Whatsapp Share Like Simpan

Saat Ibu menemukan cairan menyerupai lendir bening yang tidak berbau pada celana dalam, kemungkinan Ibu mengalami keputihan. Mengenai keputihan saat hamil, hampir semua wanita hamil mengalami keputihan. Umumnya kondisi keputihan saat hamil ini normal untuk terjadi terjadi. Selama kehamilan, leher rahim atau serviks menjadi lebih lunak daripada biasanya, sehingga meningkatkan produksi lendir dari vagina untuk membantu mencegah infeksi yang dapat merambat ke dalam rahim. Hal tersebut yang diidentifikasi sebagai keputihan saat hamil. Keputihan saat hamil sebetulnya terbilang normal untuk terjadi. Sebagai catatan, Ibu akan menemukan tanda keputihan yang normal ketika cairan yang dikeluarkan oleh tubuh keluar berwarna putih atau jernih serta tidak berbau.

Secara umum, keputihan yang dialami oleh setiap wanita akan menunjukkan gejala dan penyebab yang berbeda. Dari hal gejala saja misalnya, keputihan saat hamil dan tidak hamil akan menunjukkan perbedaan pada jumlah, warna, dan tekstur cairan yang keluar karena keputihan. Namun, keputihan dianggap normal terjadi, setidaknya 6 bulan sebelum seseorang mengalami masa menstruasi untuk pertama kali dalam hidupnya. Hal tersebut normal karena adanya perubahan hormon yang drastis di dalam tubuh. Tidak hanya akibat hormon saja, keputihan juga bisa datang saat Ibu mengalami stres. Maka, pastikan Ibu selalu menjaga kesehatan serta mengurangi beban pikiran agar tidak mudah terserang stres.

Keputihan juga memiliki golongan yang tidak normal. Golongan keputihan yang tidak normal ini biasanya disebabkan oleh vulvovaginitis, infeksi jamur, infeksi bakteri, serta infeksi akibat parasit. Selain menjadi tanda penyebab adanya infeksi, keputihan juga bisa menjadi indikasi dari tanda kanker rahim atau kanker pada leher rahim. Oleh karena itu penting bagi Ibu untuk selalu memeriksakan keadaan tubuh baik dalam kondisi hamil maupun sedang tidak hamil. Pasalnya, keputihan sebagai tanda kanker ini perlu penanganan medis berupa histerektomi atau bedah pengangkatan rahim yang dianjurkan oleh dokter nantinya.

Perlu Ibu ketahui bahwa keputihan saat hamil yang normal, tidak dapat dihentikan. Untuk mengatasi dan mengurangi ketidaknyamanan akibat keluarnya lendir keputihan saat hamil, Ibu dapat menggunakan pembalut sehari-hari atau panty liner. Sangat dianjurkan untuk Ibu tidak menggunakan tampon ketika mengalami keputihan saat hamil. Selain itu, keputihan saat hamil juga ada yang disebabkan oleh infeksi dan dapat ditangani secara medis untuk dihentikan. 

Perlu disadari bahwa keputihan saat hamil ini merupakan hal yang normal. Pasalnya tubuh Ibu mengalami peningkatan kadar estrogen dan aliran darah yang tinggi untuk disalurkan ke vagina saat mengandung. Keputihan saat hamil juga merupakan cairan tambahan yang mengangkut bakteri normal, sel-sel mati, serta cairan buangan yang ada di bagian vagina dan rahim. Cairan keputihan saat hamil tersebut keluar dari leher rahim.

Artikel Sejenis

Cara mencegah infeksi keputihan saat hamil

Meskipun dianggap jadi salah satu hal yang umum terjadi, alangkah baiknya bagi Ibu untuk mengetahui pencegahan hadirnya keputihan saat hamil. Pasalnya jika Ibu tidak terlalu memerhatikan kebersihan dan kesehatan ketika sedang mengalami keputihan saat hamil, maka kondisi tersebut akan membawa risiko penyakit kepada Ibu. Berikut adalah langkah dalam menjaga atau menghindari hadirnya keputihan saat hamil yang berlebihan. 

