Share Like
Simpan

Suka atau tidak suka, berat badan ibu hamil akan bertambah saat hamil. Namun, tidaklah tepat bila kenaikan berat badan saat hamil membuat Anda berdiet. Sebaliknya, “makan untuk berdua”, tidak berarti Anda boleh makan sebanyak yang Anda inginkan. Saat ini data medis menunjukkan bahwa sangatlah penting bagi ibu hamil untuk menjaga kenaikan berat badannya selama kehamilan.

Kenaikan berat badan yang ideal saat hamil ternyata sangat diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang janin, menghindarkan Anda dan bayi Anda dari berbagai komplikasi kehamilan dan persalinan, serta mempermudah Anda untuk kembali ke berat badan Anda semula sebelum hamil.

Mengapa penting bagi ibu hamil untuk menjaga kenaikan berat badannya?

Semua ibu hamil tentu menginginkan agar persalinannya kelak lancar dan melahirkan bayi yang sehat. Kenaikan berat badan ibu hamil ternyata merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan untuk mencapai tujuan tersebut. Berbagai penelitian medis telah memperlihatkan adanya hubungan antara kenaikan berat badan ibu hamil dengan hasil akhir persalinan dan kualitas bayi yang dilahirkan.

Kenaikan berat badan yang kurang selama kehamilan ternyata meningkatkan risiko ibu hamil melahirkan bayi sebelum waktunya ( kehamilan prematur/ <37 minggu usia kehamilan) atau bayi dengan berat badan lahir rendah/kurang (BB lahir <2500 gram). Bayi yang lahir prematur atau dengan BB lahir kurang, berisiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tumbuh kembang, gangguan belajar, atau gangguan kesehatan kronik. Kegagalan ibu untuk menyusui si Kecil setelah persalinan juga diperlihatkan lebih sering terjadi pada ibu hamil dengan kenaikan berat badan yang kurang selama kehamilan.

Namun, “makan untuk berdua” tidak berarti Anda boleh mengonsumsi makanan sesukanya selama hamil, karena pada umumnya ibu hamil hanya butuh ekstra 300 kalori per hari selama kehamilan, yaitu setara dengan selembar roti gandum yang diolesi dengan sesendok makan selai kacang.

Kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan akan meningkatkan risiko Anda untuk menderita diabetes gestasional (diabetes dalam kehamilan), sakit punggung, dan tekanan darah tinggi. Ibu hamil yang berat badannya naik berlebihan selama kehamilan juga cenderung melahirkan bayi besar (bayi dengan berat >4 kg) sehingga meningkatkan risiko persalinan dengan operasi Caesar. Sementara si Kecil berisiko terkena berbagai gangguan kesehatan yang berhubungan dengan berat badan berlebih dan lebih tinggi risikonya untuk mengalami obesitas di masa kanak-kanak. Kenaikan berat badan yang berlebihan selama hamil juga akan membuat Anda sulit untuk kembali ke berat badan Anda semula sebelum hamil, dan berat badan ekstra tersebut akan meningkatkan risiko Anda untuk menderita berbagai gangguan kesehatan kronis.

Jadi, sangatlah penting bagi ibu hamil untuk mencapai kenaikan berat badan yang ideal selama kehamilan.

Berapakah kenaikan berat badan yang ideal bagi ibu hamil?


Kenaikan berat badan yang ideal bagi setiap ibu hamil ternyata tidaklah sama, karena ditentukan oleh kondisi berat badan Anda sebelum hamil.

Pedoman berikut dapat Anda gunakan untuk menentukan kenaikan berat badan saat hamil yang ideal bagi Anda :
 

Berat Badan Anda sebelum Hamil Kenaikan Berat Badan yang Dianjurkan
Berat badan kurang (IMT <18,5) 13 - 18 kg
Berat badan normal (IMT 18,5 – 24,9) 11 - 16 kg
Berat badan berlebih (IMT 25 – 29,9) 7 - 11 kg
Obesitas (IMT ≥30) 5 - 9 kg

(Sumber: Institute of Medicine, 2009). Data terbaru rekomendasi kenaikan berat badan/BB ibu hamil untuk orang Asia: BB kurang (IMT <18,5): s/d 15,1 kg; BB normal (IMT 18,5-23): s/d 12,7 kg; BB berlebih (IMT 23-27,5): ±10 kg; Obesitas (IMT≥27,5): s/d 7,6 kg.

Bagaimana caranya agar ibu hamil dapat mencapai kenaikan berat badan yang ideal?

Pada 3 bulan pertama kehamilan, jika berat badan Anda tergolong normal, tidak mengapa jika berat badan Anda hanya bertambah sedikit saja (<2 kg) atau bahkan sedikit menurun jika Anda mengalami mual muntah di awal kehamilan (morning sickness). Tambahan kalori ekstra 150-200 kalori, yaitu setara dengan 170 gram yogurt rendah lemak, biasanya bisa mencukupi kebutuhan kalori ibu hamil di masa kehamilan ini.

Kenaikan berat badan ibu hamil lebih penting harus diperhatikan pada trimester 2 dan 3, – khususnya bila berat badan Anda tergolong normal/kurang -, yang umumnya bisa tercukupi dengan ekstra 340 kalori/hari pada trimester 2 dan 450 ekstra kalori/hari pada trimester 3. Sementara, bila Anda tergolong berberat badan berlebih/obesitas di awal kehamilan, selain pengaturan diet, dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk berolahraga yang aman untuk ibu hamil, seperti jalan kaki santai atau berenang.