ini dapat membuat puting tertarik dan berpotensi mengalami lecet atau terluka.

Jika Ibu ingin melepaskan isapan si Kecil, pegang dagu untuk membuka mulutnya secara perlahan. Atau Ibu juga bisa memasukkan jari kelingking di antara mulutnya agar ia melepaskan isapannya tanpa menarik puting. Namun, pastikan jari ibu dalam kondisi bersih ya, Bu.

Masa menyusui adalah tahap yang penting untuk menjalin kedekatan emosional antara Ibu dan si Kecil. Oleh karena itu, Ibu perlu menghindari terjadinya hal-hal yang dapat menunda proses menyusui, seperti puting lecet dan terluka, ya.

Langkah-langkah pencegahan di atas cukup mudah kan, Bu? Asalkan dilakukan dengan sabar dan tenang, proses menyusui pasti berjalan dengan sukses dan menyenangkan.

Selamat mencoba!