  • Jagalah kebersihan area kewanitaan. Ingatlah untuk membasuh area vagina searah dari depan ke belakang (arah anus) agar kuman-kuman di anus tidak terbawa dan masuk ke dalam vagina
  • Gunakanlah pakaian dalam yang nyaman dari bahan katun dan hindari penggunaan celana yang ketat serta celana berbahan nilon, karena dikhawatirkan tidak dapat menyerap keringat
  • Hindari penggunaan sabun pada area kewanitaan tersebut
  • Ibu tidak dianjurkan menggunakan pembalut dengan pewangi serta spray atau cairan untuk membersihkan area kewanitaan
  • Sabun yang digunakan pada area kewanitaan hingga masuk ke dalam vagina dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada area vagina, sehingga meningkatkan risiko infeksi pada vagina
  • Jangan terlalu sering membasuh atau mengeringkan area kewanitaan dengan tisu karena mungkin dapat mengakibatkan iritasi

Penyakit yang timbul akibat keputihan saat hamil

Menjaga atau mencegah hadirnya keputihan saat hamil yang berisiko merupakan langkah yang mudah dan tidak memakan waktu terlalu banyak dalam keseharian Ibu. Namun, memang Ibu harus teliti dan berhati-hati agar keputihan saat hamil tidak membawa hal-hal yang mengkhawatirkan. Jika tidak dijaga dengan baik, keputihan saat hamil dapat menghadirkan ragam jenis penyakit seperti berikut. 

  1. Vaginosis bakterialis

    Vaginosis bakterialis merupakan kondisi atau penyakit yang bisa hadir saat Ibu mengalami keputihan saat hamil. Penyakit akibat keputihan saat hamil ini terjadi saat adanya perubahan hormon yang dipicu oleh kehadiran bakteri yang berlebihan pada vagina. Penyakit akibat keputihan saat hamil ini juga dapat menghadirkan risiko pada janin yang sedang dikandung, di antaranya adalah lahir dalam keadaan prematur dan mengalami berat badan yang kurang. Penyakit keputihan saat hamil atau Vaginosis bakterialis ini biasanya dapat diidentifikasi dari gejala seperti 

    • Hadirnya rasa gatal di sekitar vagina
    • Tubuh mengeluarkan cairan berwarna abu-abu keputihan
    • Terasa nyeri saat haid

    Jika Ibu mengalami gejala tersebut ketika mengalami keputihan saat hamil, segera konsultasikan kondisi Anda kepada dokter agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. Hal tersebut dilakukan karena jika terus dibiarkan akan membawa infeksi yang akan menyebar dan menjadi penyakit radang panggul.

  2. Infeksi jamur

    Penyakit akibat keputihan saat hamil juga bisa hadir dalam bentuk infeksi jamur pada vagina. Penyakit akibat keputihan saat hamil ini biasanya terjadi akibat adanya peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron. Peningkatan dari kedua hormon tersebut memicu hadirnya candida, yaitu jamur yang tumbuh alami pada vagina. Jika dibiarkan, penyakit akibat keputihan saat hamil ini mampu menghadirkan infeksi pada bagian vagina yang disertai dengan memerah dan membengkaknya labia atau vagina Ibu. Pastikan Ibu selalu menjaga kesehatan tubuh selama masa mengandung.

  3. Streptococcus Grup B (SGB)

    Streptococcus Grup B merupakan bakteri yang hadir akibat keputihan saat hamil dan mampu menjadi pemicu hadirnya infeksi yang serius pada kesehatan Ibu. Umumnya, penyakit akibat keputihan saat hamil ini akan menyerang saluran kencing. Streptococcus Grup B bisa diidentifikasi melalui gejala-gejala, seperti air kencing yang berwarna keruh, merasakan sensasi terbakar saat buang air kecil, serta mendadak selalu ingin buang air kecil. Selain itu, penyakit akibat keputihan saat hamil ini juga dinilai mampu menularkan infeksi kepada bayi yang sedang dikandung. Oleh karena itu, penanganan secara medis yang tepat dibutuhkan agar kesehatan Ibu dan si buah hati terjaga secara maksimal.

Kapan Ibu harus menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut? Keputihan yang tergolong normal harus berwarna bening dan tidak berbau. Bila Ibu menemukan lendir dengan warna tertentu seperti kekuningan atau hijau atau putih susu dengan bau atau disertai gatal, nyeri saat kencing, atau terasa panas pada daerah sekitar vagina, hal ini merupakan salah satu tanda infeksi vagina. Segeralah menemui dokter untuk penanganan lebih lanjut. Sebaiknya Ibu juga tidak mengobati keputihan dengan obat-obatan tanpa konsultasi dokter.