Share Like
Simpan

Kehamilan pertama dulu adalah pengalaman yang begitu berkesan bagi saya. Saking senangnya, hampir tiap hari saya bercermin untuk melihat perubahan yang terjadi pada tubuh sendiri. Namun, saya sempat bingung karena berat badan saya turun ketika memasuki trimester kedua. Kok bisa, ya?

Setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan, saya mendapatkan informasi bahwa berat badan yang tidak bertambah atau justru menurun pada trimester kedua merupakan hal yang wajar. Nah, berikut ini faktor penyebab dan cara mengatasinya.

  • Morning Sickness

Morning sickness atau rasa mual di pagi hari adalah penyebab paling umum terjadinya penurunan berat badan. Hal ini juga saya alami saat kehamilan dulu. Alhasil, saya jadi tidak nafsu makan. Rasa mual ini juga dapat menyebabkan muntah-muntah yang tentunya dapat menurunkan berat badan karena kurangnya asupan makanan dalam tubuh.

  • Penyakit Kronis yang Diderita Ibu Hamil

Penyakit kronis tertentu yang diderita ibu hamil seperti tuberculosis, diabetes mellitus tipe 1, dan penyakit yang menyerang sistem imun tubuh juga dapat menjadi penyebab terjadinya penurunan berat badan.

  • Depresi

Depresi tidak jarang terjadi pada ibu hamil. Ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang dialami oleh ibu hamil di trimester kedua kehamilan. Hal ini bisa ditandai dengan mood yang berubah tanpa sebab yang jelas yang kemudian berujung pada pola makan yang tidak teratur.

Setelah mengetahui beberapa penyebab ini, dokter kemudian memberikan saya beberapa tips untuk mengatasi turunnya berat badan saat hamil.

  • Pintar-Pintar Memilih Makanan

Kehamilan yang sehat akan sangat memengaruhi kualitas persalinan. Untuk itu, Ibu disarankan agar mengonsumsi makanan dengan kandungan Protein, Kalsium, Asam Folat, serta Zat Besi yang sangat bermanfaat untuk perkembangan janin. Sementara untuk mengatasi rasa mual akibat morning sickness, disarankan untuk menghindari makanan berlemak, dingin, dan terlalu asam.

  • Melakukan Kontrol Secara Berkala

Kontrol secara berkala penting dilakukan untuk memantau pertumbuhan janin dalam kandungan, seperti memantau berat si Kecil sesuai usianya. Jika berat si Kecil sudah ideal, maka tidak perlu merasa khawatir meski berat badan Ibu tidak bertambah.

  • Hindari Stres dan Kelelahan

Stres dan kelelahan juga bisa memicu turunnya berat badan saat hamil, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan makanan bergizi. Untuk mencegah terjadinya kelelahan, sebaiknya ibu hamil tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang terlalu berat dan menguras energi.

  • Memeriksa kondisi darah

Hal lain yang perlu dilakukan adalah memeriksa kondisi darah untuk melihat apakah Ibu memiliki darah rendah. Anemia bisa menjadi penyebab dari muntah-muntah, lho. Pemeriksaan darah juga berguna untuk mendeteksi penyakit-penyakit lain yang mungkin dapat berpengaruh pada kesehatan janin.

Bagaimana, Bu? Informasi seputar berat badan yang turun saat hamil ini bermanfaat, bukan? Kesehatan Ibu dan janin adalah hal penting yang perlu diperhatikan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, ya. Semoga persalinan nanti berjalan dengan lancar!